Ramadhan, Belajar, dan Sabar

sabar

MuslimahZone.com – Umumnya kita belajar itu dari orang, ada gurunya. Tetapi dalam subjudul ini saya menulis, belajar dari bulan, yakni Ramadhan. Memangnya kita bisa? Itu bergantung persepsi aja sih. Toh, kita juga kadang dapat pelajaran dari kesalahan kita, bisa belajar dari momen ibadah haji, momen Idul Fitri, momen terkait peristiwa musiman lainnya macam ajang world cup atau tradisi mudik. Nah, yang dimaksud belajar dari Ramadhan adalah bagaimana kita mengambil hikmah dari adanya bulan Ramadhan sebagai proses pembelajaran kita dalam kehidupan ini.

Bulan Ramadhan adalah bulam mulia. Di dalamnya banyak barokah dan ketika kita beramal shalih akan mendapatkan pahala berlipat ganda selama kita ikhlas dan benar caranya ketika melaksanakan amal shalih dan ibadah di dalamnya. Lalu apa makna belajar?

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), asal kata belajar itu dari ajar yang bermakna petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui atau diturut. Sementara arti kata belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Bisa juga makna belajar adalah berlatih. Selain itu, masih menurut KBBI, belajar itu bermakna berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.

Islam juga memandang bahwa belajar itu selain kewajiban juga memiliki keutamaan. Itu sebabnya, orang yang berilmu tak mungkin bisa begitu saja pintar tanpa belajar. Maka dalam Islam belajar amat penting. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS al-Mujaadilah [58]: 11)

Jika melihat definisinya, ketika kita belajar dari Ramadhan, maka yang bisa kita pahami adalah bagaimana kita berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu dari Ramadhan. Kita juga bisa mencoba untuk mengubah tingkah laku kita tersebab oleh pengalaman yang kita dapatkan selama Ramadhan.

Ramadhan ini ibarat tempat berlatih bagi kita untuk menahan hawa nafsu. Jika di luar Ramadhan mata laki-laki sering jelalatan kalau melihat perempuan, atau yang perempuan tidak bisa menahan pandangan kalau melihat makhluk ganteng dan cool, maka di bulan Ramadhan kita semua bisa belajar untuk tidak sembarangan melemparkan pandangan. Kita jadi berhati-hati karena takut puasa kita sia-sia gara-gara tidak bisa menahan hawa nafsu. Inilah satu pelajaran yang bisa kita dapatkan dari Ramadhan.

Bagaimana dengan nafsu jasmani? Di bulan Ramadhan kita dilarang makan dan minum di siang hari. Itu sebabnya, kita belajar untuk menahan diri dari makan dan minum yang mungkin biasa kita lakukan sesuka kita di bulan selain Ramadhan. Bisa jadi apa saja kita jejalkan ke mulut kita saking nafsunya. Tetapi di bulan Ramadhan kita belajar untuk mengendalikan nafsu makan dengan cara hanya makan di waktu sahur dan berbuka saja. Itu artinya kita memberi kesempatan kepada pencernaan kita untuk tidak ‘menggerus’ makanan sepanjang hari. Ada waktu istirahat bagi lambung dari kerja keras menggiling makanan yang masuk. Ini pelajaran berikutnya dari Ramadhan.

Bulan Ramadhan ini istimewa. Ibadah dan amal shalih yang kita kerjakan dengan ikhlas dan caranya benar akan diganjar pahala yang besar. Manfaatkan ‘bulan bonus pahala’ ini, jangan sampai terlewat begitu saja. Allah telah memberikan kemudahan bagi hamba-Nya untuk memperoleh jalan-jalan yang dapat mengangkat derajat seseorang dan meleburkan dosa-dosanya.

Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya al-Quran, dibukakannya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, dibelenggunya setan sebagaimana yang Allah terangkan dalam hadits qudsi:

كل عمل ابن آدم له الحسنة بعشر أمثالها إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به

“Setiap amalan anak Adam baginya sepuluh  kebaikan yang semisal dengannya kecuali puasa. Maka sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan memberinya pahala.” (HR Bukhari)

Nah, ini pelajaran berikutnya. Kita bisa memanfaatkan momen spesial. Coba, kalau kita diberi kesempatan untuk belajar di sekolah secara gratis, apa kita mau begitu saja melewatkannya, atau memanfaatkannya? Rasa-rasanya semua orang jika diberi kesempatan emas seperti itu pasti akan memanfaatkannya. Di bulan Ramadhan ini Allah Ta’ala memudahkan kita untuk bisa beramal shalih dan diberikan pahala yang melimpah. Maka, apa alasan kita tak memanfaatkannya?

Selain itu, momen Ramadhan ini kita gunakan juga untuk belajar hal lain. Misalnya, kita harus lebih giat lagi belajar banyak ilmu, di tempat manapun yang ada majelis ilmu. Jangan sampai karena puasa, kita menjadi malas dan bersantai sehingga terjebak dalam rutinitas tanpa manfaat.

Sabar bersama Ramadhan                                                          

Menurut KBBI, sabar itu artinya tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah. Bisa juga berarti tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu. Ini pengertian yang umum kita dapatkan. Bagaimana menurut Islam? Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah “Shobaro”, yang membentuk infinitif (masdar) menjadi “shabran”. Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Sedangkan dari segi istilah (hukum syara’-nya), sabar adalah menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah. Menurut Imam al-Ghazali bahwa sabar itu adalah suatu tegaknya dorongan agama yang telah berhadapan dengan dorongan hawa nafsu.

Nah, dari definisi sabar ini, kita umumnya bisa bersabar di bulan Ramadhan. Misalnya, sabar menunggu buka puasa. Selama menunggu buka puasa tentu kita puasa alias menahan diri dari makan dan minum di siang hari, tidak berkata kotor, menjaga lisan dari ghibah, tidak bertengkar dengan sesama manusia. Itu semua kita lakukan karena kita sabar menjalani ibadah puasa.

Lalu apa saja bentuk-bentuk kesabaran itu? Mengutip dari situs eramuslim.com dijelaskan bahwa para ulama membagi kesabaran menjadi tiga hal; sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar untuk meninggalkan kemaksiatan dan sabar menghadapi ujian dari Allah.

Apa itu sabar dalam ketaatan kepada Allah? Secara tabiatnya, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ditinjau dari penyebabnya, terdapat tiga hal yang menyebabkan manusia sulit untuk sabar. Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah shalat. Kedua karena bakhil (kikir), seperti menunaikan zakat dan infaq. Ketiga karena keduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad.

Kemudian untuk dapat merealisasikan kesabaran dalam ketaatan kepada Allah diperlukan beberapa hal. Pertama, dalam kondisi sebelum melakukan ibadah berupa memperbaiki niat, yaitu keikhlasan. Ikhlas merupakan kesabaran menghadapi duri-duri riya’. Kedua, kondisi ketika melaksanakan ibadah, agar jangan sampai melupakan Allah di tengah melaksanakan ibadah tersebut, tidak malas dalam merealisasikan adab dan sunah-sunahnya. Ketiga, kondisi ketika telah selesai melaksanakan ibadah, yaitu untuk tidak membicarakan ibadah yang telah dilakukannya supaya diketahui atau dipuji orang lain.

Bagaimana dengan sabar dalam meninggalkan kemaksiatan? Ya, meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar, terutama pada kemaksiatan yang sangat mudah untuk dilakukan, seperti ghibah (ngerumpi), dusta, memandang sesuatu yang haram dsb. Karena kecenderungan jiwa manusia, suka pada hal-hal yang buruk dan “menyenangkan”. Umumnya perbuatan maksiat identik dengan hal-hal yang “menyenangkan” seperti pacaran, seks bebas, berzina, dan sejenisnya.

Kita juga harus sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah, seperti mendapatkan musibah, baik yang bersifat materi ataupun inmateri; misalnya kehilangan harta, kehilangan orang yang dicintai dsb.

Nah, di bulan Ramadhan kita bisa sabar bersamanya dalam menjalani ketaatan kepada Allah (melaksanakan ibadah shaum Ramadhan, shalat lima waktu, berbakti kepada orang dan bentuk ketaatan lainnya). Bersama Ramadhan, semoga menjadi momen spesial bagi kita untuk makin sabar dalam meninggalkan kemaksiatan (pacaran dihentikan, ngomongin kejelekan orang lain alias ghibah ditinggalkan, dan bentuk kemaksiatan lainnya). Bersama Ramadhan, adalah juga momen yang tepat untuk tetap sabar menghadapi ujian dari Allah Ta’ala. Subhanallah!

Semoga di Ramadhan ini kita bisa belajar dan mengamalkannya untuk makin lancar ibadahnya, makin giat amal shalihnya, kian taat kepada Allah Ta’ala, berani tinggalkan maksiat dan tetap sabar menghadapi ujian yang diberikan Allah Ta’ala. Tetap semangat raih ridho-Nya. Ayo, manfaatkan Ramadhan untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala.

Sumber: disadur dari gaulislam.com

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

mendidik-anak
“Untuk Mendidik Seorang Anak, Butuh Orang Sekampung”
bahaya-smartphone
Waspadai Masalah Kesehatan Akibat Ketergantungan Smartphone!
aksi-bela-islam
Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 Resmi dari GNPF MUI
irena-handono
Terkait Penistaan Al-Qur’an, Umi Hj. Irena Handono Menulis Surat Terbuka Untuk Presiden dan Kapolri
israel-kebakaran
Kebakaran di Israel dan Tafsir Surat Al-Fajr
arisan
Hukum Arisan Dalam Islam
memukul
Kebolehan Memukul Istri dan Anak Sebagai Ta’dib
pasar-islam
Mal dan Fasilitas Dagang dalam Islam
mencintai-allah
Ya Allah Aku Mencintai-Mu, Walaupun Aku Bermaksiat Kepada-Mu…
kebakaran-israel
Hikmah Dibalik Kebakaran Dahsyat di Israel
memuji
Bolehkah Memuji Seseorang?
firaun
Azab Bagi Mereka yang Meniru Perilaku Fir’aun
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
bunga-layu
Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka
keluarga-islami-2
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan (Part 2)
keluarga-sakinah
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan
anak-lucu
Kebutuhan Memahami Anak Usia Dini
mencium-bayi
Ini Alasan Sebaiknya Tidak Mencium Bibir Anak
kejujuran-anak
Mengokohkan Kejujuran Dalam Diri Anak
anak-laki-laki
Membangun Karakter Anak Laki-Laki
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
sepatu
Karena Ukuran Kita Tak Sama
muslim-ummah
Ilmu Sanad, Hanya Dimiliki Umat Islam
fetih1453_15
Shalat Jum’at di Jalanan Bid’ah ? Mari Tengok Sejarah !!
cosmos-chocolate
Wanita dengan Kataatan Seharum Parfum
profil-muhaimin-iqbal
The Age of Deception
obesitas
Apa yang Menjadi Penyebab Obesitas?
kentut
Sering Kentut, Ini Penyebab, Diagnosa dan Pencegahannya
perut-keroncongan
Perut Keroncongan Belum Tentu Karena Lapar
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
menghafal alquran
Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin
klepon
Klepon Yummy