Menjadi Full Mommy yang Happy

ibu happy

Muslimahzone.com – Sebut saja namanya Meylisa. Wanita yang setiap harinya disibukkan oleh pekerjaan kantor. Kelahiran anak pertama, membuat Meylisa terlampau bahagia sehingga setelah membaca banyak artikel yang terkait dan berdiskusi dengan suami, Meylisa berani memutuskan untuk berhenti bekerja dan hanya ingin fokus pada tumbuh kembang sang buah hati.

Banyak pihak yang menyayangkan keputusan tersebut, termasuk salah satunya adalah orangtua Meylisa. Kekecewaan orangtua tentu bukan tak beralasan, jerih payahnya dalam menyekolahkan anak hingga lulus S1 berakhir di 3R (dapur, sumur, dan kasur). Namun, sebagai perempuan yang juga telah mendapatkan sedikit pendidikan tentang pentingnya peran seorang ibu dalam tumbuh kembang anak, Meylisa tidak mau menyia-nyiakan kesempatannya untuk menjadi ibu sebaik mungkin.

Beberapa bulan pertama Meylisa sangat menikmati perannya sebagai ibu muda. Memiliki bayi mungil, ibu mana yang tak bahagia? namun seiring berjalannya waktu rasa bosan dan capek mulai bergelayut. Setiap hari pekerjaan seorang ibu rumah tangga tidak pernah mengenal kata selesai. Setelah memasak, cucian piring menggunung, belum lagi baju kotor menumpuk dan rumah yang selalu berantakan karena memiliki batita yang sedang aktif dalam masa pertumbuhan.

Rasa capek karena pekerjaan seorang ibu tidak akan dihiraukannya manakala tak ada gunjingan dari tetangga dan kawan. Sekolah tinggi-tinggi kok cuma jadi pembantu? Meylisa semakin frustasi ketika bertemu dengan teman-temannya yang berkerja dengan penampilan terlihat lebih modis dan keren. Meylisa merasa semakin bodoh dan tidak percaya diri, bahkan sering bertengkar dengan suami karena alasan tidak bahagia.

Faktanya banyak sekali ibu rumah tangga yang juga full mommy menjalani perannya dengan penuh kebahagiaan, bahkan tidak sedikit ibu-ibu yang single parent berhasil menjalani perannya dengan sangat baik. Mengapa Meylisa dengan satu anak  sering frustasi bahkan merasa tidak bahagia? jawabannya adalah lemahnya iman!

Sahabat Ummi, pemahaman tentang bagaimana urgensi seorang ibu dalam pendidikan anak sudah Meylisa pahami sehingga ia berani memutuskan untuk berhenti bekerja. Namun, karena lemahnya iman pikiran-pikiran negatif sering muncul dan mengacaukan suasana hati. Padahal kenyataannya bahagia itu tidak diberikan oleh suami, tidak pula diberikan oleh Allah swt, melainkan sebuah pilihan untuk mampu bersyukur. Karena ketika Allah memberikan nikmat yang begitu besar, jika manusia tidak bisa bersyukur tidak akan ada rasa bahagia di hatinya.

1. Memantapkan konsep diri

Sudah merupakan sifat iman yang naik dan turun. Pun merupakan kewajiban kita sebagai manusia untuk selalu berusaha meningkatkan keimanan kepada Allah swt. Dalam menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga yang full mommy, kita harus seanantiasa memperbaiki konsep diri dengan banyak-banyak belajar. Seseorang yang dalam konsep dirinya menjadi ibu rumah tangga seperti pembantu akan menganggap bahwa melayani suami dan anaknya adalah beban berat, sehingga semakin hari secara perlahan beban itu akan menghapus rasa cinta kasih terhadap suami dan anak. Sedangkan ibu yang dalam konsep dirinya baik akan manganggap segala sesuatu dari sisi positif saja. Ia akan menganggap menjadi ibu rumah tangga adalah sesuatu yang mulia. Selain menunaikan kewajiban juga berlimpah pahala jika dilakukan dengan ikhlas. Dengan konsep yang positif tersebut seorang ibu rumah tangga takkan selalu berusaha memaksimalkan perannya sehingga secara tidak langsung akan menciptakan keluarga yang harmonis dan tidak akan mudah terpengaruh oleh gunjingan dan pendapat orang lain.

2. Menjadi ibu yang kreatif

Salah satu ciri manusia modern adalah bisa memanfaatkan waktu dan peluang dengan baik. Buatlah diri kita menjadi wanita yang super sibuk sehingga tidak ada celah sedikit pun untuk memikirkan gunjingan orang lain. Setelah pekerjaan rumah selesai, ibu harus kreatif memanfaatkan waktu yang tersisa dengan kegiatan yeng bermanfaat, seperti:

a. Cobalah memanfaatkan waktu dengan berniaga

Wanita mana di dunia yang tidak menyukai belanja? agar tidak melulu bertindak sebagai konsumen/pembeli, cobalah sekali-kali bertindak sebagai produsen/penjual. Silakan ibu cek potensi apa yang ibu miliki yang bisa menghasilkan uang. Memasak, menjahit, atau mungkin menulis sebuah buku. Kegiatan ini akan sangat menyenangkan karena selain ibu bisa mengurus keluarga secara maksimal, ibu bisa mendatangkan rupiah dengan hanya bekerja di rumah. Hal ini akan sangat membantu ibu menepis gunjingan orang lain yang katanya sekolah tinggi-tinggi kok hanya jadi pembantu? karena ibu dapat membuktikan bahwa diam di rumah juga dapat menghasilkan rupiah.

b. Mengikuti banyak kajian

Miskinnya ilmu memicu pikiran-pikiran negatif. Oleh karena itu sebagai ibu rumah tangga kita harus selalu banyak membaca, banyak mendengar, banyak menyimak akan segala sesuatu yang dapat meningkatkan kualitas diri. Dengan mengikuti banyak kajian pemikiran-pemikiran akan semakin terbuka dan secara tidak langsung akan semakin memantapkan konsep diri ke arah yang positif. Sehingga kita tidak akan cepat terpengaruh oleh pendapat orang lain.

Wallahu a’lam bisshowab.

(ummi-online/muslimahzone.com)

Leave a Reply

mendidik-anak
“Untuk Mendidik Seorang Anak, Butuh Orang Sekampung”
bahaya-smartphone
Waspadai Masalah Kesehatan Akibat Ketergantungan Smartphone!
aksi-bela-islam
Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 Resmi dari GNPF MUI
irena-handono
Terkait Penistaan Al-Qur’an, Umi Hj. Irena Handono Menulis Surat Terbuka Untuk Presiden dan Kapolri
israel-kebakaran
Kebakaran di Israel dan Tafsir Surat Al-Fajr
arisan
Hukum Arisan Dalam Islam
memukul
Kebolehan Memukul Istri dan Anak Sebagai Ta’dib
pasar-islam
Mal dan Fasilitas Dagang dalam Islam
pertolongan-allah
Pertolongan Allah Kepada yang Menolong Agamanya
cairo
Suara Hati dari Cairo
lidi-umat
Ketika Lidi Umat Bersatu…
mencintai-allah
Ya Allah Aku Mencintai-Mu, Walaupun Aku Bermaksiat Kepada-Mu…
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
bunga-layu
Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka
keluarga-islami-2
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan (Part 2)
keluarga-sakinah
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan
anak-lucu
Kebutuhan Memahami Anak Usia Dini
mencium-bayi
Ini Alasan Sebaiknya Tidak Mencium Bibir Anak
kejujuran-anak
Mengokohkan Kejujuran Dalam Diri Anak
anak-laki-laki
Membangun Karakter Anak Laki-Laki
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
arrayah-212
Kisah Ar Rayah di Aksi Damai 212
salat-jumat-212-diguyur-hujan
Semerbak Harum Saat Hujan Turun Dalam Aksi 212
sepatu
Karena Ukuran Kita Tak Sama
muslim-ummah
Ilmu Sanad, Hanya Dimiliki Umat Islam
mandi-malam
Manfaat dan Resiko Mandi di Malam Hari
profil-muhaimin-iqbal
The Age of Deception
obesitas
Apa yang Menjadi Penyebab Obesitas?
kentut
Sering Kentut, Ini Penyebab, Diagnosa dan Pencegahannya
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
menghafal alquran
Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin
klepon
Klepon Yummy