Kurikulum Pendidikan Berbasis Akidah Islam: Bunda dan Sang Buah Hati (Part 1)

buah-hati

MuslimahZone.com – Apakah Bunda memiliki balita?

Bila jawabannya ya, inilah kesempatan Bunda untuk mengerahkan seluruh potensi Bunda untuk mendidik dan membesarkan buah hati Bunda.

Ingat ya Bunda, masa kecil anak itu tidak lama.
Jadi, sedikitlah bersabar untuk mau menemani sang buah hati.

Insya Allah, kebahagiaan luar biasa akan Bunda rasakan.
Bahkan, bila menjalaninya disertai ilmu dan dijalankan dengan ikhlas, pahala yang berlipat ganda pun sudah pasti menanti Bunda.

Subhanalloh!
Betapa sayangnya Allah kepada Bunda, dengan mau menemani sang buah hati, dengan anak Bunda dekat.. disayang Allah pula…

Bunda, bagi sang buah hati Bunda adalah segalanya.
Bunda adalah dunianya.

Hanya saja, Bunda akan mendapat tempat di hati putra-putri Bunda tak hanya bila Bunda dekat dengannya, tapi yang terpenting adalah bila Bunda mampu menjadikan setiap kedekatan itu menjadi momen istimewa.

Insya Allah, dari hari ke hari Bunda akan semakin dicintai sang buah hati.
Terlebih, bila Bunda pun mampu menunjukkan rasa cinta dan sayang itu.

Andaikan Bunda memilih jalan untuk tetap berada di dekat sang buah hati dan kesempatan itu Bunda dapatkan, segeralah bersyukur kepada-Nya dengan menjaga baik-baik titipan-Nya sesuai kehendak-Nya tentunya.

Andaikan Bunda tetap memilih untuk tetap dekat dengan sang buah hati, Bunda akan mengetahui kapan sang buah hati resah, Bunda pun akan mengetahui dengan cara bagaimana Bunda harus menyeka air matanya.

Bunda pula nanti yang akan menjadi orang pertama yang memahami perasaan sang buah hati. Bunda pulalah juga nanti yang akan mengetahui apa saja yang bisa membuatnya tersenyum dan tertawa bahagia.

Bunda, menyiapkan seluruh keperluan sang buah hati itu sudah pasti sudah biasa Bunda lakukan.Tapi, apakah sudah sepenuh hati? Itu hanya Bunda dan Allah sendiri yang mengetahuinya.

Kalau sudah, alhamdulillah, selamat ya Bunda, semoga istiqomah!

Kalau belum, jangan patah semangat ya Bun, kita mulai dari sekarang! Mari kita bersama-sama menata kembali kehidupan kita dan fokus terhadap salah satu kewajiban kita sebagai Ummun Warobbatulbait (Ibu dan pengatur rumah tangga).

Bunda, abaikan siapa pun dan apa pun yang akan membuat Bunda terluka dan berpaling dari aktifitas utama Bunda ini. Kehidupan Bunda amat sangat berharga, terutama bagi anak-anak Bunda.

Sungguh teramat disayangkan bila waktu Bunda dihabiskan untuk memikirkan seseorang atau sesuatu yang takkan menghantarkan terhadap kebaikan dan masa depan Bunda.

Cari sejuta alasan agar Bunda tetap tegar.
Cari dokter-dokter hati yang bisa mengobati luka hati Bunda.
Temukan sahabat-sahabat sejati yang mampu menghapus air mata Bunda menjadi tawa. Setelah itu, temukan diri Bunda yang baru yang mampu mengarungi kehidupan dan membesarkan buah hati tercinta dengan sepenuh hati.

Ada yang harus Bunda yakini, yang menjadikan kita seorang ibu itu adalah Allah. Jadi, kita harus yakin seyakin-yakinnya kalau Allah yang menugaskan kita untuk memikul kewajiban mengandung, melahirkan, menyusui dan mengasuh seluruh anak-anak kita maka kita akan sanggup memikulnya apa pun kondisi kita.

Hal terpenting di sini mengenai peran kita sebagai ibu ialah tugas kita untuk mendidik anak-anak kita yang sejatinya adalah amanah Allah (titipan-Nya).

Agar kita mampu menjalankan tugas itu kita pun telah dibekali Al Qur’an dan As Sunnah. Bila mau mengikutinya, niscaya suatu saat kita bisa mengembalikan amanah-Nya dengan penuh kebanggaan.

Bunda, kita semua berharap, terlahir dari rahim kita anak-anak sholih yang senantiasa berdo’a: “Alloohummaghfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaani shogiiro”.
Kita juga tentu berharap, anak-anak kita kelak menjadi generasi tangguh yang mampu mewujudkan sebuah peradaban luhur.

Pertanyaannya adalah sudah semaksimal apa usaha kita untuk mewujudkan harapan-harapan itu?
Sudah sejauh mana kita mendidik putra-putri kita?
Sudahkah kita menjadi madrasah pertama bagi anak-anak kita?
Sudahkah kita menjadi pelaksana harian dalam mendidik anak-anak kita?
Sudahkah melibatkan para ayah dalam memantau perkembangan anak-anak kita?

Kewajiban mendidik anak merupakan kewajiban ayah juga ya Bunda.

Agar anak terdidik baik, Ayah dan Bunda harus mau memahami hukum syara dan harus mau juga memahami tumbuh kembang anak (kapan hukum syara tersebut harus disampaikan ke anak).

Kembali lagi ke bahasan awal, bagi Bunda yang masih memiliki balita, sekali lagi selamat ya, kesempatan emas menanti Bunda.

Ataupun Bunda yang anak-anaknya tidak lagi berusia balita, artinya Bunda sudah masuk ke tahap evaluasi untuk pendidikan usia balita ini.

Tahap evaluasi sangatlah penting untuk mengetahui sudah sejauh mana Bunda melangkah dalam menuntaskan kurikulum yang Bunda adopsi atau kurikulum yang Bunda buat sendiri.

Evaluasi ini pulalah yang nantinya akan menuntun Bunda untuk mengetahui mana yang sudah dipahami anak mana yang belum. Saat itu pulalah Bunda pun akan menyadari ada tidak adanya kurikulum yang belum sempat Bunda ajarkan.

(Bersambung)

Oleh : Ni’mah Sakinah

Profil Penulis: Beliau adalah Ibu Rumah Tangga (Ibu dari 4 orang anak); Pendidik di Home Schooling Group Khoiru Ummah 38 (HSG KU 38) Kota Sukabumi -Setingkat SD-; Pendidik di Madrasah Ibtida’iyah Mesjid Jami Sa’adatul Ummah; Pengisi Tetap Radio Siaran Pemerintah Daerah Sukabumi Citra Lestari 102,8 FM acara Kajian Islam Remaja (Kisra) On The Sky.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

mendidik-anak
“Untuk Mendidik Seorang Anak, Butuh Orang Sekampung”
bahaya-smartphone
Waspadai Masalah Kesehatan Akibat Ketergantungan Smartphone!
aksi-bela-islam
Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 Resmi dari GNPF MUI
irena-handono
Terkait Penistaan Al-Qur’an, Umi Hj. Irena Handono Menulis Surat Terbuka Untuk Presiden dan Kapolri
israel-kebakaran
Kebakaran di Israel dan Tafsir Surat Al-Fajr
arisan
Hukum Arisan Dalam Islam
memukul
Kebolehan Memukul Istri dan Anak Sebagai Ta’dib
pasar-islam
Mal dan Fasilitas Dagang dalam Islam
pertolongan-allah
Pertolongan Allah Kepada yang Menolong Agamanya
cairo
Suara Hati dari Cairo
lidi-umat
Ketika Lidi Umat Bersatu…
mencintai-allah
Ya Allah Aku Mencintai-Mu, Walaupun Aku Bermaksiat Kepada-Mu…
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
bunga-layu
Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka
keluarga-islami-2
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan (Part 2)
keluarga-sakinah
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan
anak-lucu
Kebutuhan Memahami Anak Usia Dini
mencium-bayi
Ini Alasan Sebaiknya Tidak Mencium Bibir Anak
kejujuran-anak
Mengokohkan Kejujuran Dalam Diri Anak
anak-laki-laki
Membangun Karakter Anak Laki-Laki
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
eropa
Tradisi Menjual Istri di Eropa
arrayah-212
Kisah Ar Rayah di Aksi Damai 212
salat-jumat-212-diguyur-hujan
Semerbak Harum Saat Hujan Turun Dalam Aksi 212
sepatu
Karena Ukuran Kita Tak Sama
mandi-malam
Manfaat dan Resiko Mandi di Malam Hari
profil-muhaimin-iqbal
The Age of Deception
obesitas
Apa yang Menjadi Penyebab Obesitas?
kentut
Sering Kentut, Ini Penyebab, Diagnosa dan Pencegahannya
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
menghafal alquran
Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin
klepon
Klepon Yummy