Saat Masjid Jadi Jantung Peradaban

Sunset over the Sultan Ahmed Mosque (Sultanahmet Camii) or Blue Mosque, Istanbul, Turkey. Built from 1609 to 1616 during the rule of Ahmed I.

Muslimahzone.com – Mari sejenak kita terbang ke abad ke-15, saat itu Eropa masih berada di penghujung abad gelap, yang mana sebagian besar masyarakatnya masih mempercayai takhayul dan cerita bohong. Saking percayanya, mereka sanggup membakar seorang wanita atau mengubur hidup-hidup seorang lelaki hanya karena dakwaan mereka “dirasuki setan”.

Pada abad ke-15 tepatnya tahun 1470, berdiri sebuah Masjid megah di tengah kota Konstantinopel yang diganti namanya menjadi Islambul (sekarang Istanbul) oleh Muhammad Al-Fatih. Kelak Masjid ini akan dikunjungi pada tahun 1540 oleh Nicolas de Nicolay, geografer istana Raja Francis I, lalu ia berkomentar:

“Masjid yang terindah dan yang paling berlimpah adalah Masjid Fatih, yang memiliki pemasukan tahunan sekitar 60.000 ducats. Sekelilingnya lalu lalang para imam dan ulama, dan sebagai tambahannya, sekitar 200 bangunan berkubah berlapis timbal, juga bangunan yang menyediakan makanan bagi pengunjung dari semua jenis etnis dan agama. Para pengunjung yang melewati kota ini dapat tinggal di sini dengan pelayan-pelayan mereka tanpa membayar apapun. Di luar tembok pembatas kompleks Masjid tersedia 150 rumah lain yang diperuntukkan pada kaum papah di kota itu. Bagi para pengungsi yang tak berdaya diberikan satu akce sehari dan roti yang cukup bagi mereka. Hanya saja, di sana orang-orang miskin enggan hidup dengan cara meminta-minta, sehingga bangunan-bangunan untuk kaum papah ini banyak yang tak ditempati, dan uang yang bisa dihemat karenanya, didistribusikan ke seluruh rumah sakit yang ada di kota”

(Keterangan, 1 ducats = 3.5 gram emas, 40 akce = 1 ducats)

Masjid itu adalah Masjid Fatih, atau Fatih Kulliyesi, dan zaman itu adalah zaman Kesultanan Utsmaniyyah yang dipimpin oleh Khilafah Abbasiyah.

Lihatlah bagaimana ketika Islam diterapkan secara sempurna oleh sebuah kekuasaan, maka menjadilah apa yang disampaikan oleh Imam Ghazali.

“Agama dan kekuasaan itu adalah saudara kembar, bagi agama layaknya asas, dan kekuasaan adalah penjaganya, yang tidak ada asas akan hancur dan yang tak ada penjaga akan hilang”

Ketika Islam diterap secara utuh, maka jantung peradaban manusia adalah Masjid, nyawanya adalah tauhid, dan tiangnya adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Saat itu sudah berlalu 800-an tahun sejak Rasulullah mencontohkan bahwa Masjid adalah pusat peradaban, namun ianya selalu segar dalam ingatan para sultan, dan juga para Khalifah untuk senantiasa megingat dan mengamalkan apa yang Rasulullah contohkan.

Namun begitu Islam ditinggalkan pada 1924, semuanya berubah. Islam dianggap hanya urusan individu, dan ditolak untuk mengatur masyarakat dan negara. Kita lebih percaya pada sistem manusia yang diimpor dari penjajah, dan kerusakannya sangat parah.

Sekarang, siapa yang kita contoh? adakah Masjid masih menjadi jantung peradaban bagi ummat? Atau hanya tempat yang tidak ada bedanya seperti agama lain yang dikunjungi seminggu sekali?

Pertanyaan yang wajib kita tanyakan juga adalah, apakah bagi kita Rasulullah hanya tokoh sejarah yang diceritakan tapi tidak ditiru dan diteladani? Termasuk dalam mengatur negara dan masyarakat?

Kita perlu perubahan, dan perubahan itu adalah kembali kepada Islam, kembali menerapkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, kembali pada syariat Allah, dan Khilafah, kepemimpinan yang dicontohkan Nabi dan sahabatnya ridwanullah alaihim.

Akhukum,
@felixsiauw

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

mendidik-anak
“Untuk Mendidik Seorang Anak, Butuh Orang Sekampung”
bahaya-smartphone
Waspadai Masalah Kesehatan Akibat Ketergantungan Smartphone!
aksi-bela-islam
Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 Resmi dari GNPF MUI
irena-handono
Terkait Penistaan Al-Qur’an, Umi Hj. Irena Handono Menulis Surat Terbuka Untuk Presiden dan Kapolri
israel-kebakaran
Kebakaran di Israel dan Tafsir Surat Al-Fajr
arisan
Hukum Arisan Dalam Islam
memukul
Kebolehan Memukul Istri dan Anak Sebagai Ta’dib
pasar-islam
Mal dan Fasilitas Dagang dalam Islam
kebakaran-israel
Hikmah Dibalik Kebakaran Dahsyat di Israel
memuji
Bolehkah Memuji Seseorang?
firaun
Azab Bagi Mereka yang Meniru Perilaku Fir’aun
sajada-arifin
Oase Hati
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
bunga-layu
Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka
keluarga-islami-2
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan (Part 2)
keluarga-sakinah
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan
anak-lucu
Kebutuhan Memahami Anak Usia Dini
mencium-bayi
Ini Alasan Sebaiknya Tidak Mencium Bibir Anak
kejujuran-anak
Mengokohkan Kejujuran Dalam Diri Anak
anak-laki-laki
Membangun Karakter Anak Laki-Laki
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
sepatu
Karena Ukuran Kita Tak Sama
muslim-ummah
Ilmu Sanad, Hanya Dimiliki Umat Islam
fetih1453_15
Shalat Jum’at di Jalanan Bid’ah ? Mari Tengok Sejarah !!
cosmos-chocolate
Wanita dengan Kataatan Seharum Parfum
profil-muhaimin-iqbal
The Age of Deception
obesitas
Apa yang Menjadi Penyebab Obesitas?
kentut
Sering Kentut, Ini Penyebab, Diagnosa dan Pencegahannya
perut-keroncongan
Perut Keroncongan Belum Tentu Karena Lapar
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
menghafal alquran
Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin
klepon
Klepon Yummy