Kriteria Memilih Jodoh

MuslimahZone.com –  Roda kehidupan setiap insan di dunia ini selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan, ada pilihan yang baik dan ada pilihan yang buruk, jika dihadapkan pada pilihan yang buruk maka pilihan yang tepat adalah menolaknya baik secara terbuka maupun secara sindiran. Begitu juga jika pilihan itu baik maka langkah yang paling tepat adalah memilih untuk tidak menolaknya.

Memilih sesuatu hal tentu saja ada parameter-parameter tertentu yang mengharuskan setiap insan untuk menimang-nimangnya secara matang dengan memadukan otak kiri dan otak kanan sehingga terpilihlah pilihan yang paling baik dan cocok.

Dasar utama yang menjadi landasan untuk memilih adalah ilmu pengetahuan, misalkan saja ketika seorang Insinyur Teknik sipil ingin memilih dimensi tulangan untuk sebuah kolom beton bertulang maka tahap utama yang dia lakukan adalah menganalisa seluruh kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi dengan ilmu mekanika rekayasa sehingga diperoleh nilai momen yang selanjutnya bisa dipakai dalam memilih ukuran tulangan yang proposional terhadap dimensi kolom yang direncanakan.

Dalam kasus seperti ini rasanya tidak terlalu sulit untuk memilih karena parameternya sangat jelas, jika tulangan yang terpasang terlalu banyak maka konsekuensi yang bakal terjadi adalah dikhawatirkan bakal menyebabkan keruntuhan tekan dikarenakan tulangan terlalu banyak dan beton tidak sanggup mengimbanginya sehingga mudah retak dan colaps.

Untuk urusan jodoh pun ada parameter penting untuk direnungi secara mendalam. Jauh-jauh hari lebih kurang 14 abad yang lalu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah memberi gambaran yang jelas mengenai parameter yang menjadi tolak ukur dalam memilih jodoh. Ketika seorang lelaki muda yang lajang ingin meminang seorang gadis Rasulullah telah memberi 4 kriteria pilihan, yakni pilihlah dengan melihat rupa, harta, nasab dan agama,jika memilih karena dasar agama niscaya akan selamat dan berbahagia.

Hal pertama yang membuat lelaki menjadi tertarik dengan wanita adalah karena melihat wajahnya, wajah yang cantik tentu saja akan mempunyai daya tarik yang kuat bagi setiap lelaki. Sehingga atas dasar ini dia telah menentukan pilihan untuk memilih si wanita tersebut.

Namun demikian, wajah cantik ini bukan sebuah patokan yang mutlak karena ada parameter kedua yakni hartanya dan parameter ketiga yakni bagaimana keluarganya. Akan tetapi ketika wajahnya oke, hartanya melimpah, dan berasal dari keluarga yang “wah”, namun agamanya tidak jelas alias sekedar tanda pengenal di KTP saja maka ketiga kriteria tadi bakal sia-sia belaka. Untuk itu penting sekali untuk mengedapankan nilai-nilai iman dalam memilih wanita idaman, dan wanita yang baik hanya untuk lelaki yang baik, dan lelaki yang baik hanya untuk wanita yang baik.

Demikian juga halnya dengan wanita, ketika ada seorang lelaki yang datang hendak meminang dia untuk dijadikan teman hidup di dunia dan akhirat baik dalam suka maupun duka, maka parameter utama dalam menerima atau menolaknya adalah karena 4 hal itu juga, yakni: rupa, harta, nasab dan agama.

Ketika seorang wanita menolak karena alasan agamanya yang kurang pas Insya Allah dia akan selamat dan berbahagia. Seorang wanita berhak untuk menolak, dan penolakan yang sangat logis adalah penolakan atas dasar agama. Jika terlihat bahwa lelaki yang datang memilih dia bukanlah seseorang yang baik dalam agamanya biarpun rupawan hartawan dan bangsawan sekalipun maka menolak pinangannya adalah langkah yang tepat.

Namun, jika alasan penolakan karena rupa kurang tampan atau karena kurang kaya dan berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja maka ini bukanlah sebuah alasan yang tepat. Karena kunci utama bahagia itu terletak di hati bukan karena luas atau sempitnya sebuah rumah. Seorang lelaki yang beriman insya Allah akan menerima setiap taqdir dari Nya dengan lapang dada, dan seorang yang beriman tentu saja mempunyai cinta yang besar terhadap Penciptanya, wujud cinta kepada Nya adalah dengan menjalankan segala titah Nya dan menjauhi segala hal yang dilarang oleh Nya.

Salah satu titah dari Nya adalah berlaku lemah lembut terhadap istri, berbakti kepada kedua orang tua, serta menyayangi keluarganya dengan memberi bimbingan agama agar terhindar dari jilatan api neraka.

Oleh: Saiful Hadi, ST

Sumber: fimadani.com

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Allah SWT ‘Menyadap’ Kita
Level Fardhu Kifayah
Hukum Menghina Ulama
Neraka Jahannam Sepanjang Hidup, Surga Sepanjang Hidup
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Kenapa Anakku Susah Banget Sih Disuruh Sholat?
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin