Mengasuh Anak Tidak Perlu Stress

ayah-anak

Muslimahzone.com – Anak adalah titipan Allah yang diamanahkan pada setiap orangtua agar dapat menjaga dan merawatnya dengan sebaik-baiknya penjagaan. Dalam prosesnya, pengasuhan terhadap anak ini memang tidak mudah. Butuh kesabaran yang ekstra juga pengorbanan yang super. Namun begitu, ada kalanya orangtua merasa stress karena ujian yang diberikan dengan hadirnya anak ini begitu berat. Maka berikut muslimahzone menyajikan bahasan bagaimana cara agar orangtua tidak stress dalam proses pengasuhan terhadap anak-anak titipan Allah tersebut. Tips ini disadur dari kultwit Ajobendri dalam akun twitternya.

Orangtua sering kali dihadapkan pada pekerjaan yang padat, fisik yang lelah, anak-anak yang sulit diatur, hutang yang menumpuk, yang akhirnya berujung pada stress. Dampak dari stress ini di antaranya adalah marah-marah pada anak.

Akhirnya pun efek dari hal tersebut adalah anak yang jadi tak nyaman dalam berinteraksi dengan orangtua. Mereka lebih senang berada di luar rumah, bermain dengan temannya. Setelah waktunya pulang ke rumah, mereka membawa perilaku membangkang. Dan akhirnya kita pun makin stress.

Untuk anak usia dini, saat berinteraksi dengan orangtua yang stress, mereka  akan kehilangan rasa nyaman dan cenderung pasif tak bisa berprestasi. Anak pun juga belajar cara mengekspresikan perasaan dari orangtua yang stress. Jika marah membentak, melempar, bahkan memukul. Ikatan emosional jika cenderung berkurang yang berujung adalah hilangnya rasa nyaman dan percaya. Maka akan kita temukan para remaja ‘tertutup’ akibat dari orangtua yang stress.

Stress ibarat sampah. Sementara anak seharusnya menerima bunga. Mengasuh dengan stress berarti menjejalkan sampah hingga menumpuk di anak

Maka ingat-ingatlah kembali tentang harapan saat menikah yakni memiliki anak, hadiah dari Allah. Tegakah kita menyakiti amanah Allah ini? Sementara, begitu banyak pasangan yang belum dikaruniakan anak? Bersyukurlah dengan tidak menyakiti anak dalam kondisi apapun.

Sebagai salah satu jalan keluar, kenalilah pemicu stress. Diantaranya adalah lapar, ngantuk, lelah ataupun sedih. Jika mengalami hal tersebut lebih baik menghindar dari anak terlebih dahulu agar anak tak jadi korban stress.

Cobalah  jujur terhadap masalah yang dihadapi. Apakah dari luar atau dari prilaku anak? Jangan sampai marah-marah pada anak karena kita habis dimarahi bos.

Maka kerjasama antarpasangan amatlah membantu dalam hal ini. Saat kita stress mintalah pasangan kita untuk meng-handle anak terlebih dulu. Atau carilah pihak lain yang amanah. Ingatlah, bahwa anak ini milik bersama. Jadi bukan hanya satu pihak yang mengasuh. Apalagi kalau memiliki anak yang banyak. Lelahnya.

Sekali-kali rencanakan waktu sendiri > “me time” guna melakukan relaksasi dan refleksi diri. Jika sudah relax, lebih mudah asuh anak. Buat program “me time” dalam sepekan beberapa jam. Agar tidak banyak emosi negatif yang menumpuk. Komunikasikan juga ke pasangan.

Analisis perilaku anak yang bisa menambah stress dan siapkan antisipasinya. Contoh: jika anak rebutan mainan maka lebih baik belikan mainan baru.

Banyaklah membaca buku tentang anak. Kadang pemicu stress adalah karena ketidaktahuan akan tahap kembang anak. Jika perlu bertanyalah pada ahli.

Kalau terlanjur stress ketika bersama anak, tarik nafaslah dalam-dalam guna mengurangi ketegangan syaraf. Ubah posisi tubuh. Jika sedang berdiri segera duduk. Jika duduk segera berbaring atau keluar rumah agar dapat suasana baru.

Setelah itu, ungkapkan perasaan secara jujur kepada anak misalnya, “Maaf ya nak, Ayah kesal kamu teriak-teriak  terus. Ayah terganggu.” Dari sini anak akan belajar mengungkapkan perasaan.

Namun jika masalah belum juga terselesaikan, segeralah minta bantuan pihak lain. Tinggalkan anak sejenak. Jangan ikuti emosi saat itu. Rugi. Jika kesal berkecamuk terhadap perilaku anak, pandangi fotonya saat bayi. Tegakah kita menyakiti bayi yang sudah tumbuh itu? lalu segeralah berwudhu dan sholat 2 rakaat. Jika sedang berhalangan, bagi para ibu, cukup wudhu saja. Doa dan curhat jujur kepada pemberi amanah yaitu Allah subhanahu wata’ala. Minta maaflah kepada Allah karena berniat marah pada anak yang merupakan pemberian-Nya. Berharap Allah memberi jalan segera dan melembutkan hati kita.

Jika terlanjur marah kepada anak, dan Anda tersadar. Segeralah minta maaf. Jangan biarkan anak terlalu lama dalam prasangka ‘takut’ kepada kita. Semoga kita bisa mengasuh anak dengan sepenuh cinta. Tak ada caci maki dan marah-marah  karena stress.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

tito-karnavian
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
sosmed-dipantau
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
kin-4
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
jokowi-di-iran
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
parfum
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
menyadap
Allah SWT ‘Menyadap’ Kita
fardhukifayah
Level Fardhu Kifayah
menghina ulama
Hukum Menghina Ulama
Rizki-Semut
Rizki di Tangan Allah
Bandul-Kehidupan
Pada Suatu Titik
empty_long_road_at_sunset-wide
Mencari Jalan Pulang
hoax
Republik Hoax
sepatu jodoh
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
istri 2
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
shaum
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
cinta_love
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
tauhid anak
Aku Peduli Iman Anakku
The sleeping boy
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
menghafal-alquran
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
gosok-gigi
Contoh Saja (Masih) Belum Cukup
cyber army 2
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
kebun anggur
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
bani umayyah
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
isteri taat
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
wahyu alquran
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
air-mentimun
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
popok-bayi
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
nangka
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
minum
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
membaca-buku
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
pangsit-kuah
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin