Tips Mendidik Anak Agar Menjadi Sholeh

anak-sholeh

Muslimahzone.com – Anak adalah harta yang tidak ternilai oleh apapun. Dia ibarat titipan paling indah yang diberikan Allah kepada orang tuanya. Pada masa depannya lah terletak harapan serta kebahagiaan para orang tua.

Dijaman modern seperti sekarang ini, adalah sebuah keharusan bagi orang tua untuk mengajarkan anak- anak mereka tentang pentingnya akidah yang lurus. Hal ini penting untuk dilakukan, mengingat banyaknya pengaruh diluaran yang bisa membentuk karakter anak- anak kita. Maka sebagai orang tua, kita harus tahu bagaimana cara mengarahkan mereka, agar kelak mereka menjadi anak- anak yang sholeh. Berikut beberapa tips mendidik anak agar menjadi sholeh, Inshaallah.

1.    Sholehkan diri, Sholehkan anak.

“Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, perumpamaan ini pas sekali untuk menggambarkan, bahwa sedikit banyak anak adalah cerminan dari kedua orang tuanya. Karena itulah, sebelum kita memiliki cita- cita untuk mendapatkan anak sholeh, memang sebaiknya para orang tua mensholehkan diri mereka. Orang tua juga selayaknya melengkapi diri dengan berbagai ilmu, agar dapat digunakan dalam pengasuhan anak. Ketika anak dibekali oleh bangunan keagamaan yang baik, hal ini akan menciptakan langkah antisipasif terhadap bencana kebobrokan akhlak anak dimasa depan. Jadi sekedar memerintahkan anak untuk berbuat, tidaklah cukup membentuk karakter dan pribadi yang sholeh pada diri mereka. Orang tua juga harus sanggup untuk memberikan tauladan dalam hal berbuat baik.

2. Orang tuaku, tauladanku.

“Like father, like son”, ungkapan ini mungkin sudah sering kita dengar untuk menjelaskan bahwa memang anak adalah plagiator ulung. Setiap tindak tanduk orang tua yang tertangkap oleh mata anak- anak mereka, tidak akan hilang begitu saja. Memori anak yang kuat akan terus merekam. Jika seorang anak sering berkata kasar, bisa jadi karena dia juga sering mendapat perkataan seperti itu dari orang tuanya. Atau mungkin karena si anak seringkali melihat adegan pertengkaran yang dipertontonkan orang tua mereka dirumah. Jika hal ini dibiarkan setiap hari, lama-lama sikap tersebut akan diimitasi, diinternalisasi dan dihabitasi dalam kehidupan anak tersebut.

3. Ukir Masa Depan Anak dengan Ilmu

Mengajarkan ilmu kepada anak, ibarat mengukir diatas batu. Ilmu apapun yang orang tua berikan kepada anak akan dengan mudah terserap. Ini tidaklah mengherankan, karena ketika anak dilahirkan mereka memiliki 100 miliar neuron di otaknya. Jika diumpamakan satu unit komputer memiliki 100 neuron (jaringan) maka otak anak akan sama dengan 1 miliar unit komputer. Karena itulah, anak-anak memiliki karakteristik ingatan yang kuat. Maka, disinilah waktu yang tepat untuk para orang tua untuk mengajarkan mereka tentang akidah yang benar, namun tetap dengan bahasa yang mereka bisa pahami.

4. Perhatikan lingkungan anak- anak kita

“Sesungguhnya perumpamaan teman yang shalih dengan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Seorang penjual minyak wangi bisa memberimu atau kamu membeli darinya, atau kamu bisa mendapatkan wanginya. Dan seorang pandai besi bisa membuat pakaianmu terbakar, atau kamu mendapat baunya yang tidak sedap.” (HR. Bukhari Muslim). Itulah pesan Rasulullah yang mulia, agar kita berhati- hati dalam memilih teman, serta peka terhadap pengaruh yang berasal dari lingkungan sekitar kita. hal yang sama juga berlaku bagi anak- anak kita. Mereka yang polos kadang belum mengerti tentang bagaimana mereka harus berteman. Maka disinilah tantangan bagi orang tua untuk kemudian “menyelamatkan” anak mereka dari pengaruh buruk yang akan membentuk kepribadiannya dimasa depan.

5. Sabar, ikhlas dan doa

Kesabaran adalah hal mutlak harus dimiliki orang tua. Hal ini karena dalam rentang proses mendidik anak, kadang kita menemui hal- hal yang kurang berkenan. Contohnya, anak bersikap bandel dan tidak mau dinasehati. Ketika berada dalam keadaan seperti ini, sebaiknya orang tua menghindarkan diri dari caci maki dan kemarahan yang hanya akan membuat mereka semakin menjauh. Ketika emosi sudah mulai memuncak, orang tua harus pandai dalam menguasai diri, katakan pada diri bahwa toh mereka masih anak- anak, yang mungkin belum sepenuhnya mengerti tentang sebuah akibat. Kitapun pernah pada usia mereka, dan pastilah saat itu kita pun tidak ingin dibenarkan dengan cara yang kasar. Selain itu, orang tua juga harus belajar tentang keikhlasan. Ridho allah adalah tujuan terbaik, dan jalan menggapainya adalah dengan ikhlas.  Keikhlasan hati orang tua akan membuat apa yang mereka sampaikan mudah diserap dan dipahami anak. Dan yang tidak kalah penting, adalah dengan terus mendoakan mereka, supaya selalu berada dijalan Allah, dan kelak menjadi generasi islami yang membanggakan. []

Oleh, Syahidah

(esqiel/voaislam/muslimahzone.com)

Leave a Reply

BANDUNG, 12/5 - OKI SETIANA DEWI. Artis dan Penulis Oki Setiana Dewi menjawab pertanyaan para penggemarnya pada acara Meet and Great pada "Islamic Book Fair 2012" (IBF) yang diselenggarakan IKAPI Jawa Barat, Bandung, Sabtu (12/5). Selain berdiskusi persoalan keseharian, sebagai pemain film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) Oki Setiana Dewi membahas pula bukunya yang berjudul "Sejuta Pelangi". FOTO ANTARA/Agus Bebeng/ss/ama/12.
Klarifikasi Oki Setiana Dewi Terkait Berita Miring Seputar Dakwahnya
musa hafidz cilik
Meski Menjadi Peserta Terkecil, Musa Berhasil Meraih Juara 3 di Hifzil Qur’an Internasional
rumah-siyono
Trauma Serangan Densus 88, Murid RA Amanah Umah Mengira Tiang Kamera Wartawan Adalah Senjata
2-kids
TK Baru di Inggris Ajarkan Baca Al-Qur’an dan Mempelajari Islam
ramadhan
5 Bekal Sebelum Ramadhan
bunga layu
Zina Merajalela
puasa
Belum Qadha Puasa Saat Ramadhan Tiba
kesungguhan
Kesungguhan Menghadapi Ramadhan
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Modal Kita
futur
Resign dari Dakwah: Menelisik Diri untuk Berbenah
embun
Monyet dan Dendam
jembatan
Hikmah Di Balik Cobaan yang Belum Engkau Tahu
surat suami
Surat Dari Suami Untuk Para Istri
good
Jangan Tertipu Kecantikan atau Ketampanan dalam Memilih Pasangan
Gedung-Resepsi-Pernikahan
Ironi Dibalik Resepsi Pernikahan
rumah tangga surga
Berusaha Menggapai Rumah Tangga Surga
Mendidik-Anak
Mendidik Anak Dengan Fithroh
like father like son
Anak Adalah Cerminan Diri Kita
berkata baik
Berkatalah yang Baik Atau Hendaklah Diam
keluarga-islami-2
Rumahku Madrasahku
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
book_pages_flower_mood
Menjadi Perempuan Berharga
love
Kenapa Remaja Saling Jatuh Cinta?
alat-make-up
Berhias, Takut Tak Laku?
kecoa
Kisah Inspiratif Tentang Seekor Kecoa
penghafal-quran
Jika Demikian, Akulah Seburuk-Buruk Penghafal Al-Qur’an
langit
Senyuman Langit
tahun-gajah-burung-ababil
Menunggu Allah Menurunkan ‘Burung Ababil”
sleeping-child
Posisi Tidur yang Tidak Diperbolehkan Rasulullah
Daun-Pepaya
Dibalik Pahitnya Daun Pepaya
es-batu
Cara Mudah Mengecilkan Pori-Pori Wajah
hidup
Menjaga Kesehatan Rahim Dengan Memilih Makanan
ibu-hamil-muda
Ini Tips Untuk Mengatasi Mual Saat Hamil
es-batu
Cara Mudah Mengecilkan Pori-Pori Wajah
bayi tidur nyenyak
Agar Bayi Bunda Tidur Nyenyak
Dapur-Bersih-dan-Sehat
Menjaga Dapur Agar Tetap Sehat
Resep-Pisang-Ijo
Bikin Pisang Ijo Sendiri Yuk!
roti nutela
Strawberry Nutella French Roll
Resep-bubur-jagung
Bubur Jagung Manis dan Gurih
Resep-bakwan-jamur-masakan-lezat
Bakwan Jamur Gurih Kriuuk