Menjadi Bapak Rumah Tangga

bapak-rt

Muslimahzone.com – Ada yang mungkin menganggap sebelah mata pekerjaan menjadi ibu rumah tangga. Menganggapnya hanya rutinitas yang bisa dilakukan oleh siapapun. Namun, pernahkah membuktikannya bahwa itu adalah pekerjaan remeh temeh?

Berikut tulisan inspirasi dari Didik Darmanto yang mungkin bisa menjadi bahan renungan bagi kita:

Pekan kemarin saya cuti melahirkan. Bukan, bukan saya yang melahirkan, tapi istri :D Maksudnya, saya cuti untuk menemani istri melahirkan.

Bukannya sok romantis Gan. Obie Mesakh pun tahu, ane nggak pernah berbakat romantis. Tapi saya realistis. Istri baru saja usai melahirkan, harus mengasuh dua anak plus satu bayi, dengan kondisi kesehatan yang belum pulih benar, ditambah tanpa bantuan asisten. Jadilah saya cuti, dengan judul “cuti menemani istri melahirkan”.

“Pak, saya mohon izin cuti seminggu, mau jadi suami penggalang,” kata saya kepada Pak Bos sambil menyodorkan surat izin cuti.

“Loh, kok suami penggalang, bukannya suami siaga?”

“Suami siaga itu sewaktu istri masih hamil, pak. Kalau istri sudah melahirkan, statusnya naik menjadi suami penggalang,” jawab saya berkelakar.

Pada tulisan ini saya perlu mengucapkan terima kasih kepada pimpinan saya, Direktur Pendidikan dan Agama Bappenas, yang dengan senang hati memberikan izin cuti. Semoga kemudahan memperoleh cuti dirasakan juga oleh para bapak-bapak lainnya yang ingin menemani istri melahirkan.

Dan inilah untuk pertama kalinya cuti saya habiskan hanya di rumah saja. Sesekali masih ke minimarket cari popok. Tapi 90% waktu saya habiskan di rumah.

Ngapain aja? Ya jelas main bola bekel lah :D

Ya membantu istri mengurus rumah to ya..

Mencuci dan melipat baju, ngepel, nyiapin keperluan anak sekolah, juga ikut bantuin masak.

Nah, berkat cuti ini saya baru menyadari satu hal: bahwa membereskan dapur yang usai memasak itu adalah petaka. Masaknya sih enak ya..nggoreng-nggoreng disambi duduk mainan HP, buka Facebook juga bisa. Tapi ternyata ada petaka mengintip di balik acara masak. Bersih-bersih bekas lemak-nya Gan. Ya Robbi.. mau nyerah tapi malu. Mau ngeluh tapi ga enak sama istri. Dia sudah nawarin sih, “Udah kubersihin aja..” saya menggeleng. Tapi lama-lama ngangguk juga. Maaf ya istri, untuk masalah dapur saya takluk deh.

Diam-diam saya jadi semakin intens memperhatikan istri saya. Yang selama ini hanya intens di hari Sabtu dan Minggu.

Ungkapan bahwa wanita itu kuat, sama sekali tidak bisa saya sangkal. Dia baru saja melahirkan, dan sesekali mengeluh soal jahitannya yang belum kunjung sembuh. Tapi di rumah, polahnya sudah astaghfirullah..

Gak kehitung berapa kali mondar mandir di dalam rumah. Belum si bayi ngajak begadang, dan paginya harus bangun sepagi mungkin karena dua kakak si bayi harus sekolah.

Apalagi sejak melahirkan tekanan darah istri tinggi, padahal biasanya normal. Kata dokter hal ini biasa terjadi karena pengaruh hormon, yang penting terus dikontrol perkembangannya. Berkat istri bertensi tinggi, saya jadi tahu kalau jus labu siam bisa menjadi obat penurun tensi. Dua kali sehari saya bikin jus labu siam untuk istri, dan sebagai rasa solidaritas saya ikut minum. Ternyata rasanya seger, dan alhamdulillah manjur, tekanan darah istri saya berangsur normal. Sila dicoba.

Melihat istri yang baru melahirkan dengan segala kondisinya, saya nggak tega membiarkannya kerepotan. Saya ambil alih semua tugasnya (kecuali yang sudah saya sebutkan di atas: berkemas dapur usai memasak) kalau cuma mencuci, ngangkut jemuran, nyapu, mengepel, menyiapkan anak sekolah, menemani anak mengerjakan PR, tenaga saya sebagai laki kan ya pasti turah-turah.

Itu bayangan saya.. tapi nyatanya bukannya turah, malah minus.

Kalau di hari kerja, saya paling banter kerokan sebulan sekali. Setelah menjadi bapak rumah tangga, saya sudah kerokan di hari kedua, dan pijat urut di hari terakhir cuti.

“Ealah, kamu masuk angin mas, sini tak kerokin..” kata istri saat melihat saya sibuk meratakan minyak GPU ke sekujur lengan.

“Nggak masuk angin, cuma tanganku ini jimpe (pegal)”

Istri ketawa terbahak-bahak. Katanya saya terlalu khusyuk ngangkat jemuran sampai tangan saya kaku.

Sejak jadi bapak rumah tangga ini pula, saya baru merasakan nikmatnya tidur yang dalam. Ba’da Isya, saya yang biasanya masih kuat melek sampai jam 11 malem, kini mata lengket nggak kuat tegak lagi. Badan sudah ajur seperti bubur. Herannya, kok ya istri masih bisa begadang, dan nggak ada efek apa-apa tuh.

“Sudahlah kamu tidur aja, ngantuk lho.” Kata istri jika saya menemaninya begadang.

Tapi saya tetap di sampingnya. Menemani, meskipun waktu istri ngoceh, saya sudah tidak bisa mendengarnya lagi.

Hingga waktu cuti saya habis. Saya meminta istri untuk memanggil tukang pijat via telefon.

“Pijat habis melahirkan itu entar kali, kalau sudah 40 hari.” Sahutnya enteng.

“Ini bukan buat bunda kok.”

“Lha trus?”

“Buat aku..”

Istri kembali tergelak-gelak.

“Oalah mas..mas..cuti seminggu ini ngeremukke awak yo?”

Saya diam. Malu mengakuinya..

Kini saya sudah kembali ngantor. Rasanya jujur saja berat sekali. Ingin masih di rumah bersama bayi, kakak, dan ibunya si bayi. Orang Jawa bilang ketok-ketoken dan ambon-ambonen terus. Mungkin rasa seperti ini yang dirasakan ibu-ibu yang cuti melahirkannya habis.

Satu pelajaran berharga yang saya dapat dari cuti sepekan kemarin adalah: wanita itu rupanya makhluk segala cuaca. Tahan uji, tahan sakit, tahan capek, juga tahan banting. Kita baru sakit encok aja sudah teriak-teriak minta diurut. Mereka bahkan kemaluan robek pun masih mampu untuk berjalan, sambil menggendong, bahkan sambil melayani kita.

Kedua, ternyata pekerjaan rumah itu jauh lebih rumit dari pada rumus matematika. Melelahkan dan tak ada batasan. Saya bereskan sofa, giliran karpet ketumpahan susu. Saya bereskan meja makan, anak-anak beralih ke kamar dan mengotori kasur dengan remah biskuit. Cucian baru saja kering, langsung upacara penyambutan terhadap cucian baru. Begitu setiap hari. Tidak pernah selesai.

Rasa-rasanya saya pilih bikin makalah 10 bijik dari pada seharian di rumah.

Jadi Gan, saya pikir kok keterlaluan kalau kita merasa lebih kuat dan lebih segalanya dari istri. Bukan mereka yang manja, tapi kita. Dan bukan kita yang sebenarnya bertenaga kuda, tapi mereka.

Kalau agan tidak percaya, silakan uji nyali menjadi bapak rumah tangga. Nggak usah lama-lama, seminggu saja. Setelahnya niscaya agan akan memborong minyak GPU, Freshcare, minyak gandapura, dan aneka wewangian lain. Dan pasti mendambakan kehadiran tukang pijat. Kalau agan butuh tukang pijat di wilayah Pamulang dan sekitarnya, nanti saya bagi deh nomornya…:)

(fauziya/muslimahzone.com)

 

Leave a Reply

tito-karnavian
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
sosmed-dipantau
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
kin-4
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
jokowi-di-iran
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
menyadap
Allah SWT ‘Menyadap’ Kita
fardhukifayah
Level Fardhu Kifayah
menghina ulama
Hukum Menghina Ulama
risalah-islam
Kewajiban Mempelajari Al Qur’an
Rizki-Semut
Rizki di Tangan Allah
Bandul-Kehidupan
Pada Suatu Titik
empty_long_road_at_sunset-wide
Mencari Jalan Pulang
hoax
Republik Hoax
sepatu jodoh
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
istri 2
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
shaum
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
cinta_love
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
tauhid anak
Aku Peduli Iman Anakku
The sleeping boy
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
menghafal-alquran
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
gosok-gigi
Contoh Saja (Masih) Belum Cukup
cyber army 2
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
bani umayyah
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
isteri taat
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
wahyu alquran
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Muslim
Ikhtiar Pertama Apabila Seorang Muslim Sakit
air-mentimun
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
popok-bayi
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
nangka
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
minum
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
membaca-buku
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
pangsit-kuah
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin