Perasaan yang Mendahului Pernikahan

bunga sakura

Muslimahzone.com – Dia adalah Khadijah. Seorang wanita terhormat, bangsawan terpandang dari kalangan Quraisy, klan elit di Makkah. Ia berasal dari keluarga yang mempunyai kedudukan dan kemuliaan. Orang di masanya, pasti tahu siapa Khadijah. Mereka mengenal keagungan, kebesaran dan keutamaannya. Wanita pengusaha yang mandiri dan penuh pengorbanan.

Kalau kemudian ia menikah dengan Muhammad, pemuda miskin yang yatim piatu itu, bukan karena tak ada orang yang meminangnya. Telah banyak yang datang kepadanya, dan sebanyak itulah ia tidak bersedia menjadi istri. Padahal mereka adalah orang-orang kaya, orang-orang berpengaruh, orang-orang terhormat, orang-orang dari kalangan bangsawan dan orang-orang yang sangat diperhitungkan di antara kaumnya.

Ia memilih Muhammad karena ia menyukai. Ia memilih Muhammad karena ia tahu akhlak Muhammad yang tinggi dan perilakunya halus. Kepada Muhammad ia mengatakan, “Wahai Muhammad, aku senang kepadamu karena kekerabatanmu dengan aku, kemuliaanmu dan pengaruhmu di tengah-tengah kaummu, sifat amanahmu di mata mereka, kebagusan akhlakmu, dan kejujuran bicaramu.”

Ketika simpati itu ada, dan perasannya menguat, Khadijah mulai berketetapan bahwa Muhammadlah yang paling berhak untuk menjadi suaminya. Sebaik-baik orang yang pantas untuk didampingi dengan kesetiaan penuh dan kecintaan yang dalam adalah Muhammad.

Ketika perasaan itu menguat dan ketetapan sudah bulat, ia menyuruh pembantu laki-lakinya Maisarah untuk memperhatikan gerak-gerik Muhammad. Ia mengirim utusan kepada Muhammad untuk memintanya berangkat ke Syam membawa barang dagangan Khadijah dalam suatu kafilah.

Khadijah menyertakan Maisarah dalam kafilah itu agar dapat memperhatikan gerak-gerik dan tingkah lakunya dari dekat. Sehingga Khadijah memperoleh keterangan dari orang yang benar-benar mengetahui, tidak menurut kabar burung yang belum jelas kebenarannya.

Khadijah kemudian memberanikan diri untuk menawarkan diri kepada Muhammad. Ia berharap Muhammad akan menanggapi pikiran dan perasaannya, tetapi ia tidak melihat tanda-tanda yang menunjukkan hal itu pada diri Muhammad. Ia ingin menjajagi bagaimana sesungguhnya pikiran dan perasaan Muhammad. Karena itu, Khadijah kemudian meminta temannya, Nafisah binti Munayyah, menemui Muhammad.

Di sejumlah buku sirah, kita dapati nukilan percakapan antara Nafisah binti Munayyah dengan Muhammad shallaLlahu ‘alaihi wa sallam yang ketika itu belum menjadi rasul. Saya tidak berani mengutipkan di sini karena percakapan tersebut tidak memiliki sandaran riwayat yang kuat. Karena itu, saya memilih untuk menyampaikan hal-hal pokok terkait peristiwa ini, yakni atas perantaraan Nafisah binti Munayyah, Muhammad shallaLlahu ‘alaihi wa sallam akhirnya berkenan menikah dengan Khadijah al-Kubra. Ketika Muhammad tidak memiliki harta yang cukup untuk disebut besar.

Tepat pada waktu yang telah ditetapkan bersama oleh keluarga dari kedua belah pihak, berangkatlah Muhammad bersama beberapa orang paman beliau, dipimpin oleh Abu Thalib, untuk secara resmi menyampaikan lamaran kepada Khadijah. Ketika masanya tiba, sejarah pun mencatat peristiwa akad nikah yang paling barakah. Tak ada yang lebih barakah dari pernikahan itu sesudahnya.

Begitu kisah pernikahan Siti Khadijah dan Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam. Ada perasaan yang mendahului pada diri Khadijah karena terkesan oleh akhlaknya, kemudian diseriusi dengan usaha untuk mencapai pernikahan. Kelak dari pernikahan ini, lahir manusia-manusia suci yang dimuliakan Allah. Lahir Zainab yang memiliki putri Umamah. Lahir Fathimah yang dari rahim sucinya Allah mengaruniakan keturunan paling mulia, Al-Hasan dan Al-Husain.

Jadi, kalau suatu saat ada rasa simpati yang tumbuh kepada seorang ikhwan, tanyakanlah kesungguhan hati Anda. Jika perasaan itu terus mekar dan memantapkan keinginan untuk menjadi ibu bagi anak-anaknya, periksalah akhlak dan agamanya. Anda bisa mencari seorang Maisarah yang dapat memperhatikan gerak-geriknya dari dekat, sehingga anda mendapatkan informasi mengenai akhlak, agama dan sikapnya dari orang yang memang mengetahui sendiri. Bukan dari cerita-cerita yang tak jelas sumbernya. Anda bisa mengingat kisah percakapan Umar dengan orang yang akan menyampaikan informasi mengenai seseorang.

Kalau Anda telah mendapatkan informasi yang semakin meyakinkan Anda, kini saatnya Anda bisa mencari seorang Nafisah binti Munayyah untuk menjajagi perasaan dan pikiran orang yang Anda harapkan. Seorang wanita yang matang lebih bisa membicarakan masalah-masalah gerak hati wanita dan menyelami pikiran laki-laki. Apalagi kalau sudah mempunyai beberapa anak.*

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

Facebook. Mohammad Fauzil Adhim, Twitter: @Kupinang. Tulisan ini merupakan nukilan dari tulisan lama yang tidak saya publikasikan. Saya tulis sekitar tahun 1996 atau 1997

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

mendidik-anak
“Untuk Mendidik Seorang Anak, Butuh Orang Sekampung”
bahaya-smartphone
Waspadai Masalah Kesehatan Akibat Ketergantungan Smartphone!
aksi-bela-islam
Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 Resmi dari GNPF MUI
irena-handono
Terkait Penistaan Al-Qur’an, Umi Hj. Irena Handono Menulis Surat Terbuka Untuk Presiden dan Kapolri
israel-kebakaran
Kebakaran di Israel dan Tafsir Surat Al-Fajr
arisan
Hukum Arisan Dalam Islam
memukul
Kebolehan Memukul Istri dan Anak Sebagai Ta’dib
pasar-islam
Mal dan Fasilitas Dagang dalam Islam
pertolongan-allah
Pertolongan Allah Kepada yang Menolong Agamanya
cairo
Suara Hati dari Cairo
lidi-umat
Ketika Lidi Umat Bersatu…
mencintai-allah
Ya Allah Aku Mencintai-Mu, Walaupun Aku Bermaksiat Kepada-Mu…
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
bunga-layu
Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka
keluarga-islami-2
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan (Part 2)
keluarga-sakinah
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan
anak-lucu
Kebutuhan Memahami Anak Usia Dini
mencium-bayi
Ini Alasan Sebaiknya Tidak Mencium Bibir Anak
kejujuran-anak
Mengokohkan Kejujuran Dalam Diri Anak
anak-laki-laki
Membangun Karakter Anak Laki-Laki
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
arrayah-212
Kisah Ar Rayah di Aksi Damai 212
salat-jumat-212-diguyur-hujan
Semerbak Harum Saat Hujan Turun Dalam Aksi 212
sepatu
Karena Ukuran Kita Tak Sama
muslim-ummah
Ilmu Sanad, Hanya Dimiliki Umat Islam
mandi-malam
Manfaat dan Resiko Mandi di Malam Hari
profil-muhaimin-iqbal
The Age of Deception
obesitas
Apa yang Menjadi Penyebab Obesitas?
kentut
Sering Kentut, Ini Penyebab, Diagnosa dan Pencegahannya
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
menghafal alquran
Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin
klepon
Klepon Yummy