Pemimpin dan Pengemis

MuslimahZone.com – Sudah tak asing lagi, budaya mengemis merupakan budaya yang telah menjamur di berbagai penjuru dunia dari dulu hingga kini.

Tempat-tempat strategis bagi para pengemis pun berbeda-beda. Di Mesir, misalnya, kebanyakan para pengemis menunggu jama’ah shalat di depan pintu masjid-masjid. Tidak hanya beberapa hari, bahkan setiap hari pasti ada pengemis di sekitar masjid.

Islam sebagai agama yang rahmatan lil’alamiin memiliki pandangan tersendiri tentang budaya mengemis ini.

Kita sebagai umat Islam sepatutnya menghindari budaya mengemis , bukankah masih ada usaha lain yang lebih mulia dari pada mengemis?

Qais bin ‘Ashim, sahabat nabi sekaligus seorang penyair mewasiati putranya, “Jauhilah meminta-minta, sesungguhnya meminta-minta merupakan akhir usaha seseorang.” (Dinukil dari Kitab Bahjat al-Majalis, Ibnu ‘Abdul Barr)

Usaha biasa atau rendahan (yang dibolehkan Islam) itu jauh lebih mulia dibanding meminta-minta.

Bukankah Khalifah ‘Umar bin Khattab telah berkata, “Sebuah usaha biasa itu lebih baik dari pada meminta-minta manusia.” (Manaqib ‘Umar, Ibnu Al-jauzi)

Rakyat jelata yang mengemis karena tidak ada pekerjaan dan kebutuhan, seharusnya merupakan tanggungjawab seorang pemimpin untuk memberikan jalan keluar.

Bukankah di zamanRasulullah Shallallahu ‘alahi Wassallam ada seorang pengemis mendatangi beliau, seorang utusan Allah dan pemimpin. Namun apa yang beliau lakukan, sebagai suri tauladan yang baik beliau memberinya uang yang kemudian beliau memberikan solusi dengan memberinya sebuah kampak untuk mencari kayu. Hal ini menunjukkan bahwa pengemis merupakan tanggungjawab seorang pemimpin.

Walaupun Islam mencela usaha mengemis atau meminta-minta. Di sisi lain Islam juga melarang menghardik atau menolak seorang pengemis.

Allah Ta’ala berfirman;

“Dan terhadap orang yang meminta-minta maka janganlah kamu menghardiknya.” (QS: adh-Dhuha [93]: 10)

Di dalam surat al-Baqarah, disebutkan;

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf bisa lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan.(2:263).*/Ridho el Faiz

(fauziya/hidayatullah/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Allah SWT ‘Menyadap’ Kita
Level Fardhu Kifayah
Hukum Menghina Ulama
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Republik Hoax
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Contoh Saja (Masih) Belum Cukup
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin