Keluarga Besar HTI Kota Bogor Mengadakan Liqo Syawal 1436H

IMG-20150801-WA0003[1]

BOGOR, MuslimahZone.com – Memasuki bulan Syawal, silaturahim dan silah ukhuwah seperti menjadi rutinitas bagi masyarakat di Indonesia, khususnya di Bogor. Bertemu dan saling memaafkan setelah sebelumnya melaksanakan shaum Ramadhan dan ibadah-ibadah lainnya selama sebulan. Juga saling mengingatkan untuk tetap menjaga semangat Ramadhan dan menjadi pribadi yang lebih baik di bulan-bulan berikutnya. Hal ini pula yang dilakukan salah satu ormas Islam, Hizbut Tahrir Indonesia.

Dalam rangka silah ukhuwah pasca Ramadhan, DPD 2 HTI Kota Bogor mengadakan acara tahunan Liqo Syawal 1436 H bertempat di Masjid Raya Bogor, Sabtu (01/07/2015).

Selain anggota internal, acara ini juga menghadirkan berbagai tokoh masyarakat mulai dari ulama termasuk Ketua MUI Bogor, dosen, hingga pejabat pemerintah dan kepolisian.

Adapun tokoh perempuan yang diundang dan hadir dalam acara diantaranya:

– Dr. Syamsibar Barras M. Sc (Penasihat dan Bendahara IDI Kota Bogor)

– Ibu Isriani Somantri (Ketua PASI Kota Bogor)

– Ibu Yuniar S.Pd (Politisi Golkar)

– Ibu Dwi Susilowati M. Sc (Dosen Poltekkes Bogor)

– DR. Atik Hodikoh M. Sc (Dosen Politekkes Bogor)

IMG-20150801-WA0006[1]

Pesan-pesan Pembicara

Acara yang dimulai sekitar pukul delapan pagi ini, dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an Surat An-Nuur : 51-55 yang menyatakan tentang kewajiban bagi orang-orang beriman untuk ta’at pada Allah dan Rasul-Nya.

Setelah sambutan dari ketua DPD 2 HTI Kota Bogor juga Wakil Walikota Bogor, acara dilanjutkan dengan talkshow interaktif yang dipandu Ustadz Cahyono dengan menghadirkan Ustadz Hari Moekti sebagai pembicara pertama.

Mantan rocker tahun 80-an yang telah berhijrah ini, mengulas sedikit sejarah kehidupannya sejak masih berkecimpung dalam dunia hiburan hingga akhirnya menemukan jalan terang yang membawa dia ke dunia dakwah hingga kini.

“Saya dianggap ekstrem oleh teman-teman saya,” ujar da’i yang kerap menggunakan kostum hitam ini.

IMG-20150801-WA0001[1]

Adapun pembicara kedua yang juga hadir mengisi acara adalah Ustadz M.R. Kurnia. Beliau menyampaikan tentang keharusan meningkatkan dan menguatkan keimanan setelah Ramadhan.

Lima poin penting yang juga beliau tekankan yaitu jalan menuju taqwa menurut Al Qur’an. Poin tersebut yaitu:

1. Ibadah

Supaya bertaqwa, kita harus berlari cepat dalam beribadah. Jika tidak bisa berlari cepat maka berlari saja, jika tidak bisa maka berjalan cepat, jika tidak bisa juga, maka berjalan biasa, jika masih tidak bisa maka merangkak lah dan jangan pernah putar balik dalam ibadah.

2. Shaum

3. Berpegang teguh pada wahyu Allah SWT yaitu dengan terikat hukum syara

4. Terapkan Qishos, hukum pidana dan perdata Islam

5. Tinggalkan yang bertentangan dengan hukum Allah ta’ala.

IMG-20150801-WA0005[1]

Di akhir acara Ustadz Hari Moekti berpesan,

“Mengaji adalah modal dari takwa. Kerjakan sekarang jangan tunggu besok!” serunya.

Adapun Ustadz M.R. Kurnia memberikan pesan bahwa mengemban dakwah Islam adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas salah satu harokah saja.

“Perjuangan itu sulit, kita butuh benteng,” ungkapnya. “Khalifah adalah benteng umat. Mereka (kafir) berani menyiksa umat Muslim di Rohingya karena kita tidak memiliki benteng. Mereka berani mengambil kekayaan alam umat Islam karena kita tidak memiliki benteng.”

Beliau mengakhiri pesan dengan mengajak umat untuk bersama-sama menegakkan syari’ah dan khilafah. Berkontribusilah dengan memberikan jiwa (pikiran, tenaga, dan nyawa) juga harta karena harta tidak akan pernah hilang.

Kemudian acara ditutup dengan pembacaan do’a oleh KH. Adam Ibrahim selaku Ketua MUI Kota Bogor.

Testimoni Peserta

Dari sekitar 1000 peserta yang datang, berikut beberapa testimoni yang disampaikan kepada MuslimahZone :

“Sangat mengesankan. Dengan hadirnya begitu banyak peserta, antusias dari masyarakat Bogor, kita merasa sangat menyambut untuk menegakkan khilafah islamiyah di muka bumi. Saya betul-betul terkesan dan terharu. Kita yakin semua yang hadir dengan kebesaran hati menerima dan akan menyambut khilafah bersama-sama,” ungkap salah satu tokoh undangan yang hadir.

Adapun mewakili peserta dosen, Ibu Evi Afifah Huriyati, M. Si. mengungkapkan bahwa beliau sangat terkesan dengan acara karena dapat memberikan semangat kembali setelah Ramadhan berlalu dan menjadi recharge untuk kembali melakukan aktifitas dakwah dan pastinya melakukan perubahan di masyarakat. Karena perubahan sebuah keniscayaan. Perubahan akan bertahan ketika mendapatkan dukungan dari orang sekelilingnya. Individu, masyarakat dan sistem negara harus saling mendukung.

Ibu Rahma Komariah, selaku tokoh Majelis Nissa MHTI juga menyampaikan pesan terkait acara,

“Alhamdulillah kita diingatkan kalau kita ingin takwa kita raih maka kita harus terus-menerus melakukan perintah Allah dan meninggalkan kemaksiatan, secara individu yang pertama. Yang kedua, negara juga demikian, negara harus bertakwa. Negara yang bertakwa berarti negara yang memfasilitasi seseorang yang ingin bertakwa. Dan tentu saja harus ada negara yang betul-betul melaksanakan ketakwaan kepada Allah sehingga dapat melindungi kaum muslimin yang sedang teraniaya seperti Muslim Rohingya. Dan juga, bisa untuk melindungi kaum muslimin dari kemaksiatan-kemaksiatan yang lain, tidak hanya saat Ramadhan. Negara tersebut tentu saja adalah negara yang menerapkan Al- Qur’an dan Hadits yaitu khilafah islamiyah.” tutupnya.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

tito-karnavian
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
sosmed-dipantau
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
kin-4
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
jokowi-di-iran
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
cabut alis
Bertujuan Cantik Ternyata Aktifitas Ini Haram
berhutang
Adab Ketika Berhutang
tanda-tanya
Inilah Lelaki Paling Tampan Menurut Riwayat Hadits
delivery
Hukum Layanan Delivery Makanan dengan Ojek
sombong
Sombong, Biang Segala Penyakit Hati
akhir zaman
Banyaknya Pembunuhan di Akhir Zaman
amar-maruf
Bersabar Itu Atas Musibah, Bukan Atas Kedzaliman
pentingnya-dakwah
Ketika Dakwah Ditinggalkan
shaum
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
cinta_love
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
pernikahan-4
Tentang Sebuah Pernikahan
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
menghafal-alquran
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
gosok-gigi
Contoh Saja (Masih) Belum Cukup
anak-muslimah
Lima Poin Penting Dalam Pendidikan Anak
anak-alam
Belajar Bersama Alam
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
isteri taat
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
wahyu alquran
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Muslim
Ikhtiar Pertama Apabila Seorang Muslim Sakit
mencintai-nabi
Merekalah Orang-Orang yang Mencintai Nabi
popok-bayi
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
nangka
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
minum
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
kenari
Rahasia Dibalik Makanan Ini Untuk Wanita
membaca-buku
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
pangsit-kuah
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin