Senandung Al-Quran dalam Asuhan Bunda

MuslimahZone.com – Ketika dalam rahim bunda anak sudah terbiasa mendengar lantunan ayat-ayat Al-quran, maka saat anak sudah terlahir ke dunia jangan berhenti bersenandung, lanjutkanlah bunda.

Kewajiban hadhonah (pengasuhan) sudah dimulai sesaat anak keluar dari rahim bunda. Saat itulah pengasuhan wajib tertunaikan. Berpayah-payah melahirkan, merasakan puncak kesakitan diiringi harap-harap cemas tingkat tinggi, terbayar sudah dengan kelahiran sang buah hati. Jeritannya serasa senandung indah yang berbalas dan membuat tenang seluruh jiwa dan raga . Saatnya mempersiapkan diri memberikan pengasuhan dan pendidikan terbaik. Saat setelah dimandikan, dipakaikan baju dan selimut hangat, sang ayah melantunkan azan dan iqomah, pertanda kalimat pertama kali yang didengar sang bayi adalah lafadz thoyyibah yang merangsang seluruh saraf dengar dan saraf otak anak.

Pendidikan pun dimulai, buaian adalah tempat pendidikan pertama dan utama, begitu ungkapan masyhur di kalangan kaum muslimin :
“Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahad”

Mulailah ibu menyusui, dengan perjuangan yang luar biasa demi melekatkan dua naluri kasih sayang antara anak dan ibunda. Ada anak yang langsung nyantok menghisap air susu ibunya dengan mudah, namun seorang ibu walau merasakan sakitnya pertama kali puting susunya dihisap, tetap bersabar dan penuh cinta memotivasi bayinya untuk menghisap lebih banyak nutrisi bergizi luar biasa ini. Ada juga bayi yang dengan susah payah mendapatkan ASI karena mulut kecilnya sedikit sulit meraih puting ibunya namun tetap berjuang dan ibu yang sholehah tidak akan membiarkan bayinya berjuang sendiri, membantu sampai bisa dan akhirnya bayi pun menikmati kenyamanan yang tiada tara, demikian pula sang ibunda.

Naah…moment menyusui ini adalah moment yang paling tenang dan tepat bagi bunda untuk bersenandung membacakan ayat-ayat Al-Quran dari lisan bunda yang mulia dan agung sebagai posisi IBU. Menyusui bisa sampai 1 jam bahkan 2 jam kan? Tentunya sayang sekali bila moment itu terlewati kalau hanya dibawa diam atau melamunkan masalah. Alangkah cerdasnya bunda bila ayat-ayat al-Quran tersebut diperdengarkan dengan baik saat menyusui bayinya hingga dia tertidur.

Masih ingatkan kisah ibunya Husen Tabataba’i, beliau berwudhu dulu sebelum menyusui kemudian selama bayinya dalam dekapannya dia bacakan Al-Quran. Hebatnya bundanya Husen, dia penghafal Quran dan tidak memerlukan mushaf saat membaca AlQuran ketika menyusui. Bagaimana bagi bunda yang sedikit hafalannya ? Bacakan saja sepotong ayat atau surat pendek yang bunda hafal, baca berulang-ulang, nanti setelah selesai nifas, bunda bisa pegang mushaf sambil menghafalkan juga. Proses seperti ini bisa dioptimalkan hingga usia menyusui 2 tahun, saat menyusui dan saat anak hendak tidur.

Kita dibuat takjub oleh Fajar, seorang anak yang masih sangat belia hafal Al-Quran 30 juz padahal dia lumpuh otak (cerebral Parsy). Luar biasa ibunya yang berupaya keras menjadikan Fajar seorang hafidz Al-Quran. Saat Fajar lahir prematur tinggal di rumah sakit 1 bulan dalam inkubator, saat itulah sang ibu menitipkan kaset murottal kepada perawat untuk didengarkan di telinga Fajar kecil sampai pulang dari rumah sakit. Ide ibu Fajar ini adalah ide brilian yang jarang terpikirkan oleh ibu yang lain saat menghadapai anak prematur dalam inkubator di Rumah Sakit. Begitu yakinnya sang ibu akan Al-Quran mampu memulihkan keadaan putranya dan segera pulang ke rumah. Fajar diketahui lumpuh otak di usia 1 tahun, namun ibunya adalah guru privat langsung yang mengajarkan Al-Quran dan menanamkan benih-benih cinta Al-Quran hingga berusia 4,5 tahun. Setelah itu Fajar dibantu oleh seorang guru tahfidz di rumah hingga hafal 30 juz. Luar biasa bagaimanakah dengan anak kita yang normal ? tentu potensi untuk itu lebih besar dengan semangat besar sang bunda.

Pengasuhan anak adalah fardhu dimana anak tidak boleh celaka dan terlantar, karena pengasuhan merupakan pemeliharaan jiwa anak yang diwajibkan oleh Allah. Dalam pengasuhan ini pasti tidak terlepas upaya untuk mendidik anak agar pengasuhan itupun dimudahkan. Maka Al-Quran yang didengarkan di telinga anak akan melembutkan hati dan membuat tentram jiwa, tidak hanya bagi anak terlebih lagi bagi ibunda yang tengah mengarungi kesabaran membesarkan anak-anaknya. Pernahkan bunda ketika berada dalam puncak kesulitan dalam mengendalikan anak, bersabar untuk tidak kesal tapi memeluknya dan mencoba membacakan ayat-ayat Al-quran dan tidak lama kemudian anak berhenti ngadatnya yang pada akhirnya mengalami ketenangan dan mau mengerti keadaan. Itulah luar biasanya pengasuhan anak di bawah bimbingan wahyu, kelak anak akan mudah diarahkan kesholehannya dan Allah mudahkan dalam mendidiknya.

Saat proses menyusui mulai berkurang, kita bisa mengajak anak usia 6 bulan hingga 1 tahun untuk sama-sama mendengarkan Al-Quran, mungkin kalau diberikan mushhaf akan dirobek-robek, tentunya tidak efektif, lebih baiknya adalah dibacakan dari lisan kita, buat target perhari. Ada yang menyarankan 15 kali sehari ada juga yang kurang dari itu dan ada pula yang lebih, yang penting anak bisa mendengarkan dan diutamakan untuk fokus. Hal ini bisa dilakukan sambil mendandani anak, mengajaknya pergi naik motor ke pengajian, sepanjang perjalanan sama-sama bersenandung Al-Quran atau ketika naik angkot dalam perjalanan kaki dan sebagainya. Membaca Al-Quran itu mudah kok dan sangat ringan.

فَٱقْرَءُوا۟ مَا تَيَسَّرَ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ

“…….Maka bacalah apa yang mudah olehmu dari Al-Quran…. “ (Al-Muzammil : 20)

Wallahu a’lam bishshowab.

Oleh: Yanti Tanjung

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Allah SWT ‘Menyadap’ Kita
Level Fardhu Kifayah
Hukum Menghina Ulama
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Republik Hoax
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Contoh Saja (Masih) Belum Cukup
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin