Kisah Keluarga Bergaya Hidup Sehat dan Ramah Lingkungan Bag. I; Garam Krosok untuk Mencuci Baju

garam krosok large

MuslimahZone.com – Kerusakan lingkungan, pencemaran air, udara, tanah, dan kerusakan tubuh dan pola hidup semakin hari semakin menjadi-jadi, kampanye go green, sustainable living, zero waste dan healthy  life pun bergaung di mana-mana, meskipun  masih  kalah kencang dengan realitas industrialisasi yang cenderung massif dan egois.

Alhamdulillah, Muslimahzone kali ini bertemu dan berbincang-bincang  dengan seorang ibu muda yang sangat unik dan anti-mainstream, ia dan keluarganya sudah beberapa tahun ini secara bertahap melakukan pola hidup sehat dan ramah lingkungan. Bunda hebat ini bernama Angelin Rike Mahendra, akrab dipanggil Mbak Ike.  Tak sengaja MuslimahZone bertemu beliau di media sosial facebook ketika beliau menjelaskan bahwa ia dan keluarga berhasil hidup tanpa sampo dan sabun, konsisten dengan pola makan sehat dan natural, jarang sekali ke rumah sakit karena memakai natural hometreatment, dan sudah putus hubungan dengan deterjen laundry (deterjen untuk mencuci baju), cairan sabun pencuci piring, cairan pel lantai, dan aneka pembersih beresidu kimia sintetis. Wow, ma syaa Allah..bagaimana bisa? Lantas diganti dengan apa barang-barang yang sudah jamak itu? Apa tidak gatal mandi tanpa shampo dan sabun? Mau tau jawabannya, berikut bincang-bincang MuslimahZone dengan Mbak Ike.

MuslimahZone (MZ) : Bisa diceritakan  Mbak, bagaimana awalnya Mba Ike sampai memutuskan untuk memulai hidup sehat dan sustainable living seperti ini Mbak? Inspirasinya dari mana dan AHA momennya itu bagaimana?

 Mbak Ike (MI) : Kalau alasan kenapa mulai terketuk hidup alami ada saya tulis di blog saya. Jadi awalnya karena anak pertama yang sering sakit jadi saya gemes dan cari tahu.

(Berikut jawaban Mbak Ike dalam blognya); Sebenernya dari dulu pun saya orangnya memang sudah agak anti sama obat farmasi dan Rumah Sakit, Tapi apa boleh buat dulu ketika Kimi sakit, walau sering sekali saya menahan diri sekuat tenaga supaya ga buru-buru ke RS, dan melakukan home treatment (termasuk dipeluk skin to skin ketika demam, kamar diberi uap, anak diberi jeruk nipis dll) nyatanya seringkali berakhir dengan kegagalan. Dan akhirnya saya sendiri yang diomelin sama keluarga yang lihat anak sakit kok ‘didiemin’ aja. Ujung-ujungnya aku menyerahkan Kimi ke RS dan selalu berakhir dengan pemberian antibiotik pastinya karena Kimi demam biasanya lebih dari 3 hari baru ke RS, bahkan pernah seminggu demam saya tahan-tahanin. Sebelum diomelin ortu, saya ga ke RS haha… Paling sedih itu kalau harus menyuapi anak obat-obatan, serasa gak ikhlas banget saya hehe. Tetapi walaupun anti sama obat farmasi dan RS, ketika itu saya sendiri tidak tahu bagaimana cara agar seorang anak benar-benar bisa tidak memerlukan Rumah Sakit, alias bisa sembuh sendiri ketika sakit melanda. Dari sinilah aku gemas sekali dan berpikir keras apa sih sebenarnya yang menghalangi proses self-healing? Lama-lama, saya mulai merasa yakin pasti ada yang salah dari apa yang ia makan sehari-harinya.

Saya mulai googling kesana kemari untuk tahu apakah bisa seseorang sehat prima tanpa sakit yang membuat ia ke Rumah Sakit? Ketemu sih saat itu jawabannya buah dan sayur adalah peningkat imun manusia. Baiklah, ketika itu yang penting anak diberi buah deh pikirku sisanya ya masih makanan-makanan homemade ala saya (ayam goreng tepung, nasi goreng, bakwan goreng, donat, dll) dan setiap hari saya beri snack supermarket (saya pikir dulu coklat biskuit ya sehat-sehat saja asal ga mengandung MSG). Dulu ya saya juga penganut “homemade food adalah healthy food”. Jadi sebisa mungkin saya masak dirumah, anakku Kimi dari umur 6 bulan sudah makan masakan mominya, ASI pun 2 tahun. Tetapi kenyataannya, kesehatan Kimi tidak begitu membaik hanya dengan memberi beberapa potong buah dan menghindari MSG, seperti yang sudah saya ceritakan tadi 3 bulan sekali dia mesti ke Rumah Sakit tegak antibiotik dikarenakan demam batpil sesak pula. Lalu dalam pencarian, ketemulah video yang pertama kali membuat saya tergugah yaitu video satu keluarga penganut pola makan makanan mentah (Ka Sundance the rawfood family). Disitu ayahnya bercerita bahwa dari kelima anaknya tidak ada yang pernah sakit dan ke RS. Apa yang mereka makan? buah-buahan dan sayur-sayuran mentah yang banyak setiap harinya, ditambah makanan-makanan sehat lainnya yaitu kelapa (daging dan airnya), biji-bijian, kacang-kacangan, dll. Aha! ini yang saya cari, pikirku saat itu. Lalu saya pun jadi lebih sering memakai kata kunci ‘rawfood’ disetiap pencarian saya. Akhirnya saya pun sepakat dengan kalimat bijak bahwa Setiap apa yang kamu makan akan menjadikan dirimu sebenarnya alias everything that you eat will becoming the real you. Itu dia! SETIAP APA YANG KAMU MAKAN, itu kuncinya. Jadi, untuk sehat prima kamu harus ubah keseluruhan menu makananmu ! Saya suka dengan quote dari seorang praktisi holistik dari Amerika, Ann Wigmore, bahwa makanan-makanan yang anda makan bisa menjadi obat yang powerful dan teraman bagi tubuhmu dan juga bisa menjadi racun yang pelan-pelan menghancurkanmu.

 Dari pemikiran itulah, saya mulai mencari superfood penunjang imunitas. Mulai dari susu, telur, beras, daging, madu, bone broth, minuman herbal tea, VCO, sayuran, dan buah-buahan. Awal-awal, transisinya pelan-pelan, Misalnya yang sebelumnya anak sarapan sereal dan susu pabrikan, saya ganti menjadi segelas jeruk nipis hangat dan buah-buahan, lalu snack anak yang sebelumnya susu kotakan dan coklat diubah menjadi buah. Lalu nasi putih pun pelan-pelan saya ganti dengan nasi merah. dan sebagainya hingga akhirnya menjadi jadwal menu lengkap yang saya praktekkan setiap harinya.  Oiya, maksud dari kalimat ‘setiap hari’ itu berlaku dari Senin sampai Jumat ya, karena Sabtu Minggu itu saya berlakukan sebagai area bebas makan apa saja termasuk makanan-makanan ber’racun’. :)

Selain jadwal makan, saya pun juga mengubah gaya hidup yang lain. Misalnya dalam hal berjemur, saya yang dulu menganggap matahari siang tidak baik, merubah drastis menjadi lebih sering berjemur di bawah matahari siang hari. Dulu ga pernah kepikiran makan sayur mentah, sekarang malah jadi saingan kambing dan sapi hehe. Dulu yang sebelumnya ga pernah makan sop ayam, berubah menjadi pemakan bone broth hampir setiap hari. Dulu saya anti makan telor berlebihan karena takut dengan cerita miring mengenai kolesterol tinggi pada telor, sekarang setelah tahu telor mentah sehat malah setiap hari makan 2 butir telor.

Lalu, saya pun mulai pelan-pelan melepas ketergantungan terhadap sampo, sabun, deterjen laundry dan cuci piring, pewangi pakaian, dan obat pel. Semua itu saya ganti hanya dengan air, baking soda,  dan jeruk nipis saja. Dan sekarang-sekarang ini, saya mau mencoba menjalani hidup zero waste karena terinspirasi oleh kehidupan orang yang telah lebih dahulu menjalani konsep zero waste living. Semakin lama menjalani hidup sehat, saya pun semakin sadar bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa alam, tetapi sebaliknya alam bisa hidup tanpa manusia. Sudah sepantasnya kita hidup berjalan serasi dengan alam ini.

Alhamdulillah, 2 tahun lamanya semua perjuangan itu membuahkan hasil. Sampai detik ini (2 tahun lebih sejak diet sehat), kami sudah tidak pernah lagi pergi ke Rumah Sakit (kecuali ke dokter gigi untuk cabut gigi si kakak, yang sebenarnya agak kusesali karena setiap cabut gigi ia dapat suntikan obat bius) dan semoga seterusnya sehat amin amin. InsyaAllah, jika seterusya kami bisa konsisten melakukan gaya hidup sehat, kami bisa membangun ‘Rumah Sakit’ terbaik dalam tubuh kami.

MZ : Bagaimana awalnya Mbak Ike terpikir menggunakan garam krosok untuk mencuci baju Mbak? –Sebelumnya MZ pernah tahu bahwa Mba Ike mengganti deterjen laundrynya dengan garam krosok (garam kasar yang belum dimurnikan)-.

MI : Awalnya karena sebelumnya sudah berhasil hidup tanpa sampo sabun dan odol akhirnya jadi kepikiran kenapa tidak mencuci baju pun tidak perlu deterjen. Nah kebetulan ada seorang teman FB (Facebook, -red.) yang menyarankan cuci baju dengan garam krosok, akhirnya aku beranikan diri melakukannya dan hasilnya? Luar biasa, mulai dari penghematan, baju pun segar dan lembut (ga seperti kalau nyuci pakai deterjen tanpa softener kan bajunya pada kaku dan keras2 yah). Dan terutama ramah lingkungan. Semua air penggunaan kebutuhan rumah tangga kita sehari-hari kan pada akhirnya akan ke laut. Nah kalau yg kita hasilkan air garam ya berarti sama kandungannnya dgn air laut kan. Ramah lingkungan tho? J.

MZ : Kira-kira bagaimana mekanisme garam krosok sampai bisa jadi pengganti deterjen ya Mbak?

MI : Garam sudah dikenal dari sejak zaman dahulu sebagai pengawet alami krn garam dapat menghambat dan dalam konsentrasi tertentu dapat membunuh bakteri n menghambat pertumbuhan jamur. Nah garam pun kabarnya dapat melarutkan kotoran/noda , jadi pas deh untuk mencuci baju. Garam juga dapat mempertahankan warna baju. Tapi keculai baju putih deh kayaknya, hehe.

MZ : Bagaimana cara mencuci dengan garam krosok, bisakah diaplikasikan untuk pencucian di mesin cuci Mbak?

MI : Cara mencuciku pakai mesin cuci, takaran sami mawon sama takaran deterjen matic.

MZ : Yang terakhir nih Mbak, di mana biasanya Mba mendapatkan garam krosok?

MI : Saya biasa beli di pasar tradisional Rp 3000/kg. Biasanya penjual garamnya yang jual tepung-tepung gitu juga.

Demikian obrolan MZ dengan Mbak Ike tentang penggunaan garam krosok untuk mencuci baju, semoga dapat menginspirasi kita untuk merenungi perintah Allah, laa tufsidu fil ardh, janganlah kamu berbuat kerusakan di atas bumi. In syaa Allah pada bagian berikutnya MZ masih akan berbincang dengan Mbak Ike untuk topik penggunaan soda kue (baking soda) sebagai alternatif pengganti sabun mandi dan zat pembersih rumah tangga lainnya.

(esqiel/muslimahzone.com)

Leave a Reply

mendidik-anak
“Untuk Mendidik Seorang Anak, Butuh Orang Sekampung”
bahaya-smartphone
Waspadai Masalah Kesehatan Akibat Ketergantungan Smartphone!
aksi-bela-islam
Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 Resmi dari GNPF MUI
irena-handono
Terkait Penistaan Al-Qur’an, Umi Hj. Irena Handono Menulis Surat Terbuka Untuk Presiden dan Kapolri
israel-kebakaran
Kebakaran di Israel dan Tafsir Surat Al-Fajr
arisan
Hukum Arisan Dalam Islam
memukul
Kebolehan Memukul Istri dan Anak Sebagai Ta’dib
pasar-islam
Mal dan Fasilitas Dagang dalam Islam
mencintai-allah
Ya Allah Aku Mencintai-Mu, Walaupun Aku Bermaksiat Kepada-Mu…
kebakaran-israel
Hikmah Dibalik Kebakaran Dahsyat di Israel
memuji
Bolehkah Memuji Seseorang?
firaun
Azab Bagi Mereka yang Meniru Perilaku Fir’aun
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
bunga-layu
Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka
keluarga-islami-2
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan (Part 2)
keluarga-sakinah
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan
anak-lucu
Kebutuhan Memahami Anak Usia Dini
mencium-bayi
Ini Alasan Sebaiknya Tidak Mencium Bibir Anak
kejujuran-anak
Mengokohkan Kejujuran Dalam Diri Anak
anak-laki-laki
Membangun Karakter Anak Laki-Laki
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
sepatu
Karena Ukuran Kita Tak Sama
muslim-ummah
Ilmu Sanad, Hanya Dimiliki Umat Islam
fetih1453_15
Shalat Jum’at di Jalanan Bid’ah ? Mari Tengok Sejarah !!
cosmos-chocolate
Wanita dengan Kataatan Seharum Parfum
profil-muhaimin-iqbal
The Age of Deception
obesitas
Apa yang Menjadi Penyebab Obesitas?
kentut
Sering Kentut, Ini Penyebab, Diagnosa dan Pencegahannya
perut-keroncongan
Perut Keroncongan Belum Tentu Karena Lapar
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
menghafal alquran
Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin
klepon
Klepon Yummy