Peran Muslimah Mujahidah Dalam Perang Yarmuk

muslimah

Muslimahzone.com – Perang Yarmuk terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq radhiallahu’anhu. Perang ini merupakan rangkaian misi penaklukan wilayah Syam dari kekuasaan Romawi setelah tawaran kepada tauhid dan negosiasi damai menemui jalan buntu. Menurut pendapat yang masyhur perang ini terjadi pada tahun 13 Hijriah dan merupakan perang terbesar yang memakan waktu dan energi yang tidak sedikit.

Dalam perang ini pasukan kaum muslimin dipimpin oleh Khalid bin Al Walid radhiallu’anhu, sementara Raja Romawi, Heraclius mengirim saudaranya, Tadzariq sebagai panglima tertinggi pasukan perang mereka. Perang Yarmuk juga menjadi perang terakhir pada masa kepemimpinan Abu Bakar Ash Shiddiq radhiallahu’anhu.

Pasukan Romawi saat itu keluar dengan parade militer yang belum pernah terlihat sebelumnya, jumlah pasukan Romawi sekitar 240.000 personil. Khalid bin Al Walid pun keluar dengan parade militer yang belum pernah dikenal bangsa Arab sebelum itu, meskipun jumlahnya jauh lebih kecil dari keseluruhan pasukan Romawi. Khalid membawa 36 batalion pasukan berkuda, setiap batalion terdiri dari 1000 pasukan. Melihat jumlah pasukan Romawi yang berlipat-lipat itu, salah seorang Nasrani Arab berkata kepada Khalid, “Banyak sekali pasukan Romawi, dan sedikit sekali pasukan muslimin.” Namun Khalid dengan keimanan yang mendalam menyahut, “Celaka kamu, apa kau membuatku takut pada Romawi? Banyaknya pasukan itu karena pertolongan dan sedikitnya pasukan itu karena diabaikan tanpa pertolongan, bukan karena jumlah…”

Begitu penting makna perang Yarmuk bagi kaum Muslimin, hal ini tergambar dalam orasi Khalid bin Al Walid di hadapan pasukannya; “…Hari ini adalah salah satu hari Allah berbangga diri, dan berlaku zalim tidak layak terjadi pada hari ini. Ikhlaskan niat kalian dalam berjihad karena Allah semata, karena hari ini akan memberi efek luar biasa setelahnya. Jika kita berhasil memukul mundur pasukan musuh hingga ke parit yang mereka buat sendiri, kita akan terus memukul mundur mereka, namun jika mereka berhasil mengalahkan kita, kita tidak akan berjaya lagi setelah itu selamanya.”

Seperti peperangan-peperangan sebelumnya, kaum muslimah pun tidak ketinggalan untuk turut andil dalam perang ini, mereka berada pada barisan belakang. Namun demikian, muslimah mujahidah ini memiliki tugas yang unik dan tidak dapat disepelekan. Tugas yang diberikan dengan spesifikasi yang spesial oleh seorang panglima perang sekelas Khalid bin Walid. Sebelum perang berkecamuk, Khalid memberikan instruksi kepada pasukan wanita agar bersiap-siap membawa parang dan tongkat besi. Khalid berkata kepada mereka: “Siapapun di antara pasukan yang kalian lihat melarikan diri, bunuhlah dia!”

Ketika perang sudah berkobar, pasukan wanita ini membunuh banyak sekali pasukan Romawi. Mereka juga memukuli pasukan muslimin yang melarikan diri, mereka berkata: “Kalian mau pergi dan meninggalkan kami untuk orang-orang kafir?” Saat kaum wanita menghalau dengan kalimat yang menghujam jiwa ini, pasukan kaum muslimin yang melarikan diri tidak dapat berbuat apapun selain kembali berperang. Allahu Akbar!

Perang panjang ini pun berakhir dengan kemenangan yang gemilang untuk pasukan kaum muslimin, mereka juga memperoleh harta rampasan perang yang melimpah. Meskipun kesenangan ini tetap tidak sebanding dengan kesedihan mereka atas berita dari Madinah yang mengabarkan bahwa Amirul Mukminin Abu Bakar Ash Shiddiq telah wafat, beberapa waktu sebelum peperangan berakhir. Wallahua’lam.

Referensi: Serial Al Khulafa Ar Rasyidin Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiallahu’anhu, Ismail bin Umar bin Katsir Asy Syafi’i (Al Imam Ibnu Katsir), Penyusun dan Penganalisis Periwayatan Dr. Muhammad bin Shamil AsSulami, Perisai Qur’an, Jakarta: 2012.

(esqiel/muslimahzone.com)

Leave a Reply

tito-karnavian
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
sosmed-dipantau
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
kin-4
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
jokowi-di-iran
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
parfum
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
menyadap
Allah SWT ‘Menyadap’ Kita
fardhukifayah
Level Fardhu Kifayah
menghina ulama
Hukum Menghina Ulama
Rizki-Semut
Rizki di Tangan Allah
Bandul-Kehidupan
Pada Suatu Titik
empty_long_road_at_sunset-wide
Mencari Jalan Pulang
hoax
Republik Hoax
sepatu jodoh
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
istri 2
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
shaum
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
cinta_love
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
tauhid anak
Aku Peduli Iman Anakku
The sleeping boy
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
menghafal-alquran
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
gosok-gigi
Contoh Saja (Masih) Belum Cukup
cyber army 2
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
kebun anggur
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
bani umayyah
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
isteri taat
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
wahyu alquran
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
air-mentimun
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
popok-bayi
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
nangka
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
minum
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
membaca-buku
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
pangsit-kuah
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin