Kisah Wanita di Pintu Surga

wanita muslimah

Muslimahzone.com – Alkisah tersebutlah seorang wanita yang dikenal taat dalam menunaikan ibadahnya. Bahkan ia seringkali menambahnya dengan ibadah-badah Sunnah. Namun sayang beribu sayang, ia berat untuk menutup auratnya. Hijab seolah enggan mendekat pada tubuhnya, sama halnya dengan dirinya yang acuh tak acuh pada jilbab.

Acapkali ketika ia disentuh, “Ukhti yang cantik, Ukhti Insha Allah akan semakin cantik jika ia berhijab.” Namun berulangkali pula ia hanya tersenyum simpul dan berkata, “Insha Allah. Yang penting hatinya dulu yang berhijab.” Dan nampaknya perkataan demi perkataan serupa, berulang kali mengemuka. Tak hanya dari wanita dalam kisah ini, namun telah menjadi suatu hal yang menggejala di pertiwi ini. Meski beribu nasihat telah mengumandang.

Suatu malam dalam buaian pelukan mimpi, wanita ini tengah berada di sebuah taman. Indah di pandang. Perpaduan keelokan bunga-bunga di taman yang bermekaran, dipadu padan hijau-hijau asri sang rumput. Semilir angin berhembus menyejukan, sungai-sungai mengalir begitu jernihnya. Seolah-olah ia cermin laiknya dalam kisah singgasana Sulaiman. Damai, tentram menyapa. Wanita itu merasa nyaman berada disana.

Ternyata ia tak sendiri. Ada beberapa wanita lainnya yang turut serta menikmati keindahan ciptaan Sang Maha Pencipta. Khusyuk membersamai diri beserta alam. Berselang kemudian ia mendekati salah seorang wanita. Wanita itu berparas bersih nan jernih, seolah diliputi cahaya. Ia mencoba menyapa.

“Assalamu’alaikum, Saudariku.”

“Wa’alaikumsalam. Selamat datang, Saudariku.”

“Terima kasih. Apakah tempat ini, surganya Allah?” Tanya wanita itu penuh rasa penasaran.

Yang ditanya tersenyum kecil. “Oh tentu saja bukan, Saudariku. Ini hanyalah tempat persinggahan, tempat menanti sebelum beranjak menuju Surga Allah.”

“Benarkah begitu? Tak dapat kubayangkan seperti apa indahnya surga, jika tempat ini saja sudah seindah ini.” gumamnya penuh kekaguman.

Wanita itu tersenyum lagi, kemudian ia balik bertanya, ”Wahai Saudariku, Amalan apa yang engkau lakukan hingga mengantarkanmu sampai disini?”

Dengan sedikit terbata-bata dan menjaga perkataan, ia menjawab, “Alhamdulillah, Aku senantiasa menjaga shalat. Dan menambahnya dengan ibadah sunnah.”

“Alhamdulillah.”

Nun jauh di ujung taman, nampaklah sebuah pintu. Ia begitu kokoh, besar, mencengkram bumi. Menjadi sekat diantara satu sama lainnya. Ia pun begitu indah, dengan dekorasi yang asing dimata. Ia kemudian terbuka, menyiratkan bahwa siapapun dipersilakan memasukinya. Beberapa wanita yang sedari tadi menunggu di taman, bersegera masuk.

Satu persatu dari mereka beranjak masuk, dan wanita itu pun diajak untuk memasukinya.

“Ayo Saudariku, kita ikuti mereka, memasuki pintu itu” ucap wanita itu sambil berlari-lari kecil

“Lalu ada apa di balik pintu itu?” tanyanya penasaran sambil ikut serta.

“Di sanalah Surga Allah berada,” dalam larinya yang semakin mengkelebat.

“Tunggu, tunggu aku!” teriaknya. Ia berlari sekencang yang ia mampu, namun tetap tertinggal. Padahal wanita yang mengajaknya hanya berlari-lari kecil. Tak terlihat usaha keras untuk menuju gerbang tersebut.

Ia tetap berlari, terus berlari dan berlari. Dalam keadaan terengah-engah, ia merasa ada begitu banyak perbedaan. Yang membuatnya berteriak penasaran.

“Saudariku, aku tak kuasa mengikuti derap langkahmu. Meskipun kaki ini telah aku paksa untuk berlari sekencang-kencangnya.“

“Apa yang engkau perbuat, amalan apa itu? Hingga engkau begitu entengnya?” tanyanya menggelora.

Dan jawaban yang muncul hanyalah senyuman simpul, disertai ucapan, “Sama halnya seperti engkau, Saudariku.”

Sementara itu, wanita yang sedari tadi ia ajak berbincang telah sampailah ia di gerbang yang dimaksud. Sebelah kakinya menapak, menjejak melewati gerbang. Setengah badan berusaha segera menjauh, memasuki gerbang.

Dan ditengah-tengah keputus asaan, dalam upaya yang tidak berujung. Ia kembali berteriak, bertanya penuh harap.

“Apa yang engkau lakukan, amalan apa itu? Yang tidak aku lakukan.”

Lagi-lagi wanita itu tersenyum, “Perhatikanlah dirimu sendiri! Apa yang membedakan engkau dengan diriku?”

“Apakah engkau mengira jika Tuhanmu, Allah, mengizinkanmu menapaki surgaNya? Sementara engkau masih membuka auratmu.”

Ketika tubuhnya semakin menjauh, meninggalkan pintu. Ia pun menoleh, berkata-kata.

”Sungguh sayang beribu sayang, ternyata amalanmu tak mampu mengantarkan engkau mengikutiku memasuki surganya Allah. Sepertinya cukuplah surga hanya singgah di hatimu saja, karena bukankah niatmu adalah hanya untuk menghijabi hati?”

Seketika wanita itu terbangun dari tidurnya. Ia beristigfar, mengambil wudhu dan beranjak shalat malam. Malam itu ia habiskan dalam penyesalan. Berurai air mata, menyesali masa yang telah terlewat. Dan berjanji untuk menutup auratnya.

(dakwahmedia/muslimahzone.com)

Leave a Reply

mendidik-anak
“Untuk Mendidik Seorang Anak, Butuh Orang Sekampung”
bahaya-smartphone
Waspadai Masalah Kesehatan Akibat Ketergantungan Smartphone!
aksi-bela-islam
Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 Resmi dari GNPF MUI
irena-handono
Terkait Penistaan Al-Qur’an, Umi Hj. Irena Handono Menulis Surat Terbuka Untuk Presiden dan Kapolri
israel-kebakaran
Kebakaran di Israel dan Tafsir Surat Al-Fajr
arisan
Hukum Arisan Dalam Islam
memukul
Kebolehan Memukul Istri dan Anak Sebagai Ta’dib
pasar-islam
Mal dan Fasilitas Dagang dalam Islam
pertolongan-allah
Pertolongan Allah Kepada yang Menolong Agamanya
cairo
Suara Hati dari Cairo
lidi-umat
Ketika Lidi Umat Bersatu…
mencintai-allah
Ya Allah Aku Mencintai-Mu, Walaupun Aku Bermaksiat Kepada-Mu…
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
bunga-layu
Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka
keluarga-islami-2
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan (Part 2)
keluarga-sakinah
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan
anak-lucu
Kebutuhan Memahami Anak Usia Dini
mencium-bayi
Ini Alasan Sebaiknya Tidak Mencium Bibir Anak
kejujuran-anak
Mengokohkan Kejujuran Dalam Diri Anak
anak-laki-laki
Membangun Karakter Anak Laki-Laki
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
arrayah-212
Kisah Ar Rayah di Aksi Damai 212
salat-jumat-212-diguyur-hujan
Semerbak Harum Saat Hujan Turun Dalam Aksi 212
sepatu
Karena Ukuran Kita Tak Sama
muslim-ummah
Ilmu Sanad, Hanya Dimiliki Umat Islam
mandi-malam
Manfaat dan Resiko Mandi di Malam Hari
profil-muhaimin-iqbal
The Age of Deception
obesitas
Apa yang Menjadi Penyebab Obesitas?
kentut
Sering Kentut, Ini Penyebab, Diagnosa dan Pencegahannya
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
menghafal alquran
Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin
klepon
Klepon Yummy