Membuat Pola

anak duduk

Muslimahzone.com – Tujuan pendidikan dalam Islam adalah membentuk kepribadian Islam. Pembentuknya adalah pola berpikir (aqliyyah) dan pola perilaku (nafsiyyah). Tugas kita adalah mendidik ananda dalam rangka mewujudkan pola ini sehingga jelas baginya bagaimana meraih kepribadian Islam. Maka dalam proses belajar mengajar, semua pengetahuan, metode belajar, pilihan strategi (uslub) serta sarana dan prasarana diupayakan mampu mengantarkan ananda memiliki pola tersebut.

Untuk membentuk pola berpikir anak, ibu harus memahami dulu 4 unsur berpikir, yaitu fakta, indera, otak dan informasi sebelumnya yang terkait dengan fakta tersebut. Semua unsur ini harus hadir dalam Kegiatan Belajar Mengajar agar terstimulasi dengan optimal dan proses berpikir itu terjadi. Untuk anak 3 tahun proses ini sudah bisa berjalan dan akan lebih tampak kecerdasannya ketika anak berusia 4 tahun.

Pada anak usia dini, proses yang terjadi adalah proses pembentukan, semua unsur berpikir bisa bekerja. Fakta yang diberikan dapat terindera dengan baik, panca inderanya dapat mengihsas dengan sempurna, otak anak sehat dan penuh nutrisi otak dengan makanan halal dan thoyyib, dan informasi yang diberikan adalah informasi yang benar yang diilhami dari wahyu. Bagaimana caranya agar bentukan berpikir ananda memiliki pola, maka disinilah peran ibu meletakkan landasan berpikir ketika proses belajar tersebut terjadi.

Landasan berpikir itu banyak, bisa landasan sekuler, bisa landasan gender, bisa landasan liberal, bisa landasan materalistis, bisa landasan tradisi, bisa landasan sosialis, bisa kapitalis dan bisa landasan aqidah Islam. Landasan inilah yang membentuk pola berpikir ananda dan akan mempengaruhi perilakunya dan mempengaruhi bagaimana ananda mengambil solusi bagi permasalahan hidupnya.

Sejatinya pola berpikir dalam konsep pendidikan Islam adalah basis aqidah Islamiyyah, karenanya ibu selalu on pada landasan ini, memenuhi ruang belajar ananda. Untuk anak usia dini belum mampu mengikatkan fakta dengan informasi yang diberikan, disinilah kita harus piawai membahasakan informasi tersebut kepada anak untuk dia ikatkan ke fakta sehingga terbentuk pemahaman. Kemampuan mengikat fakta dan maklumat inilah yang akan melejitkan kecerdasan ananda dengan basis aqidah.

Adapun pola perilaku anak, muncul ketika dia meminta semua kebutuhan naluriyyahnya terpenuhi. Naluri anak itu ada 3 ; naluri baqo (mempertahankan diri), naluri nau’ (melestarikan jenis) dan naluri tadayyun ( beragama ). Tugas kita adalah bagaimana semua kebutuhan naluri ini dapat dikelola dengan baik dan membuatkan polanya agar terstimulasi dengan baik. Seperti halnya berpikir, maka nafsiyyah juga membutuhkan standar prilaku. Maka dalam kosep pendidikan Islam standar prilaku tadi adalah halal haram, syariah islam.

Maka kenapa kita harus membuat Lembar kegiatan harian ? Semua itu dalam rangka membuat pola, baik pola berpikir maupun pola perilaku. Berdasarkan ini pula kita menyusun kurikulum, membuat silabus, menyusun materi, membuat karya, story telling dll. Semua dalam rangka mewujudkan kepribadian Islam pada diri anak sedangkan ibu harus senantiasa fokus pada tujuan tersebut.

Wallaahu a’lam bishshowab.

Yanti Tanjung, Penulis buku parenting “MENJADI IBU TANGGUH”

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

tito-karnavian
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
sosmed-dipantau
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
kin-4
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
jokowi-di-iran
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
menyadap
Allah SWT ‘Menyadap’ Kita
fardhukifayah
Level Fardhu Kifayah
menghina ulama
Hukum Menghina Ulama
risalah-islam
Kewajiban Mempelajari Al Qur’an
Rizki-Semut
Rizki di Tangan Allah
Bandul-Kehidupan
Pada Suatu Titik
empty_long_road_at_sunset-wide
Mencari Jalan Pulang
hoax
Republik Hoax
sepatu jodoh
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
istri 2
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
shaum
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
cinta_love
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
tauhid anak
Aku Peduli Iman Anakku
The sleeping boy
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
menghafal-alquran
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
gosok-gigi
Contoh Saja (Masih) Belum Cukup
cyber army 2
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
bani umayyah
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
isteri taat
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
wahyu alquran
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Muslim
Ikhtiar Pertama Apabila Seorang Muslim Sakit
air-mentimun
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
popok-bayi
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
nangka
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
minum
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
membaca-buku
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
pangsit-kuah
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin