Puisi Untuk Para Perempuan

puisi

MuslimahZone.com – Menjelang diadakannya Konferensi Muslimah Internasional bertajuk Perempuan dan Syari’ah pada 28/03/2015 mendatang, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia ikut serta mengadakan aksi Kampanye global di berbagai daerah di Indonesia. Acara yang rencananya akan diadakan di 5 negara ini, yaitu Palestina, Tunisia, Turki, United Kingdom, dan Indonesia, mengusung tema ‘Perempuan dan Syari’ah, Memisahkan Realita dari Fiksi”.

Dalam salah satu aksi kampanye tersebut, dibacakan puisi yang begitu menyentuh. Berikut salah satu puisi tersebut:

PEREMPUAN:
MULIA DENGAN SYARIAH
TERHINA TANPA KHILAFAH

Oleh Aisyah Riqqotunnisa Zahra dan Ummu Aisyah

(ANAK PEREMPUAN)

Wahai Ibu
Bolehkah aku bertanya?
Sungguh, aku tak mengerti
Kenapa perempuan sering menangis?

Wahai Ibu
Sungguh, aku tak mengerti
Kenapa teman-temanku pun sering menangis?

Wahai Ibu
Sungguh, aku melihat
Temanku ditemani pembantu
Bahkan ada baby sitter
Boneka dan mainan pun memenuhi isi lemari mereka
Tapi, kenapa teman-temanku masih saja menangis?

Wahai Ibu
Kemanakah Bunda-bunda mereka?
Akan kuceritakan kepada Bunda-bundanya
Sungguh, teman-temanku sangat merindukan Bunda mereka
Seperti aku yang selalu merindukanmu
Seperti aku yang selalu haus kasih sayang dan bimbinganmu
Seperti aku yang ingin bahagia dan ingin hidup bersama denganmu

Wahai Ibu
Aku ingin bertanya
Siapa sebenarnya engkau Ibu?
Siapakah, kami, anak-anakmu di matamu Ibu?

Wahai Ibu
Aku sungguh takut hidup tanpa kasih sayangmu
Aku sungguh takut bila kau tak mendidikku
Aku tak bisa bertemu dengan Sang Pencipta

Aku takut bila kau tak mengarahkanku
Aku tak bisa bertemu rasul tercinta
Aku takut, karena aku kau abaikan
Kau tak selamat dari siksa

Wahai Ibu
Jelaskanlah kepadaku
Apa yang terjadi terhadap kita?

(IBU)

Wahai Anakku Sayang,
Dengarkanlah cerita Ibu

Saat ini
Para Ibu telah menjadi alat baru perbudakan
Para Ibu telah menjadi korban kebiadaban
Digiring untuk tinggalkan kehormatan dan kemuliaan

Lihatlah Anakku,
Para Ibu dituntut berbusana serba minim
Para Ibu dipaksa menjadi objek pengumbar syahwat
Para Ibu berlomba meraup sejumlah rupiah
Karena Bapak pencari nafkah dibuat susah

Keluarga hancur
Generasi broken home
Waktu yang tergadai demi karir
Tangis anak-anak yang kehilangan kasih sayang
Tangis para Bunda yang menahan rindu pada anak-anak mereka
Kehidupan perempuan yang terhina
Itulah yang kau lihat hari ini

Wahai Anakku
Racun sekulerisme menjadikan perempuan lupa arti kebenaran dan kemuliaan
Liberalisme menjadikan para Bunda abai akan kewajiban
Terlena dalam emosi dan gengsi hingga lupa diri
Kian jauh dari syariat juga khilafah

Wahai Anakku
Karena itulah para Bunda sering menangis
Karena itulah teman-temanmu pun masih menangis

Duhai Anakku
Ibu dan Engkau seorang perempuan
Dipandang mulia di sisi syariah
Sama mulia dengan laki-laki bila taat ajaran Ilahi

Tugas kita Duhai Anakku
Ingatkan para Bunda agar tak lupa diri
Kembalikan perempuan kepada fitrah
kembalikan perempuan kepada syariat

Wahai Anakku
Jalankan syariat perempuan kan menjadi mulia
Tanpa khilafah jadi terhina

Ingatlah Wahai Anakku,
Teman-temanmu dan Bunda-bunda mereka kini saling memendam rindu
Air mata mereka masih belumlah kering

Wahai Anakku
Bila kita jalankan syariah dan perjuangkan khilafah
Para Bunda dan teman-temanmu kan bisa kembali tersenyum

Yakinlah Wahai Anakku
Khilafah akan segera kembali menaungi negeri
Perempuan tak kan lagi terhina
perempuan kan kembali mulia

Wahai Anakku Sayang
Ibu di sini selalu bersamamu selalu siap membantumu
Ibu di sini selalu berdoa untukmu
Semoga kau bisa bertemu sang pencipta dan rasul tercinta
Seperti yang kau impikan

Sukabumi, 22 Maret 2015

(fauziya/muslimahzone.com)

Comments (2)

  1. Nur Hasanah
    • Fauziya

Leave a Reply

mendidik-anak
“Untuk Mendidik Seorang Anak, Butuh Orang Sekampung”
bahaya-smartphone
Waspadai Masalah Kesehatan Akibat Ketergantungan Smartphone!
aksi-bela-islam
Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 Resmi dari GNPF MUI
irena-handono
Terkait Penistaan Al-Qur’an, Umi Hj. Irena Handono Menulis Surat Terbuka Untuk Presiden dan Kapolri
israel-kebakaran
Kebakaran di Israel dan Tafsir Surat Al-Fajr
arisan
Hukum Arisan Dalam Islam
memukul
Kebolehan Memukul Istri dan Anak Sebagai Ta’dib
pasar-islam
Mal dan Fasilitas Dagang dalam Islam
kebakaran-israel
Hikmah Dibalik Kebakaran Dahsyat di Israel
memuji
Bolehkah Memuji Seseorang?
firaun
Azab Bagi Mereka yang Meniru Perilaku Fir’aun
sajada-arifin
Oase Hati
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
bunga-layu
Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka
keluarga-islami-2
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan (Part 2)
keluarga-sakinah
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan
anak-lucu
Kebutuhan Memahami Anak Usia Dini
mencium-bayi
Ini Alasan Sebaiknya Tidak Mencium Bibir Anak
kejujuran-anak
Mengokohkan Kejujuran Dalam Diri Anak
anak-laki-laki
Membangun Karakter Anak Laki-Laki
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
sepatu
Karena Ukuran Kita Tak Sama
muslim-ummah
Ilmu Sanad, Hanya Dimiliki Umat Islam
fetih1453_15
Shalat Jum’at di Jalanan Bid’ah ? Mari Tengok Sejarah !!
cosmos-chocolate
Wanita dengan Kataatan Seharum Parfum
profil-muhaimin-iqbal
The Age of Deception
obesitas
Apa yang Menjadi Penyebab Obesitas?
kentut
Sering Kentut, Ini Penyebab, Diagnosa dan Pencegahannya
perut-keroncongan
Perut Keroncongan Belum Tentu Karena Lapar
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
menghafal alquran
Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin
klepon
Klepon Yummy