My Young Entrepreneur

young-entrepreneur

MuslimahZone.com – Beberapa bulan terakhir ini, saya punya kesibukan baru. Jadi asisten pribadi seorang young entrepreneur. Transfer dana ke supplier dan agen penjualan barang. Menemani hunting bahan dan diskusi dengan penjahit. Menjadi penasehat bisnis jika diperlukan. Dan seringkali jadi investor dadakan untuk dana talangan, karena pelanggan yang belum lunas membayar….:D

Tanpa kompensasi, malah sering nombok; diselingi dengan berantem-berantem kecil untuk ketidaksamaan pandangan dalam pengambilan suatu keputusan; berpanas-panas naik ojek atau angkot ke Tanah Abang atau Mangga Dua; pekerjaan baru ini sungguh menjadi arena belajar saya yang luar biasa. The young entrepreneur saya ini, adalah gadis cilik saya, yang baru berusia 13 tahun….Ya, sahabat, she is thirteen….

Putri kedua saya ini, dalam beberapa bulan terakhir sudah merintis karirnya sebagai seorang young entrepreneur, menjadi pebisnis online untuk penjualan kostum cosplay Jepang.  Diawali dari hobinya pada segala sesuatu yang berbau Jepang: anime, cosplay, lagu Jepang – dan kesenangannya menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer untuk browsing dan menjalin pertemanan lewat jejaring sosial, ditambah dengan ‘ketatnya’ aturan ibunya dalam pendanaan untuk pembelian pernak pernik dan koleksi kostumnya; dia memulai bisnis ini.

Mulanya, saya anggap semua ini sebagai bagian dari hobinya saja. Tapi saat dia meminta saya untuk mencetak buku tabungannya, untuk mengecek jumlah transfer dana dari pelanggannya, saya sungguh tercengang. Dengan omset beberapa juta dalam sebulan, saya mulai dengan serius memperhatikan dan mendampinginya dalam menjalankan usaha barunya ini. Uniknya, alih-alih saya mengajarkan; saya justru belajar banyak dari si cantik titipan Allah ini. Kemampuannya dalam membuat rekap jadwal pemesanan dan pengiriman barang; pembukuan keuangan dan berkomunikasi dengan para supplier dan agen-nya (saat ini dia sudah punya principal barang yang berbasis di Cina) – meskipun masih dalam level yang sederhana – serta komitmennya untuk pengiriman barang tepat waktu.. (ini kata-katanya: “Ibu……kalau tidak tepat waktu, aku bisa kehilangan kepercayaan pelangganku ….”) membuat saya semakin sering memujiNya….subhanallah….

Kekurangan di sana sini, jamak terjadi. Salah hitung kurs, kekurangan hitung biaya kirim, bahkan salah jahitpun, sudah terjadi. Hebatnya, dia tidak pernah patah semangat. Keinginannya untuk belajar menjahit, agar bisa memotong pola dan menjahit kostum sendiri; hunting principal langsung dari luar negeri untuk mendapatkan harga barang lebih murah; menggambarkan semangatnya yang luar biasa dalam menjalankan bisnisnya ini. Sesekali, jika terjadi kerugian, pernah pula turun semangatnya; namun levelnya hanya sampai….”Bu, kalau rugi gini, aku jadi reseller (agen untuk menjual lagi) saja deh, ga usah jahit sendiri…”

Dan, apapun, she is still thirteen… Semangatnya, pencapaiannya mungkin termasuk ‘outstanding’ untuk anak seusianya. Tapi dia tetap masih anak-anak… Ngobrol sama penjahit sambil sibuk buka handphone;  ngambek sama ibunya karena telat transfer dana atau ingkar janji mengantarkan dia hunting pernak pernik atau tukang sablon… Semua itu, membuat saya sadar benar tugas saya sebagai seorang ibu…

Subhanallah….Allaahuakbar….

Jangan pernah berpikir, my young entrepreneur ini seorang anak yang cemerlang secara akademis, yang setiap tahun mengkoleksi sertifikat atau piala kejuaraan di sana-sini. Putri saya ini belum pernah berkesempatan mengikuti olimpiade apapun, hanya pernah mendapatkan ranking di tahun-tahun awal sekolah dasarmya. Selebihnya dia anak yang menjadi pelanggan ranking rata-rata di kelasnya. Baru mulai bisa berbicara di usia empat tahun, putri saya ini sejak kecil sudah mengajarkan ibundanya untuk sebanyak-banyaknya ikhlas dengan ujian Allah. Untuk mendampinginya di terapi bicara, saya saat itu memutuskan untuk berhenti bekerja penuh waktu. Kemampuan bicaranya yang sangat terbatas (hanya mampu beberapa huruf konsonan, selebihnya hanya huruf vokalnya saja yang dominan) digabung dengan sikapnya yang sangat introvert, membuat sebagian temannya di TK saat itu menganggapnya anak ‘bisu’…

Sampai kurang lebih setahun yang lalu,  saat dia lulus SD, putri kami ini masih menjadi pe-er khusus. Kesenangannya “manteng” di depan komputer, sempat membuat kami senewen. Nilai hasil UN-nya yang cukup baik, namun tidak memadai untuk lolos di sekolah unggulan skala kotamadya sempat menjadi keprihatinan kami. Tes-tes masuk ke sekolah swasta unggulan, berakhir dengan satu kalimat – putri anda masih belum memenuhi syarat untuk diterima di sekolah ini.  Sebagai ibunya, saya prihatin. Apalagi di tengah euphoria para ibu lain yang anak-anaknya lolos sampai di beberapa sekolah unggulan sekaligus (bahkan rela melepaskan dana puluhan juta rupiah yang sudah disetorkan ke sekolah swasta ternama – hanya untuk pindah ke sekolah negeri unggulan – puluhan juta yang bisa untuk menyekolahkan setidaknya 15 – 20 anak sekolah dasar dalam setahun… masya Allah….), kondisi putri saya ini  menguji ‘nyali’ saya sebagai seorang ibu.

Siapa nyana, tidak sampai setahun sesudahnya, Allah menunjukkan kebesaranNya.  Keistimewaan titipan Allah yang bernama anak, bukan hanya pada seberapa panjang deretan pialanya, bukan pada seberapa mudahnya kita merawat dan mengurus mereka; tapi justru pada ‘mutiara terpendam’ yang dimilikinya. Kita sebagai orang tua, yang seringkali, sebenarnya terlalu ‘malas’ dan  ‘biasa-biasa’ saja. Terlalu sibuk dengan imej, paradigma, dan pandangan orang lain – seringkali juga sudah tua dan punya anak, tapi masih terlalu sibuk memikirkan diri sendiri – sampai tidak mampu menyadari bahwa kita punya kewajiban untuk ‘mengasah’ dan menggali potensi anak kita. Bukan sekedar ‘memaksa’ mereka untuk menjadi apa yang kita mau….

Berapa banyak anak-anak yang sesungguhnya senang dengan indahnya kesenian, kita paksa untuk belajar maraton matematika. Berapa banyak anak yang senang menyalakan semangat dan kreatifitasnya dengan olahraga, tapi kita larang karena khawatir kecapekan sehingga tidak bisa belajar. Berapa banyak juga orang tua yang mirip saya dulu, bete banget lihat anaknya kebanyakan ‘manteng’ di depan komputer, padahal mereka sebenarnya sedang mengasah kemampuan entrepreneurship-nya… Saya tidak mengatakan bahwa anak-anak tidak perlu belajar ilmu pasti, matematika atau bebas main, olahraga atau  mengakses komputer kapan saja.. Yang ingin saya sampaikan, kita sebagai orangtua, membiarkan diri kita terikat pada paradigma kuno, dan jadi orangtua yang biasa-biasa saja. Orangtua yang mau serba instan: anak sehat, pintar, juara…mudah mengurusnya, enak untuk dibanggakan kemana-mana. Akibatnya kita jadi orangtua mudah galau, jika anak kita wan-prestasi… Tidak masuk sekolah unggulan, segera cari ‘jalur khusus’. Anak mau rileks (padahal menurut sahabat saya yang sangat memahami emosi – sebagian anak justru semangat menyalakan prestasinya, kalau dikasih suasana rileks…:D), kita sudah sediakan daftar panjang tugas menghafal pelajaran. Anak mau pilih jurusan yang ga sesuai dengan jurusan bapak-ibunya, ortu panik (pliiiis deh….emang kita sekarang sehebat apa sih?…..:D).

My young entrepreneur teaches me, as a mother, lots of things… Bahwa setiap anak memiliki talentanya masing-masing, dan sangat spesifik satu sama lain..Saya bahkan terkagum-kagum dengan cita-citanya yang sudah sangat ’shape’… aku mau sekolah di sastra Jepang, supaya bisnisku lebih lancar… Di usia 13 tahun, dia sudah tahu benar mau kemana. Di usia yang sama, saya yang langganan juara kelas, masih sibuk membangun imej sebagai anak pintar, tapi sama sekali ga tahu mau jadi apa (di usia sekarang ini, baru mulai berpikir jadi entrepreneur..wadeuh…..)

Saya nonton film Three Idiots – pemerannya si ganteng dan si kreatif Aamir Khan – belasan kali. Film itu sangat menginspirasi.  Satu pelajaran penting yang saya tarik, kenalilah ‘passion’ mu…sehingga kau akan dengan penuh cinta menjalani hidup yang dikaruniakanNya untukmu. Mau jadi peneliti, jadi fotografer atau jadi pegawai, kau akan jalankan dengan ikhlas dan penuh cinta, karena itu ‘passion’-mu..

Sudahkah kita sebentar saja memandang anak kita dengan penuh cinta, menemani mereka berbagi pikiran dan impiannya, supaya kita sungguh-sunguh tahu apa yang menjadi ‘passion’ mereka, mutiara terpendam mereka? Mungkin kita akan terkaget-kaget atau bahkan mungkin awalnya sedikit kecewa dengan impiannya yang tidak sama dengan ‘keinginan’ kita…tapi sadarkah bahwa Allah mengirimkan anak-anak untuk kita, agar kita ‘mengasah’nya menjadi khalifahNya yang terbaik di muka bumi ini sesuai dengan talenta yang sudah dititipkanNya di dalam pikiran dan kalbu mereka masing-masing? Terbayangkah jika dunia ini hanya diisi oleh engineer saja, tanpa ada seniman yang menghibur kita saat penat? Terbayangkah jika semua orang di dunia ini hanya dokter saja, tanpa ada atlet yang menginspirasi kita untuk sehat dengan berolahraga?

Sharing saya ini semoga bermanfaat untuk para sahabat – yang di bulan-bulan ini – sedang berjuang dan berdoa siang malam untuk anak-anaknya lolos sekolah lanjutan atau diterima di perguruan tinggi negeri.. Pada saat anak-anak tidak mampu memenuhi ekspektasi kita saat ini, bersedihlah sebentar saja, namun segeralah bangkit, dampingi mereka, sayangi mereka, mengertilah bakat apa yang dititipkan pada mereka, karena bisa jadi, hanya dalam hitungan bulan…dengan pengertian dan pendampingan kita – mereka sudah menjelma menjadi anak yang sangat istimewa, melewati jauh ekspektasi kita…dengan cara yang sama sekali tidak biasa….

Anak-anak adalah anak panah yang siap melesat jauh ke tujuan, pastikan kita – orang tua – menjadi busur yang juga kuat dan luar biasa… Saya sudah mengalaminya…dan masih berjuang terus agar selalu meningkatkan diri menjadi orang tua yang tidak biasa-biasa saja dan tidak lengah menjaga titipan Allah yang memiliki talenta luar biasa…

Alhamdulillah…I’m very proud of you, my young entrepreneur… I promise, I will always be here for you…Love you full..

Oleh: Dessy Wardhani, Ibu dari 4 orang anak

Sumber: kompasiana.com

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

tito-karnavian
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
sosmed-dipantau
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
kin-4
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
jokowi-di-iran
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
risalah-islam
Kewajiban Mempelajari Al Qur’an
cabut alis
Bertujuan Cantik Ternyata Aktifitas Ini Haram
berhutang
Adab Ketika Berhutang
tanda-tanya
Inilah Lelaki Paling Tampan Menurut Riwayat Hadits
pedang 2
Pedang dan Keadilan
sombong
Sombong, Biang Segala Penyakit Hati
akhir zaman
Banyaknya Pembunuhan di Akhir Zaman
amar-maruf
Bersabar Itu Atas Musibah, Bukan Atas Kedzaliman
shaum
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
cinta_love
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
pernikahan-4
Tentang Sebuah Pernikahan
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
The sleeping boy
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
menghafal-alquran
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
gosok-gigi
Contoh Saja (Masih) Belum Cukup
anak-muslimah
Lima Poin Penting Dalam Pendidikan Anak
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
isteri taat
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
wahyu alquran
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Muslim
Ikhtiar Pertama Apabila Seorang Muslim Sakit
mencintai-nabi
Merekalah Orang-Orang yang Mencintai Nabi
popok-bayi
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
nangka
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
minum
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
kenari
Rahasia Dibalik Makanan Ini Untuk Wanita
membaca-buku
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
pangsit-kuah
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin