Sudah Terpenuhikah Syarat Amal Baik Kita?

Muslimahzone.com – Setiap manusia tentu ingin perbuatannya tidak bernilai sia-sia. Apalagi bagi seorang Muslim. Kesempatan hidup yang Allah berikan di dunia tentulah bukan sekedar main-main untuk menghabiskan jatah usia, harus ada target yang ingin dicapai. Dan cara  yang ditempuh untuk mencapai target tersebut.

Sederhana saja sebenarnya ketika perbuatan kita ingin bernilai sebagai amalan baik di sisi Allah. Hanya membutuhkan dua syarat. Ketika keduanya terpenuhi maka sempurnalah perbuatan itu sebagai amal baik. Hanya saja memang membutuhkan kesungguhan untuk menjalaninya karena godaan setan akan selalu hadir menemani langkah manusia. Apa saja sebenarnya syarat tersebut? Berikut penjelasannya.

Syarat pertama, niat yang ikhlas. Niat, kendati tempatnya di dalam hati namun memiliki peranan penting dalam mewujudkan nilai bagi sebuah perbuatan. Tentu akan berbeda seseorang yang melakukan amal dengan niat karena Allah dan tidak dengan niat karena Allah. Misalnya, ketika seseorang memberikan uangnya untuk sedekah dengan niat ikhlas semata-mata untuk mendapatkan pahala dan seseorang yang sedekah karena ingin dianggap sebagai dermawan oleh orang lain. Allah akan mencatat perbedaan niat ini dengan balasan yang berbeda pula walaupun aktifitasnya sama yaitu bersedekah.

Syarat kedua, cara yang benar. Niat yang ikhlas saja tidak cukup sehingga perbuatan menjadi sebuah amal baik jika belum menyertakan cara yang benar. Cara yang benar di sini yakni cara yang sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Sebagai umatnya, sudah seharusnyalah seorang Muslim menjadikan beliau sebagai teladan. Jika bukan beliau, lalu siapa lagi yang kita akan ikuti?

Kedua syarat inilah yang akhirnya menjadi standar ketika kita ingin beramal. Keduanya laksana dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Tidak memenuhi salah satunya, maka amalan baik tidak bisa disebut sebagai amalan baik. Bersedekah dengan niat karena Allah namun dengan uang hasil korupsi misalnya, ini bukan amalan baik. Menutup aurat dengan hijab syar’i namun dengan niat agar terlihat lebih cantik dan anggun, ini juga bukan amalan baik.

Al Fudhail bin ‘Iyadh tatkala menjelaskan mengenai firman Allah,

لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al Mulk: 2), beliau mengatakan, “yaitu amalan yang paling ikhlas dan showab (mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).”

Lalu Al Fudhail berkata,  “Apabila amal dilakukan dengan ikhlas namun tidak mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, amalan tersebut tidak akan diterima. Begitu pula, apabila suatu amalan dilakukan mengikuti ajaran beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam namun tidak ikhlas, amalan tersebut juga tidak akan diterima. Amalan barulah diterima jika terdapat syarat ikhlas dan showab. Amalan dikatakan ikhlas apabila dikerjakan semata-mata karena Allah. Amalan dikatakan showab apabila mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rojab Al Hambali, Darul Muayyid, cetakan pertama, 1424 H).

Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Suatu amalan tidak akan sempurna (tidak akan diterima, pen) kecuali terpenuhi dua hal:

  1. Amalan tersebut secara lahiriyah (zhohir) mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini terdapat dalam hadits ‘Aisyah ‘Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.
  2. Amalan tersebut secara batininiyah diniatkan ikhlas mengharapkan wajah Allah. Hal ini terdapat dalam hadits ‘Umar ‘Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat’.”

(Jami’ul Ulum wal Hikam, hal. 20)

Maka, sertakan selalu amal kita dengan dua syarat ini, insya Allah perbuatan kita tidak menjadi sia-sia laksana debu yang beterbangan. Semoga Allah senantiasa menjaga kita dalam rahmat-Nya dan memudahkan kita dalam melangkah di jalan-Nya. Aamiin

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub
Peran besar muslimah dalam dakwah Islam
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Allah SWT ‘Menyadap’ Kita
Neraka Jahannam Sepanjang Hidup, Surga Sepanjang Hidup
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Kenapa Anakku Susah Banget Sih Disuruh Sholat?
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin