Muslimah yang Menjadi Sahabat Rasulullah di Surga

air-terjun

Muslimahzone.com – Betapa mulianya para sahabat wanita di masa Rasulullah. Terutama mereka para generasi awal Islam. Meneladaninya seolah menjadi hal yang niscaya karena banyak kebaikan yang insya Allah mereka hadirkan dalam ketaatan kepada Rabb dan Rasul-Nya.

Adalah Ummu Umarah RA, atau nama aslinya Nasibah binti Ka’b, atau riwayat lain menyebutnya Nusaibah binti Ka’b, adalah salah satu dari dua wanita Anshar yang mengikuti Ba’iatul Aqabah kedua, satunya lagi adalah Ummu Mani’ atau nama aslinya Asma binti Amr. Dengan demikian ia merupakan orang Anshar yang mula-mula memeluk Islam, yakni ketika Nabi SAW belum hijrah ke Madinah. Walaupun wanita, Ummu Umarah banyak terlibat dalam beberapa pertempuran membela panji-panji Islam, di antaranya perang Uhud, perjanjian Hudaibiyah, perang Khaibar, Umratul Qadha’, perang Hunain, dan perang Yamamah.

Pada perang Uhud, di usianya yang sekitar 43 tahun, ia berjihad bersama suami dan dua anaknya. Ia berdiri tidak jauh dari kedudukan Nabi SAW. Ketika keadaan berbalik dari kemenangan menjadi kekalahan, seorang kafir bernama Ibnu Qami’ah dan beberapa kawannya menyerang dan mendekati posisi Nabi SAW, sambil berteriak, “Dimanakah Muhammad? Dimanakah Muhammad?”

Ummu Umarah berpikir cepat, jika mereka sampai melukai atau membunuh Nabi SAW, maka tidak ada kebaikan bagi dirinya. Bersama Mush’ab bin Umair dan beberapa orang sahabat, ia menghadang serangan orang-orang kafir, secara khusus ia menyerang Ibnu Qami’ah dan melukai bahunya, dan terus menyerangnya tetapi akhirnya ia bisa melepaskan diri dari serangan Ummu Umarah dan lari menyelamatkan diri.

Begitu besar pembelaanya terhadap Nabi sehingga ia mendapatkan dua belas luka di tubuhnya ketika menjadi pagar betis bersama beberapa sahabat bagi keselamatan Nabi SAW, dan luka terparah pada tangannya, yang terus mengeluarkan darah hingga setahun lebih, sehingga ia tidak bisa ikut perang Hamra’ul Asad. Sepulang perang Hamra’ul Asad ini, Nabi SAW langsung menanyakan keadaan Ummu Umarah, dan beliau sangat gembira ketika memperoleh kabar bahwa lukanya telah mulai membaik.

Dalam perang Uhud itu juga, Ummu Umarah sempat diserang oleh orang kafir yang berkuda, padahal ini hanya berjalan kaki. Ia bertahan dengan perisainya, sampai akhirnya berhasil merebut pedang orang kafir itu dan menyabet kaki kudanya, hingga ia terjatuh. Nabi SAW melihat keadaan itu, dan berseru kepada anaknya agar membantu Ummu Umarah. Akhirnya ibu dan anak ini membunuh orang kafir tersebut bersama-sama.

Salah satu anaknya, Abdullah bin Zaid terluka pada tangannya dan darah terus mengucur, Nabi SAW menyarankan agar luka tersebut dibalut dengan sorban. Datanglah Ummu Umarah, yang segera membalut luka anaknya tersebut. Setelah luka itu terbalut, ia berkata kepada Abdullah, “Pergi sana, bertempurlah lagi melawan orang-orang kafir itu!”

Abdullah beranjak menuruti perintah ibunya dan menerjunkan diri dalam pertempuran lagi. Nabi SAW begitu kagum dengan pemandangan ini dan bersabda, “Ummu Umarah, engkau begitu bersemangat, adakah orang lain yang memiliki semangat sepertimu?”

Bahkan Nabi SAW mendoakan dan memuji keberanian Ummu Umarah dan keluarganya tersebut. Beberapa saat kemudian, ada seorang kafir yang lewat tak jauh dari tempatnya, Nabi SAW berseru, “Hai Ummu Umarah, itulah orang yang melukai anakmu tadi!”

Bagitu mendengar seruan ini Ummu Umarah segera melompat menyerang orang kafir tersebut hingga melukai pahanya dan ia terjatuh dari tunggangannya dan lari tunggang langgang. Melihat keadaan ini Nabi SAW berkata, “Luka anakmu sudah terbalas…”

Sekali lagi Nabi SAW memuji dan mendoakannya, dan setelah itu Ummu Umarah berkata, “Ya Rasulullah, berdoalah agar Allah menjadikan saya sahabat engkau di surga.”

Nabi SAW memenuhi permintaan Ummu Umarah ini, dan ini menjadikannya lega dan tak pernah lagi khawatir dengan kesulitan hidup yang akan menimpanya. Begitu pula dalam perang Yamamah, perang melawan pemberontakan nabi palsu, Musailamah al Kadzdzab, ia berjuang hebat hingga mendapat sebelas luka di tubuhnya dan salah satu tangannya terpotong. Usianya yang saat itu mencapai 52 tahun ternyata tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berjihad di jalan Allah.

Semoga kita bisa meneladani perjuangan beliau dan rasa cintanya yang begitu besar kepada Rasulullah, Nabi utusan Allah ta’ala.

Referensi: 101 Sahabat Nabi/Hepi Andi Bustomi/Pustaka Al-Kautsar

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

mendidik-anak
“Untuk Mendidik Seorang Anak, Butuh Orang Sekampung”
bahaya-smartphone
Waspadai Masalah Kesehatan Akibat Ketergantungan Smartphone!
aksi-bela-islam
Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 Resmi dari GNPF MUI
irena-handono
Terkait Penistaan Al-Qur’an, Umi Hj. Irena Handono Menulis Surat Terbuka Untuk Presiden dan Kapolri
israel-kebakaran
Kebakaran di Israel dan Tafsir Surat Al-Fajr
arisan
Hukum Arisan Dalam Islam
memukul
Kebolehan Memukul Istri dan Anak Sebagai Ta’dib
pasar-islam
Mal dan Fasilitas Dagang dalam Islam
pertolongan-allah
Pertolongan Allah Kepada yang Menolong Agamanya
cairo
Suara Hati dari Cairo
lidi-umat
Ketika Lidi Umat Bersatu…
mencintai-allah
Ya Allah Aku Mencintai-Mu, Walaupun Aku Bermaksiat Kepada-Mu…
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
bunga-layu
Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka
keluarga-islami-2
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan (Part 2)
keluarga-sakinah
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan
anak-lucu
Kebutuhan Memahami Anak Usia Dini
mencium-bayi
Ini Alasan Sebaiknya Tidak Mencium Bibir Anak
kejujuran-anak
Mengokohkan Kejujuran Dalam Diri Anak
anak-laki-laki
Membangun Karakter Anak Laki-Laki
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
arrayah-212
Kisah Ar Rayah di Aksi Damai 212
salat-jumat-212-diguyur-hujan
Semerbak Harum Saat Hujan Turun Dalam Aksi 212
sepatu
Karena Ukuran Kita Tak Sama
muslim-ummah
Ilmu Sanad, Hanya Dimiliki Umat Islam
mandi-malam
Manfaat dan Resiko Mandi di Malam Hari
profil-muhaimin-iqbal
The Age of Deception
obesitas
Apa yang Menjadi Penyebab Obesitas?
kentut
Sering Kentut, Ini Penyebab, Diagnosa dan Pencegahannya
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
menghafal alquran
Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin
klepon
Klepon Yummy