Sebuah Renungan Kehidupan

renungan hidup

Muslimahzone.com – Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib ra. berkata, “Wahai Anak Adam, janganlah Engkau senang dengan kekayaan, dan putus asa dengan kemiskinan. Jangan bersedih dengan ujian, dan senang dengan kemewahan. Sesungguhnya, emas harus ditempa dengan api. Hamba yang shalih harus ditempa dengan ujian. Sungguh, Engkau tak akan selalu meraih apa yang Engkau inginkan, kecuali dengan cara meninggalkan apa yang menjadi ambisi [keinginan]-mu. Engkau pun tak kan sampai pada apa yang Engkau harapkan, kecuali dengan bersabar terhadap apa yang tidak Engkau sukai. Kerahkanlah seluruh kemampuanmu untuk mengurus apa yang diwajibkan kepadamu.”


Sungguh luar biasa, ujian demi ujian yang sering kali membuat kita sedih, justru merupakan tempaan yang Allah sengaja berikan untuk meningkatkan derajat kita. Karena tak pernah ada kilau emas yang begitu memesona, jika bukan karena tempaan. Begitu juga tak kan pernah ada kemuliaan orang Shalih, tanpa ujian demi ujian yang dilaluinya.

Manusia memang selalu terpenjara oleh pikirannya sendiri. Bagaimana tidak? Sedih dan senang lahir dari pikiran kita. Orang merdeka bisa menjadi budak, karena diperbudak oleh ketamakan [ambisi]-nya. Sebaliknya, budak bisa menjadi orang merdeka, juga karena dimerdekakan oleh ke-qana’ah-annya.

Maka, Sayyidina ‘Ali memberi resep, “Sungguh, Engkau tak akan selalu meraih apa yang Engkau inginkan, kecuali dengan cara meninggalkan apa yang menjadi ambisi [keinginan]-mu.”

Semakin besar ambisi, keinginan dan harapan, maka semakin tinggi potensi kekecewaannya. Agar tidak kecewa, tidak sedih dan meratapi kegagalan, maka apa yang menjadi ambisi itulah yang seharusnya ditinggalkan. Dengan cara seperti itu, dia akan “merdeka”. Tetapi, jika ingin meraih ambisi, karena memang harus diraih, maka caranya, kata Sayyidina ‘Ali, “Bersabar terhadap apa yang tidak Engkau sukai.”

Menapaki satu demi satu, menyusuri langkah demi langkah, onak dan duri, berbagai cara dan strategi, semuanya dilalui dengan sabar, meski itu semua tak disukai. Namun, dengan bersabar, semuanya bisa dilalui, sampai benar-benar terwujud..

Namun, yang terpenting dari semuanya itu adalah mengerahkan seluruh kemampuan untuk mengurus apa yang menjadi kewajiban. Karena, terkadang seseorang mengejar ambisi yang mubah, sementara yang wajib diabaikan, bahkan ditinggalkan. Begitu gagal, maka dia akan mendapatkan dua kali kegagalan. Pertama, gagal mewujudkan ambisinya yang mubah. Kedua, gagal, karena meninggalkan kewajiban.

Tetapi, jika dia memberi perhatian penuh pada kewajibannya, meski terkadang ambisi hidupnya tak terwujud, dia tetap beruntung. Karena, tidak ada satupun yang dia abaikan, apalagi ditinggalkan.

Semoga kita senantiasa meraih bisa istiqamah dalam apapun kondisinya, dan dicatat sebagai hamba-hamba-Nya yang selalu beruntung, karena tak satu pun kewajiban yang kita abaikan, apalagi kita tinggalkan. Aamiin.

KH. Hafidz Abdurrahman

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

tito-karnavian
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
sosmed-dipantau
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
kin-4
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
jokowi-di-iran
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
parfum
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
menyadap
Allah SWT ‘Menyadap’ Kita
fardhukifayah
Level Fardhu Kifayah
menghina ulama
Hukum Menghina Ulama
Rizki-Semut
Rizki di Tangan Allah
Bandul-Kehidupan
Pada Suatu Titik
empty_long_road_at_sunset-wide
Mencari Jalan Pulang
hoax
Republik Hoax
sepatu jodoh
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
istri 2
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
shaum
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
cinta_love
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
tauhid anak
Aku Peduli Iman Anakku
The sleeping boy
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
menghafal-alquran
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
gosok-gigi
Contoh Saja (Masih) Belum Cukup
cyber army 2
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
kebun anggur
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
bani umayyah
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
isteri taat
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
wahyu alquran
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
air-mentimun
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
popok-bayi
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
nangka
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
minum
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
membaca-buku
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
pangsit-kuah
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin