Tata Cara Mandi Haid

red rose2

Muslimahzone.com – Haid atau menstruasi adalah hal yang tak terpisahkan dari diri perempuan, selama kondisinya masih subur. Haid adalah salah satu najis yang menghalangi wanita untuk melaksanakan ibadah sholat dan puasa. Oleh karena itu, Islam telah mensyariatkan tata cara bersuci, yang mana tak ada hal sekecil apapun yang tak dijelaskan sebab Islam adalah agama yang sempurna.

Mungkin sebagian dari kita menganggap hal ini sepele, namun tidak dalam aturan Islam. Bersuci dari najis adalah hal yang sangat penting, sebab syarat diterimanya ritual ibadah kita, seperti sholat dan puasa, adalah harus dalam keadaan suci. 

Agar ibadah kita diterima, salah satu syaratnya adalah dengan mengikuti tuntunan Nabi tercinta Muhammad shalalahu ‘alaihi wa sallam.

Lantas bagaimana tata cara mandi untuk bersuci setelah haid yang benar? 

Rasulullah telah menjelaskan tata cara mandi haid dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah.

Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha bahwa Asma’ binti Syakal radhiallahu ‘anha bertanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tentang mandi haid, beliau bersabda:

تَأْخُذُإِحْدَا كُنَّ مَائَهَا وَسِدْرَهَا فَتَطَهَّرُ فَتُحْسِنُ الطُّهُورَ أوْ تَبْلِغُ فِي الطُّهُورِ ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتَدْلُكُهُ دَلْكًا شَدِ يْدًا حَتَى تَبْلِغَ شُؤُونَ رَأْسِهَا ثُمَّ تَصُبُّ عَلَيْهَا المَاءَ ثُمَّ تَأْخُذُ فِرْصَةً مُمَسَّكَةً فَتَطْهُرُ بِهَا قَالَتْ أسْمَاءُ كَيْفَ أتَطَهَّرُ بِهَا قَالَ سُبْحَانَ الله ِتَطَهُّرِي بِهَا قَالَتْ عَائِشَةُ كَأنَّهَا تُخْفِي ذَلِكَ تَتَبَّعِي بِهَا أثَرَالدَّمِ

“Salah seorang di antara kalian (wanita) mengambil air dan sidrahnya (daun pohon bidara, atau boleh juga digunakan pengganti sidr seperti: sabun dan semacamnya-pent) kemudian dia bersuci dan membaguskan bersucinya, kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air sampai pada kulit kepalanya, kemudian dia menyiramkan air ke seluruh badannya, lalu mengambil sepotong kain atau kapas yang diberi minyak wangi kasturi, kemudian dia bersuci dengannya. Maka Asma’ berkata: “Bagaimana aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah” maka ‘Aisyah berkata kepada Asma’: “Engkau mengikuti (mengusap) bekas darah (dengan kain/kapas itu).”

Dan, diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha bahwa seorang wanita bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang mandi dari haid. Maka beliau memerintahkannya tata cara bersuci, sabda beliau:

تَأْخُذُ فِرْصَةً مِنْ مِسْكٍ فَتَطَهُّرُ بِهَا قَالَتْ كَيْفَ أَتَطَهُّرُ بِهَاقَالَ تَطَهَّرِي بِهَاسُبْحَانَ اللهِ.قَالَتْ عَائِشَةُ وَاجْتَذَبْتُهَا إِلَيَّ فَقُلْتُ تَتَبْعِي بِهَاأَثَرَا لدَّمِ

“Hendaklah dia mengambil sepotong kapas atau kain yang diberi minyak wangi kemudian bersucilah dengannya. Wanita itu berkata: “Bagaimana caranya aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah bersucilah!” Maka ‘Aisyah menarik wanita itu kemudian berkata: “Ikutilah (usaplah) olehmu bekas darah itu dengannya (potongan kain/kapas).” (HR. Muslim: 332)

Apakah yang dimaksud bekas darah itu?

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata (1/628): “Jumhur ulama berkata (bekas darah) adalah farji (kemaluan).” Beliau berkata (1/627): “Diantara sunah bagi wanita yang mandi dari haid adalah mengambil minyak wangi kemudian menuangkan pada kapas, kain atau semacamnya, lalu memasukkannya ke dalam farjinya setelah selesai mandi, hal ini disukai juga bagi wanita-wanita yang nifas karena nifas adalah haid.” (Dinukil dari Jami’ Ahkaam an-Nisaa’: 117 juz: 1).

Jadi, sunah bagi wanita untuk mengusap kemaluan dengan kapas yang telah dituangkan wewangian (minyak wangi) setelah selesai tahap-tahap awal mandi hingga mengguyur seluruh badan dengan air.

Berusahalah memastikan air yang diguyur sampai ke kulit kepala kita. Sebagaimana Syaikh Mushthafa Al-’Adawy berkata: “Wajib bagi wanita untuk memastikan sampainya air ke pangkal rambutnya pada waktu mandinya dari haid baik dengan menguraikan jalinan rambut atau tidak. Apabila air tidak dapat sampai pada pangkal rambut kecuali dengan menguraikan jalinan rambut maka dia (wanita tersebut) menguraikannya-bukan karena menguraikan jalinan rambut adalah wajib-tetapi agar air dapat sampai ke pangkal rambutnya, Wallahu A’lam.” (Dinukil dari Jami’ Ahkaam An-Nisaa’ hal: 121-122 juz: 1 cet: Daar As-Sunah).

Maka wajib bagi wanita apabila telah bersih dari haidh untuk mandi dengan membersihkan seluruh anggota badan, minimal dengan menyiramkan air ke seluruh badannya sampai ke pangkal rambutnya.

Berikut adalah ringkasan dari penjelasan di atas:

  1. Ambil air dan sabun, kemudian berwudhu’ dan membaguskan wudhu.
  2. Menyiramkan air ke atas kepalan lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air dapat sampai pada tempat tumbuhnya rambut. Dalam hal ini tidak wajib untuk menguraikan jalinan rambut kecuali jika dengan menguraikan rambut akan dapat membantu sampainya air ke kulit kepala.
  3. Siram air ke seluruh badan tanpa terkecuali.
  4. Ambil secarik kain atau kapas (atau semisalnya) lalu diberi minyak wangi kasturi atau semisalnya kemudian diusapkan ke bekas darah (kemaluan) dengannya.

Wallahu a’lam

(zafaran/muslimahzone.com)

Leave a Reply

musa hafidz cilik
Meski Menjadi Peserta Terkecil, Musa Berhasil Meraih Juara 3 di Hifzil Qur’an Internasional
rumah-siyono
Trauma Serangan Densus 88, Murid RA Amanah Umah Mengira Tiang Kamera Wartawan Adalah Senjata
2-kids
TK Baru di Inggris Ajarkan Baca Al-Qur’an dan Mempelajari Islam
diskusi publik MHTI
Maraknya LGBT di Kampus, Lajnah Mahasiswi MHTI Mengadakan Diskusi Publik
Rajab
Ini Adalah Rajab
puzzle
Bagaimana Seorang Muslimah Bergaul Dengan Rekan-Rekan yang Tidak Berjilbab?
bunga bagus
Apakah Mantan Mertua Adalah Mahram Bagi Anak Perempuan
sahabat-nabi
Kemuliaan Para Sahabat Rasulullah
rumput
Rasulullah Lebih Berharga Daripada Sejumput Sampah Keduniaan
muslimah
Surga Masih Terasa Jauh
bu fida
Begitu Luar Biasanya Istri Almarhum Siyono
11675958-asian-muslim-couple-man-and-woman-praying-at-home
Kesetiaan terhadap Suami
rumah tangga surga
Berusaha Menggapai Rumah Tangga Surga
taat suami
Ta’ati Suamimu, Surga Bagimu
backspace
Bosan Dengan Pasangan, Ini Solusinya
wedding-gown
Teguran bagi Yang Bermewah-mewah dalam Walimah
keluarga-islami-2
Rumahku Madrasahku
kejujuran anak
Jujurlah Nak, Walau Kau Salah
bayi lucu
Wariskanlah Hal ini Kepada Anak Kita
adab baik
Hak Anak Dalam Adab yang Baik
book_pages_flower_mood
Menjadi Perempuan Berharga
love
Kenapa Remaja Saling Jatuh Cinta?
alat-make-up
Berhias, Takut Tak Laku?
MINOLTA DIGITAL CAMERA
Apakah Kita Sudah Beriman?
langit
Senyuman Langit
tahun-gajah-burung-ababil
Menunggu Allah Menurunkan ‘Burung Ababil”
muhammad
Apa Yang Membuatmu Marah Wahai Rasulullah?
nusaibah
Meneladani Pengorbanan Seorang Wanita Perkasa, Nusaibah
sleeping-child
Posisi Tidur yang Tidak Diperbolehkan Rasulullah
Daun-Pepaya
Dibalik Pahitnya Daun Pepaya
es-batu
Cara Mudah Mengecilkan Pori-Pori Wajah
hidup
Menjaga Kesehatan Rahim Dengan Memilih Makanan
es-batu
Cara Mudah Mengecilkan Pori-Pori Wajah
bayi tidur nyenyak
Agar Bayi Bunda Tidur Nyenyak
Dapur-Bersih-dan-Sehat
Menjaga Dapur Agar Tetap Sehat
bening
Rahasia Kecantikan Alami Wanita Muslimah
roti nutela
Strawberry Nutella French Roll
Resep-bubur-jagung
Bubur Jagung Manis dan Gurih
Resep-bakwan-jamur-masakan-lezat
Bakwan Jamur Gurih Kriuuk
kue cubit
Resep Kue Cubit Enak dan Lembut