Perempuan Idaman, Sukses Berkarya Membangun Peradaban

unnamed (24)

MuslimahZone.com – Sukses dan bahagia. Dua kata yang diidamkan setiap orang. Setiap orang ingin meraih kesuksesan dan kebahagiaan. Sayangnya, saat ini makna sukses telah makin sempit. Yaitu hanya sekadar pencapaian financial security. Hasilnya, seluruh perbuatan manusia menjadi berorientasi materi. Begitu pula dalam kehidupan mahasiswi muslim.

Mahasiswi muslim sibuk dengan kegiatan akademiknya, tenggelam dalam setumpuk laporan, berkutat dengan setumpuk diktat, dan berlomba-lomba meraih nilai tertinggi. Tujuannya hanya satu, yaitu, lulus cepat dengan nilai cum laude agar bisa bekerja di perusahaan besar dengan gaji yang tinggi.

Di sisi lain, setiap acara yang bernafaskan enterpreneur membludak peminatnya. Karena mereka berpikir, dengan menjadi enterpreuneur, maka mereka akan meraih kesuksesan. Maka, mahasiswi muslim pun mengalami disorientasi. Menuntut ilmu yang seharusnya bertujuan untuk beribadah, dilakukan semata-mata untuk meraih ridha Allah Swt, telah berbelok arah hanya untuk meraih materi.

Mereka lupa, bahwa Allah Swt adalah Maha Penentu standar sukses dan bahagia. Bahwa, sukses dan bahagia yang hakiki tak sebatas aspek pencapaian materi. Kesuksesan dan kebahagiaan sejati adalah yang mampu menembus batas dunia, yaitu kehidupan akhirat.

Tentu sangat disayangkan, jika potensi mahasiswi nan terpelajar ini hanya untuk perubahan semu. Punya potensi tapi tidak mempunyai peran politik nyata untuk kebaikan umat. Sebabnya, yang mempunyai politik nyata adalah kaum kapitalis borjuis-para liberalis yang telah menyebabkan perempuan lelah bekerja, untuk sebuah fatamorgana. Label the agent of change yang bahkan bukan mustahil menjadi label umum bagi sosoknya, tidak lagi terintegrasi dengan potensi dan semangatnya sebagai para calon ibu.

Dengan segala gemerlap dan prestisius-nya hidup, benarkah sukses dan bahagia pasti menghampiri? Karena itu kawan, mari coba kita perhatikan. Sudah sejauh mana peran kita untuk mengukir prestasi tak hanya sekedar di atas tumpukan kertas skripsi, tesis maupun disertasi? Pernahkah kita sedih, galau, gundah gulana tak karuan, lebih besar untuk memikirkan urusan masyarakat luas dibandingkan ketika dosen belum menjawab SMS kita?

Jika kita masih belum peduli dan sadar, maka bersegeralah. Memang benar, abad milenium adalah abad modern di mana perempuan berpendidikan tinggi bukan sesuatu yang langka. Bukan lagi rahasia bahwa kapasitas berpikir para perempuan telah diperhitungkan dalam peradaban dunia. Kini, insan terdidik dan berpendidikan sungguh telah menjadi sektor vital. Namun cukupkah?

Perempuan sebagai kaum terpelajar yang seharusnya bisa berkiprah dan berkontribusi dalam kemashlahatan umat, tanpa sadar nyatanya telah menjadi komprador para pembuat kebijakan imperialistik. Atau jika tidak terkategori komprador, mereka telah masuk jebakan yang lain, yaitu individualisme. Karena keterpelajarannya hanya digunakan secara pribadi, atas nama prestasi dan prestise semata, serta perut sendiri.

Ada satu pertanyaan yang patut direnungkan: “Siapa kita, jika tidak dengan Islam?” Mari tengok kondisi perempuan pada masa lalu sebelum Islam datang. Perempuan adalah barang yang diperjual-belikan, diwarisi tapi tidak mewarisi, dimiliki tapi tidak bisa memiliki apapun. Perempuan dijual untuk dilacurkan bahkan tidak diberi hak hidup, dibunuh sesaat setelah lahir. Sampai Islam datang mengubah kondisi mereka, dari posisi rendah menjadi tinggi dan bergengsi. Islam memberi mereka kehormatan sekaligus menjaga kehormatan tersebut. Karena itu, kaum Muslimah wajib bersyukur atas anugerah dan pemberian dari Rabbul ‘Izzati ini.

Sebagai bagian dari kaum muslimin, mari kita pahami bersama, bahwa hanya dengan penerapan syariat Islam-lah segala kemaslahatan masyarakat, termasuk perempuan terpelajar, akan terwujud. Di dalam hadits Rasulullah saw, beliau bersabda, “Sesungguhnya, perempuan adalah saudara kembar laki-laki”, ini mengindikasikan bahwa perempuan dan laki-laki berada di bawah aturan syari’ah yang sama, kecuali aturan untuk perbedaan kodratnya sebagai laki-laki dan perempuan. Berdasarkan pandangan ini kita bisa memahami rahasia peran perempuan di bawah penerapan syariat Islam dan kontribusi efektifnya dalam segala aspek kehidupan.Berikut peran perempuan ketika Islam diterapkan secara sempurna.

Kita bisa melihat Khadijah binti Khuwailid ra, perempuan Mukmin pertama setelah Rasul yang meyakini Islam dan mendukung beliau sejak masa kerasulan. Juga ada Sumayyah Ummu Ammar bin Yasir ra, seorang syahidah pertama dalam Islam. Ia syahid karena mengucapkan kalimat kebenaran di hadapan penguasa tiran. Potret perempuan sukses dan maju di masa lalu nampak pula sebagaimana Ummu Imarah ra dan Ummu Mani’ ra. Beliau berdua telah ikut serta dalam suatu peristiwa penting dalam Islam, yaitu Bai’at Aqabah kedua. Partisipasi mereka dalam peritiwa besar ini mengindikasikan peran penting perempuan di dalam kerja politik paling utama yaitu pendirian negara Islam pertama.

Demikian pula saat Rasulullah saw memberi kita contoh terbaik perihal meminta keputusan dan mengambil pendapat mereka. Beliau meminta keputusan Ummu Salamah ra setelah Perjanjian Hudaibiyah, dan ketika umat Islam lambat dalam menanggapi perintah beliau untuk melepas ihram.

Masih ada lagi Asma’a binti Yazid bin Al Sakan ra yang berjuluk juru bicara wanita, telah membunuh sembilan orang tentara Romawi dengan ujung tendanya di perang Yarmuk. Ada pula perempuan yang berpartisipasi dalam menyediakan makanan dan mengobati tentara yang terluka seperti Ummu Athiyyah ra dan Rufaidah Al-Aslamiyyah ra. Demikian halnya Al-Khansa ra, yang telah dimuliakan oleh Allah Swt sebagai ibu dari empat orang anak laki-laki yang syahid dalam bertempur di jalan Allah.

Tercatat pula kisah Al-Shifa’ ra, seorang perempuan yang diminta oleh Rasulullah saw untuk mengajarkan cara membaca dan menulis untuk para perempuan di kota Madinah. Juga Ummul Mukminin, Aisyah ra, sebagai salah satu intelektual muslimah yang mencapai derajat mujtahid, hingga menjadi rujukan pendapat (fatwa) dan para periwayat hadits.

Sesungguhnya hanya negara Khilafah Islamiyyah yang mampu menghadirkan sebuah model pemerintahan yang unik dalam menjamin hak-hak kaum perempuan. Khilafah-lah satu-satunya sistem yang akan membawa perbaikan yang nyata bagi kaum perempuan. Khilafah akan menjauhkan perempuan dari kemiskinan, eksploitasi, perendahan martabat dan ketidakadilan. Sebagai gantinya Khilafah akan memberikan kesejahteraan, keamanan, kehormatan dan keadilan bagi setiap perempuan di seluruh wilayah negara tanpa kecuali. Bukankah sistem ini yang dinanti-nanti oleh semua perempuan, muslim maupun non muslim?

Para perempuan yang berkiprah untuk perubahan dengan tidak menjadikan penerapan syariah Islam dalam Khilafah sebagai jalan dan target perubahan, maka mereka akan merasa lelah dan sia-sia karena perubahan hakiki nasib kalian tidak akan pernah terwujud. Hal ini sebagaimana firman Allah Swt dalam QS. Ar-Ra’du ayat 11: ”…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Kiprah perempuan Muslimah dalam upaya penegakan Khilafah ini telah disambut oleh Allah Swt dalam QS Ali ‘Imran [3] ayat 195: “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain…”.

Karena itu, selayaknya semua perempuan menolak semua sistem buatan manusia – juga sistem demokrasi liberal karena telah nyata cacat dan gagalnya dalam menjamin kebaikan bagi perempuan. Perjuangan untuk memperbaiki nasib kaum perempuan hanya akan menghasilkan kegagalan dan keputusasaan bila jalan yang ditempuh adalah perjuangan kesetaraan gender ala kaum feminis, juga meraih kursi-kursi parlemen dan kekuasaan. Bukan hanya itu, jalan ini juga bertentangan dengan syariat sehingga semua muslimah semestinya menolaknya. Hendaknya kita menjadi perempuan idaman yang diridhai Allah Swt. Yaitu mereka yang sukses berkarya membangun peradaban hakiki.

Nindira Aryudhani  S.Pi., M.Si

(fauziya/islampos/muslimahzone.com)

Leave a Reply

tito-karnavian
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
sosmed-dipantau
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
kin-4
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
jokowi-di-iran
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
parfum
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
menyadap
Allah SWT ‘Menyadap’ Kita
fardhukifayah
Level Fardhu Kifayah
menghina ulama
Hukum Menghina Ulama
Rizki-Semut
Rizki di Tangan Allah
Bandul-Kehidupan
Pada Suatu Titik
empty_long_road_at_sunset-wide
Mencari Jalan Pulang
hoax
Republik Hoax
sepatu jodoh
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
istri 2
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
shaum
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
cinta_love
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
tauhid anak
Aku Peduli Iman Anakku
The sleeping boy
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
menghafal-alquran
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
gosok-gigi
Contoh Saja (Masih) Belum Cukup
cyber army 2
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
kebun anggur
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
bani umayyah
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
isteri taat
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
wahyu alquran
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
air-mentimun
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
popok-bayi
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
nangka
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
minum
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
membaca-buku
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
pangsit-kuah
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin