Pengajaran Rasulullah Untuk Menghindari Mencela Anak

A young man brought her doughter to enjoy the evening together, Herat Afghanistan

MuslimahZone.com – Orangtua adalah sumber pendidikan anak yang utama. Bagaimana pola pendidikan orangtua akan menjadi salah satu penentu keberhasilan anak di masa depan, baik dari sisi pemikiran maupun tingkah lakunya.

Dalam buku ‘Tahapan Mendidik Anak Teladan Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam’ karya Jamaal ‘Abdur Rahman, dijelaskan salah satu cara mendidik anak sesuai yang telah dicontohkan Rasulullah yaitu dengan menghindari celaan pada anak. Berikut tulisnya,

Dalam ungkapan bijak disebutkan, sesungguhnya banyak melakukan celaan terhadap anak akan mengakibatkan penyesalan. Teguran dan celaan yang berlebihan akan berakibat anak makin berani melakukan tindakan keburukan dan hal-hal tercela.

Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam adalah orang yang paling menghindari hal tersebut. Beliau tidak banyak melakukan teguran terhadap anak dan tidak pula banyak mencela sikap apa pun yang dilakukan oleh anak. Tidaklah sekali-kali Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam mengambil sikap ini, termasuk dalam menanamkan perasaan punya malu serta menumbuhkan keutamaan sikap mawas diri dan ketelitian yang berkaitan erat dengan akhlak mulia.

Semua sentuhan pendidikan yang begitu tinggi dari Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam pernah dialami Anas r.a yang pernah melayani Rasulullah, sebagaimana diungkapkan melalui hadits berikut:

Aku telah melayani Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam selama 10 tahun. Demi Allah, beliau tidak pernah mengeluarkan kata-kata hardikan kepadaku, tidak pernah menanyakan: `Mengapa engkau lakukan?’ Dan pula tidak pernah mengatakan: ‘Mengapa tidak engkau lakukan?’” (Bukhari, Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan:

Tidaklah sekali-kali beliau memerintahkan sesuatu kepadaku, kemudian aku menangguhkan pelaksanaannya atau menyia-nyiakannya, lalu beliau mencelaku. Jika ada salah seorang dari ahli baitnya mencelaku, justru beliau membelaku: ‘Biarkanlah dia, seandainya hal itu ditakdirkan terjadi, pastilah akan terjadi.’” (Ahmad)

Sehubungan dengan hal ini, barangkali seseorang akan mengatakan, “Seandainya kita bersikap lemah-lembut dan banyak toleran, tentulah anak akan bertambah berani melakukan pelanggaran dan kita tidak bisa mengarahkan atau membimbingnya lagi.” Untuk ini penulis katakan, “Mengapa tidak berbuat kurang ajar, baik Anas, Ibnu `Abbas, Zaid Ibnu Haritsah, dan putranya Usamah Ibnu Zaid, anak-anak Ja`far, anak-anak pamannya, Al-‘Abbas, maupun anak-anak lainnya, yang pendidikan mereka ditangani oleh Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam sehingga mereka menjadi tokoh dan para imam pemberi petunjuk?”

Orang yang tidak menyukai metoda pendidikan yang dilakukan oleh Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam atau memandang bahwa selain metoda Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam ada metoda yang lebih baik, atau ada upaya melakukan perbaikan atau modifikasi atas metoda Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam, tentulah anak seperti Ibnu ‘Abbas tidak akan menjadi seorang Ibnu ‘Abbas bila dididik olehnya, tetapi akan menjadi seorang yang paling buruk perangainya. Demikian pula akan terjadi kegagalan dalam mendidik Usamah atau Anas.

Dalam memberikan pendidikan, Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam telah pula berinteraksi dengan sejumlah pemuda berwatak aneh. Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam pernah berinteraksi dengan seorang pemuda yang datang kepadanya meminta izin untuk berzina, maka beliau memperlakukannya dengan lembut dan cara yang bijaksana sehingga mampu mengganti langkah pemuda itu menuju jalan keselamatan dan taubat.

Beliau pernah berinteraksi dengan para pemuda yang suka membuat keonaran, yaitu mereka yang suka melempari pohon kurma milik orang lain untuk mengambil buahnya yang sudah masak. Demikian pula beliau pernah berinteraksi dengan pemuda Nasrani yang pada saat-saat terakhir dari usia sang pemuda beliau menyerunya untuk masuk Islam. Akhirnya, sang pemuda mau masuk Islam setelah meminta izin kepada orang tuanya yang beragama Nasrani melalui isyarat matanya.

Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam pernah berinteraksi dengan sejumlah orang yang suka berbuat kesalahan, kemaksiatan, dan suka minum khamr, namun pada akhirnya mereka keluar dalam keadaan sadar dan kembali ke jalan yang benar. Hal ini dinyatakan berdasarkan pengakuan mereka sendiri bahwa mereka belum pernah melihat seorang mu’allim (pengajar) pun yang lebih lembut dan lebih baik pengajarannya selain beliau. Masing-masing dari mereka diperlakukan oleh Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam dengan sikap yang lembut dan bijaksana, sehingga hasilnya benar-benar 100% sangat positif.

Akan tetapi memang benar, perbedaannya ialah kita terlalu cepat mengambil keputusan dan sangat tergesa-gesa untuk meraih hasil, tanpa mau bersikap sabar dan telaten, padahal Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam sering berpesan kepada kita untuk bersabar, sebagaimana beliau bersabar dalam mendidik ketiga anak perempuannya dengan telaten dan memperlakukan mereka dengan baik.

Nasihat Al-Ghazali

Al-Imam Al-Ghazali mempunyai nasihat yang sangat berharga untuk para murabbi. Ia mengatakan: “Jangan Anda banyak mengarahkan anak didik Anda dengan celaan setiap saat, karena sesungguhnya yang bersangkutan akan menjadi terbiasa dengan celaan. Akhirnya, ia akan bertambah berani melakukan keburukan, dan nasihat pun tidak dapat mempengaruhi hatinya lagi. Hendaklah seorang pendidik selalu bersikap menjaga wibawa dalam berbicara dengan anak didiknya. Untuk itu, janganlah ia sering mencelanya, kecuali hanya sesekali saja, dan hendaknya sang ibu membantu anaknya hormat pada ayahnya serta membantu sang ayah mencegah sang anak dari melakukan keburukan.” (Ihya `Ulumuddin juz 3).

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

tito-karnavian
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
sosmed-dipantau
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
kin-4
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
jokowi-di-iran
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
risalah-islam
Kewajiban Mempelajari Al Qur’an
cabut alis
Bertujuan Cantik Ternyata Aktifitas Ini Haram
berhutang
Adab Ketika Berhutang
tanda-tanya
Inilah Lelaki Paling Tampan Menurut Riwayat Hadits
pedang 2
Pedang dan Keadilan
sombong
Sombong, Biang Segala Penyakit Hati
akhir zaman
Banyaknya Pembunuhan di Akhir Zaman
amar-maruf
Bersabar Itu Atas Musibah, Bukan Atas Kedzaliman
shaum
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
cinta_love
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
pernikahan-4
Tentang Sebuah Pernikahan
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
The sleeping boy
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
menghafal-alquran
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
gosok-gigi
Contoh Saja (Masih) Belum Cukup
anak-muslimah
Lima Poin Penting Dalam Pendidikan Anak
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
isteri taat
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
wahyu alquran
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Muslim
Ikhtiar Pertama Apabila Seorang Muslim Sakit
mencintai-nabi
Merekalah Orang-Orang yang Mencintai Nabi
popok-bayi
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
nangka
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
minum
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
kenari
Rahasia Dibalik Makanan Ini Untuk Wanita
membaca-buku
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
pangsit-kuah
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin