Merayakan Idul Fitri Bersama Nabi

idul fitri

MuslimahZone.com – Idul Fitri bukan sekadar hari raya, tapi di dalamnya ada tatacaranya.
Allah SWT telah mensyariatkan dua hari raya bagi umat Islam setiap tahun. Masing-masing jatuh setelah pelaksanaan ibadah yang agung, yaitu puasa Ramadhan untuk Idul Fitri, dan haji di Baitullah untuk Idul Adha. Hari raya ini merupakan hari kegembiraan bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Ketika matahari tenggelam di malam Idul Fitri, Rasul SAW mulai mengumandangkan takbir, untuk melaksanakan perintah Allah SWT: “Sempurnakanlah bilangan (bulan) itu, serta agungkanlah asma Allah sesuai dengan apa yang Dia tunjukkan kepada kalian agar kalian bisa bersyukur (kepada-Nya).” (TQS al-Baqarah [02]: 185).

Dalam kitab as-Sunan al-Kubra, karya al-Baihaqi, dituturkan bahwa takbir yang dikumandangkan Nabi itu berbunyi, “Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Laailaaha Illallahu wallahu akbar, Allahu akbar wa lillaahi al-hamd.” Takbir ini dikumandangkan dengan suara keras hingga esok harinya, ketika imam berdiri untuk shalat.

Di pagi hari, sebelum berangkat ke tempat shalat Idul Fitri, Nabi SAW mandi sunnah, sebagaimana tatacara mandi junub, untuk membersihkan seluruh tubuh baginda SAW. Baginda pun memakai pengharum untuk mengharumkan tubuh mulianya. Setelah itu, baginda pun mengenakan baju yang paling bagus, berdandan dan mengoleskan minyak wangi ke pakaian baginda sehingga yang tercium adalah bau harum. Menurut Ibn Qayyim, baginda SAW mempunyai baju khusus yang baginda kenakan di hari raya dan hari Jumat.

Setelah itu, Nabi pun sarapan pagi terlebih dahulu, baru setelah itu keluar menuju tempat shalat Idul Fitri. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menuturkan, bahwa yang dimakan baginda SAW sebelum berangkat ke tempat shalat Idul Fitri adalah beberapa butir kurma. Baginda pun memakannya dalam hitungan ganjil (HR. Bukhari). Satu butir, tiga, lima, tujuh atau hitungan ganjil lainnya.

Sebelum berangkat ke tempat shalat Idul Fitri, baginda memerintahkan dikeluarkannya zakat Fitrah. Setelah itu, Nabi berangkat ke tempat shalat Idul Fitri, dengan berjalan kaki sembari membaca takbir, tahlil dan tahmid untuk mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, yang baginda baca dengan suara keras sepanjang perjalanan dari rumah baginda hingga ke tempat shalat Id. Tempat yang biasa digunakan oleh Nabi saw. untuk mengerjakan shalat Id itu berada di luar masjid Nabawi, letaknya kira-kira 200 m dari Babus Salam, Masjid Nabawi. Kini di tempat itu, didirikan bangunan masjid, yang diberi nama Masjid Ghamamah.

Baginda pernah mengirim surat kepada Amru bin Hazm agar mengakhirkan pelaksanaan shalat Idul Fitri dan menyegerakan pelaksanaan shalat Idul Adha. Ini untuk memberi kesempatan kepada kaum Muslim yang hendak mengeluarkan zakat fitrah agar bisa menunaikannya sebelum imam memulai shalatnya (Ibn Qudamah, al-Mughni, 412).

Baginda SAW pun memerintahkan anak-anak perempuan, istri-istri baginda dan wanita kaum Muslim untuk keluar ke tempat shalat Idul Fitri. Dalam riwayat lain, Ummu ‘Athiyyah menuturkan, “Kami diperintahkan oleh Nabi untuk mengeluarkan para perempuan dewasa, termasuk wanita-wanita yang sedang haid untuk menyaksikan kebaikan dan seruan kaum Muslim. Khusus bagi wanita yang sedang haid, dijauhkan dari tempat shalat.” (HR Muttafaq ‘alaih)

Begitu tiba di tempat shalat, Nabi memulai prosesi shalat Idul Fitri dengan shalat dua rakaat, sebelum khutbah (HR Bukhari-Muslim). Shalat dua rakaat itu tanpa adzan dan iqamat. Shalat ini dimulai dengan takbiratul al-ihram, dilanjutkan dengan takbir sebanyak tujuh kali. Setelah itu, baginda SAW melanjutkan dengan membaca al-Fatihah dan surat al-A’la, de-ngan suara keras (Hr. Muslim dari an-Nu’man bin Basyir), atau al-Fatihah dengan surat Qaf (HR Muslim dari al-Laitsi). Pada rakaat kedua, sebelum membaca al-Fatihah, baginda melakukan takbir sebanyak lima kali. Setelah itu, baru membaca al-Fatihah dan surat al-Ghasyiyah, atau Iqtara-bati as-sa’ah. Semuanya dilakukan dengan bacaan keras (jahr).

Usai melaksanakan shalat, baginda SAW berdiri di hadapan jamaah, berhadap-hadapan dengan mereka, untuk menyampaikan khutbah Idul Fitri. Kepada baginda diserahkan tombak atau tongkat. Baginda SAW pun bersandar kepadanya (HR Ahmad dan at-Thabrani). Setelah membaca hamdalah, beliau memerintahkan takwa kepada Allah dan menaati-Nya, serta menyerukan amar makruf dan nahi munkar. Setelah usai menyampaikan khutbah di hadapan kaum pria, baginda pergi ke tempat shalat kaum wanita, serta menyampaikan khutbah yang sama kepada mereka (Hr. Muslim, Ahmad, at-Thabrani, an-Nasai dan Abu Dawud).

Abu Hurairah menuturkan, bahwa pernah suatu ketika hujan turun di saat Id, maka Nabi SAW shalat bersama para sahabat dan kaum Muslim di masjid (HR al-Hakim dan disetujui oleh ad-Dzahabi).

Setelah selesai khutbah, sebagai imam dan kepala negara, baginda SAW berdiri di tengah-tengah tempat shalat, dalam riwayat lain, baginda berdiri di pasar yang letaknya tidak jauh dari masjid Nabawi dan masjid Ghamamah. Baginda melihat jamaah yang tengah berjalan meninggalkan tempat shalat. Untuk beberapa saat baginda berdiri di sana, setelah itu baru beliau SAW meninggalkan tempat (HR Ahmad dan at-Thabrani).

Nabi SAW kembali ke rumah dengan berjalan kaki, melintasi jalan yang berbeda dengan jalan yang baginda lalui saat berangkat (Hr. Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Ibn Majah, al-Hakim dan al-Baihaqi). Sesampai di rumah, beliau shalat dua rakaat (HR. Ibn Huzaimah dan Ibn Majah).

Dalam riwayat Ahmad, dengan isnad yang jayyid, dituturkan, bahwa telah menjadi kebiasaan para sahabat Rasulullah SAW jika mereka bertemu satu dengan yang lain di hari raya, mereka saling mendoakan seraya berkata, “Taqabbalallahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima seluruh amal kami dan kalian).” (HR Ahmad).

Selain itu, baginda merayakan hari raya dengan nyanyian, memukul kendang dan rebana, meniup seruling dan melakukan tarian dengan pedang. Ketika Abu Bakar masuk ke rumah baginda SAW ada dua wanita Anshar sedang menyanyi sebagaimana yang dilantunkan kaum Anshar saat Peristiwa Bu’ats, meski kedua wanita itu bukan berprofesi sebagai penyanyi. Abu Bakar pun berkomentar, “Apakah boleh di rumah Rasulullah ada seruling syetan?” Mendengar itu, Nabi yang saat itu ada di rumah Aisyah bersabda, “Wahai Abu Bakar, tiap kaum mempunyai hari raya, dan ini adalah hari raya kita.” (HR Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Begitulah Rasulullah SAW merayakan hari raya. Bagaimana dengan Anda?

Oleh : Ustadz Hafidz Abdurrahman

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

mendidik-anak
“Untuk Mendidik Seorang Anak, Butuh Orang Sekampung”
bahaya-smartphone
Waspadai Masalah Kesehatan Akibat Ketergantungan Smartphone!
aksi-bela-islam
Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 Resmi dari GNPF MUI
irena-handono
Terkait Penistaan Al-Qur’an, Umi Hj. Irena Handono Menulis Surat Terbuka Untuk Presiden dan Kapolri
israel-kebakaran
Kebakaran di Israel dan Tafsir Surat Al-Fajr
arisan
Hukum Arisan Dalam Islam
memukul
Kebolehan Memukul Istri dan Anak Sebagai Ta’dib
pasar-islam
Mal dan Fasilitas Dagang dalam Islam
pertolongan-allah
Pertolongan Allah Kepada yang Menolong Agamanya
cairo
Suara Hati dari Cairo
lidi-umat
Ketika Lidi Umat Bersatu…
mencintai-allah
Ya Allah Aku Mencintai-Mu, Walaupun Aku Bermaksiat Kepada-Mu…
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
bunga-layu
Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka
keluarga-islami-2
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan (Part 2)
keluarga-sakinah
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan
anak-lucu
Kebutuhan Memahami Anak Usia Dini
mencium-bayi
Ini Alasan Sebaiknya Tidak Mencium Bibir Anak
kejujuran-anak
Mengokohkan Kejujuran Dalam Diri Anak
anak-laki-laki
Membangun Karakter Anak Laki-Laki
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
eropa
Tradisi Menjual Istri di Eropa
arrayah-212
Kisah Ar Rayah di Aksi Damai 212
salat-jumat-212-diguyur-hujan
Semerbak Harum Saat Hujan Turun Dalam Aksi 212
sepatu
Karena Ukuran Kita Tak Sama
mandi-malam
Manfaat dan Resiko Mandi di Malam Hari
profil-muhaimin-iqbal
The Age of Deception
obesitas
Apa yang Menjadi Penyebab Obesitas?
kentut
Sering Kentut, Ini Penyebab, Diagnosa dan Pencegahannya
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
menghafal alquran
Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin
klepon
Klepon Yummy