Ketika Si Miskin Datang Melamarmu

taman bunga

Muslimahzone.com – Seolah-olah, shalih dan kaya itu satu paket lengkap. Seakan-akan, shalih dan kaya menjadi wajib sebelum seorang laki-laki datang melamar. Sepertinya, shalih dan kaya adalah kesatupaduan yang harus disandang oleh lelaki mana pun yang datang untuk mengajak menikah. Hingga karenanya, banyak pernikahan yang tertunda karena yang melamar tidaklah kaya, meski ianya memiliki keinginan yang menggebu untuk memperbaiki diri.

Karena salahpahaman yang dipaksakan inilah, aneka dalil pun dilontarkan. Mulai dari biaya nikah yang semakin tak terjangkau, undangan walimah yang kudu sekian ribu orang, biaya hidup yang semakin meninggi mengangkasa, hingga dalih bahwa ada sekian banyak ibadah yang hanya bisa dikerjakan jika memiliki kekayaan puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Semakin terlihat benar ketika perkataannya menjadi, “Bukankah dakwah juga membutuhkan dana yang tidak sedikit dan karenanya sebagai muslimah harus menikah dengan muslim yang kaya raya?”

Lelaki ini terkenal sebagai sosok yang miskin. Sama sekali tidak berharta layaknya sebagian sahabatnya yang lain. Satu-satunya aset yang dimiliki hanyalah kebun pemberian Nabi. Itu saja. Akan tetapi, ia tak gentar untuk melamar seorang muslimah dari keluarga terhormat. Modalnya bismillah, diniati karena Allah Ta’ala dan menjalankan salah satu sunnah Nabi yang mulia.

Alhamdulillah, lamarannya diterima. Keduanya pun menikah. Berkah. Selepasnya, sang istri dengan amat setia mengurusi kebun suaminya itu. Ia juga rajin merawat satu-satunya kuda sang suami yang digunakan untuk jihad di jalan Allah Ta’ala.

Lepas beberapa masa pernikahan, lahirlah seorang anak shalih yang kelak menjadi panglima jihad dan salah satu pemimpin kaum Muslimin. Sepasang suami istri ini, menyejarah dari ayah-kakeknya, diri-suaminya, hingga cucu-cucunya kelak.

Si miskin yang datang melamar itu, tak lain adalah Zubair bin Awwam. Ialah sosok tak berharta namun memiliki kualitas keshalihan nan agung dan menyejarah. Sedangkan sang istri yang tak pernah sekali pun persoalkan harta calon suaminya, adalah Asma’ anak Abu Bakar ash-Shiddiq. Sedangkan sang anak yang lahir atas kerja cinta sepasang suami-istri ini, ialah ‘Abdullah bin Zubair.

Maka lihatlah, wahai kaum Muslimin. Menerima lamaran bukan harus shalih yang bertaut mesra dengan kaya. Sebab, kaya dan miskin hanyalah ujian. Tergantung bagaimana menyikapinya. Keduanya memiliki potensi selamat dan celaka yang sama.

Lihatlah lebih jauh, tentang shalih yang mendominasi. Ekstremnya, jika miskin tapi bisa membina dan menuntun Anda dan anak-anak kelak menuju jannah, apa salahnya? Bukankah miskin sebelum menikah amat mungkin untuk ‘dipoles’ hingga menjadi kaya raya dan bertambah shalih setelah akad? Bukankah berjuang berdua dari awal justru lebih asyik dan menyenangkan?

Sebab, jika lelaki yang hendak melamar Anda sudah kaya dan shalih, mungkin saja, bukan Anda yang menjadi seleranya. Nah!

(keluargacinta/muslimahzone.com)

Leave a Reply

tito-karnavian
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
sosmed-dipantau
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
kin-4
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
jokowi-di-iran
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
cabut alis
Bertujuan Cantik Ternyata Aktifitas Ini Haram
berhutang
Adab Ketika Berhutang
tanda-tanya
Inilah Lelaki Paling Tampan Menurut Riwayat Hadits
delivery
Hukum Layanan Delivery Makanan dengan Ojek
sombong
Sombong, Biang Segala Penyakit Hati
akhir zaman
Banyaknya Pembunuhan di Akhir Zaman
amar-maruf
Bersabar Itu Atas Musibah, Bukan Atas Kedzaliman
pentingnya-dakwah
Ketika Dakwah Ditinggalkan
shaum
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
cinta_love
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
pernikahan-4
Tentang Sebuah Pernikahan
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
menghafal-alquran
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
gosok-gigi
Contoh Saja (Masih) Belum Cukup
anak-muslimah
Lima Poin Penting Dalam Pendidikan Anak
anak-alam
Belajar Bersama Alam
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
isteri taat
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
wahyu alquran
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Muslim
Ikhtiar Pertama Apabila Seorang Muslim Sakit
mencintai-nabi
Merekalah Orang-Orang yang Mencintai Nabi
popok-bayi
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
nangka
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
minum
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
kenari
Rahasia Dibalik Makanan Ini Untuk Wanita
membaca-buku
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
pangsit-kuah
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin