Ketika Kepercayaan kepada Suami Hilang

unnamed (23)

MuslimahZone.comSepasang suami-istri tengah dirundung masalah. Sang suami  mengatakan bahwa istrinya  sering marah-marah serta menuduh dirinya selingkuh dengan perempuan lain. Sang istri  bersikukuh bahwa yang dituduhkannya tersebut, bersumber dari orang yang terpercaya.

Suami dan istri, sejatinya adalah pakaian (jauz) bagi kita. Pakaian, secara kasat mata adalah yang paling tahu apa yang ada pada tubuh kita. Pakaianlah yang menutupi kekurangan pada jasad kita dan memperindah penampilan. Namun, bila jauz ini mulai meninggalkan fungsinya dan “mencurigakan”, apa yang harus kita lakukan?

Yang pertama, yakinlah bahwa orang yang beriman hanyalah menjadikan Allah Subhanahu Wata’ala, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman sebagai orang yang dipercaya. Sebagaimana Allah Subhanahu Wata’ala berfirman,

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata,’Kami beriman’ dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka), ‘Matilah kamu karena kemarahanmu itu’. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” (QS: Ali Imran 118-120)

Dari ayat ini, Allah Subhanahu Wata’ala menjelaskan bahwa mempercayai orang-orang yang berada di luar kalangan orang beriman alias orang-orang asbun (asal bunyi), akan mendatangkan kemudharatan yang besar. Seperti pada kasus suami-istri diatas. Ayat ini menjadi ayat yang penting untuk dipegang teguh oleh suami-istri yang beriman. Banyak pihak yang akan menjadi pembisik di samping suami-istri. Dari pihak keluarga, teman, maupun masyarakat yang ada di sekitar kita.

Seiring bertambahnya usia rumah tangga dari hari ke hari, maka harus bertambah dewasa pula sikap kita dalam memilih dan memilah informasi yang dapat dipercaya. Pilihlah informasi yang berasal dari orang-orang yang tsiqoh (terpercaya). Bila memungkinkan, apa yang mereka sampaikan pun harus disertai oleh fakta dan data akurat. Sehingga apa yang akan kita sampaikan pada pasangan tidak hanya berdasar pada prasangka atau emosi belaka.

Jangan sampai, apa yang terjadi antara kita dan pasangan menjadi konsumsi publik dan hanya menjadi bahan cemooh orang-orang yang berpenyakit hati.

Kedua, yang paling tahu masalahnya hanya kita dan Allah Subhanahu Wata’ala. Prinsip yang kedua ini sangat penting kita perhatikan. Yang tahu persis bibit permasalahan, karakter pasangan, bahkan masalah yang terjadi sekalipun adalah kita dan pasangan. Jadi yang tahu persis duduk permasalahan yang terjadi dan celah yang dapat digunakan sebagai titik terang penyelesaian adalah kita dan pasangan.

Menceritakan panjang lebar keluh-kesah kita pada orang lain, sekalipun itu adalah orangtua kita sendiri, harus bertujuan hanya untuk mencari saran atau pandangan. Karena, yang tahu persis masalahnya dan yang dapat menyepakati berbagai point yang harus dipenuhi oleh suami atau istri, hanya kita.

Disinilah dituntut kemandirian dan kedewasaan dari suami dan istri. Berpeganglah pada komitmen awal pernikahan dan sadarkanlah diri bahwa kehidupan berkeluarga tak hanya di dunia tetapi harus juga berkumpul bersama di akhirat. Hindari semaksimal mungkin membeberkan masalah, bila sebenarnya waktu bisa menjawab pertanyaan kita. Misalnya jangan langsung menelepon sahabat untuk curhat ketika kita dan pasangan bertengkar di pagi hari.

Tunggulah hingga pasangan berpindah tempat, melakukan aktivitas lain, atau pulang bekerja. Waktu yang berjalan dan tempat yang berganti biasanya efektif untuk meredakan emosi. Berdoalah pada Allah Subhanahu Wata’ala untuk memadamkan amarahnya dan membuat keadaan lebih baik.

Ketiga, utamakan husnudzon.

Kedepankanlah husnudzon dalam setiap perasangka dan tindakan kita pada pasangan. Mungkin, pasangan kita tidak bisa menceritakan apa yang tengah dihadapinya sekarang. Mungkin karena terlalu berbelit untuk dijelaskan atau khawatir membuat kita cemas. Kondisi ini yang juga terjadi pada istri yang cenderung menyimpan masalahnya sendiri.

Jadi, bukan berarti ketidakterusterangannya berarti dia menyembunyikan orang lain atau ingin bermain “dibelakang” tetapi adakalanya pasangan ingin menyelesaikan masalahnya sendiri.

Keinginan untuk menyelesaikan masalah sendiri ini juga harus kita hargai. Walaupun tidak banyak orang sepakat dengan sikap ini, tetapi bila memang cara ini yang ditempuhnya, berperasangka baiklah bahwa ini dilakukannya sebagai tanda cintanya dan cara untuk membuat dirinya merasa berarti.

Jadi, tidak ada alasan untuk kita mencurigainya dan memilih untuk “memata-matai” tindakannya. Berprasangka baiklah kepada pasangan, sesulit apapun kondisi yang dihadapi. Bertanyalah kepadanya, bila ada yang mencemaskan kita. Dan, yang terpenting, berdoalah kepada Allah SWT sebagai sebaik-baik Penjaga, Yang Maha Mengetahui, dan Sebaik-baik Pemberi jalan keluar. Maka, kitapun akan selalu merasa lapang.

Kartika Ummu Arina

(fauziya/hidayatullah/muslimahzone.com)

Leave a Reply

tito-karnavian
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
sosmed-dipantau
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
kin-4
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
jokowi-di-iran
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
risalah-islam
Kewajiban Mempelajari Al Qur’an
cabut alis
Bertujuan Cantik Ternyata Aktifitas Ini Haram
berhutang
Adab Ketika Berhutang
tanda-tanya
Inilah Lelaki Paling Tampan Menurut Riwayat Hadits
pedang 2
Pedang dan Keadilan
sombong
Sombong, Biang Segala Penyakit Hati
akhir zaman
Banyaknya Pembunuhan di Akhir Zaman
amar-maruf
Bersabar Itu Atas Musibah, Bukan Atas Kedzaliman
shaum
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
cinta_love
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
pernikahan-4
Tentang Sebuah Pernikahan
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
menghafal-alquran
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
gosok-gigi
Contoh Saja (Masih) Belum Cukup
anak-muslimah
Lima Poin Penting Dalam Pendidikan Anak
anak-alam
Belajar Bersama Alam
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
isteri taat
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
wahyu alquran
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Muslim
Ikhtiar Pertama Apabila Seorang Muslim Sakit
mencintai-nabi
Merekalah Orang-Orang yang Mencintai Nabi
popok-bayi
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
nangka
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
minum
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
kenari
Rahasia Dibalik Makanan Ini Untuk Wanita
membaca-buku
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
pangsit-kuah
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin