Kasus Penelantaran Anak: Disfungsi Keluarga dan Masalah Sistemik

unnamed (69)

MuslimahZone.com – Kasus penelantaran anak karena masalah ekonomi yang menjerat keluarga kerap terjadi seiring bertambahnya beban hidup yang harus ditanggung oleh kepala keluarga. Apalagi kalau keluarga tersebut memiliki banyak anak. Terjadilah banyak kasus pembuangan anak di depan rumah warga atau di pelataran masjid.

Namun, berbeda dengan kasus yang baru-baru ini terjadi di Cibubur, Jakarta Timur. Kasus penelantaran anak oleh dosen STT Muhammadiyah Utomo Perbowo (45) dan istrinya Nurindria Sari (42) bukanlah didasari alasan ekonomi. Hasil analisis yang dikemukakan oleh salah satu pengamat sosial Devi Rahmayanti dan pihak kepolisian yang memeriksa kasus ini bahwa kedua pasangan suami istri ini tega menelantarkan anak-anak mereka lantaran penggunaan narkotika jenis shabu yang mereka konsumsi selama 6 bulan terakhir ini (tempo.co/19/05/2015).

Pola Asuh yang salah

Alasan penelantaran anak di kawasan Cibubur ini bisa jadi memang karena penggunaan narkoba sehingga mereka tega melakukannya terhadap anak-anak mereka dan mengakibatkan trauma yang luar biasa terhadap psikis anak. Namun, bila kita mau lebih mengkaji kasus ini ada alasan lain yang bisa dikemukakan yaitu salahnya pola asuh yang diterapkan orang tua terhadap anak mereka.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Charlian, usai temui 5 anak di safe house, Cibubur, Jl Karya Bakti, Jakarta, Sabtu menyatakan bahwa kedua pasangan suami istri ini menganggap penelantaran anak adalah hal yang benar untuk pendidikan anaknya (news.detik.com/16/5/2015).

Kesalahan pola asuh inilah yang tampaknya dominan terjadi di keluarga Indonesia. Kemungkinan hal yang serupa bukan hanya terjadi di Kawasan Cibubur, tapi juga di wilayah lain. Bagaimana orang tua tidak memiliki standar dalam mendidik anak, bahkan tidak memiliki visi dalam membangun keluarga dan membina setiap anggota keluarga didalamnya.

Buruknya pola asuh ini akan memberikan dampak yang buruk juga terhadap perkembangan fisik dan psikis anak. Padahal anak adalah generasi yang notabene adalah penerus estafet kepemimpinan masa depan. Bisa kita bayangkan bila mereka dibesarkan dalam pola asuh orang tua yang buruk bagaimana jadinya output generasi yang dihasilkan kemudian.

Disfungsi Keluarga Akibat Penerapan Sistem yang Salah

Keluarga adalah institusi terkecil yang merupakan benteng terakhir penjagaan anak-anak dari bahaya yang berasal dari luar. Baik berupa bahaya fisik maupun bahaya pemikiran. Namun, kita melihat pada faktanya sekarang bahwa banyak institusi keluarga yang tidak mampu menjaga anggota keluarganya dari kedua bahaya ini. Bahkan mereka mengawali membangun dan membina keluarganya dengan nilai-nilai atau sistem hidup saat ini yang justru berdampak pada kehancuran keluarga tersebut.

Mengutip pernyataan dari juru bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Iffah Ainur Rochmah, Ahad (17/5) bahwa disfungsi keluarga semakin banyak terjadi seiring modernitas dan kehidupan berbasis demokrasi. Nilai HAM membuat keluarga individualis, tak mau mendengar nasihat lingkungan.

Dalam hal ini tidak bisa juga kita menyalahkan keluarga karena ada peran pemerintah yang seharusnya mampu mencegah terjadinya disfungsi keluarga ini. Kasus penelantaran anak oleh orang tuanya menjadi salah satu contoh kelalaian negara dalam menyosialisasikan bagaimana pola asuh yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang tua.

Negara memiliki kewajiban untuk membina institusi keluarga di seluruh penjuru Indonesia dengan pendidikan formal dan non formal semisal dengan bimbingan dan penyuluhan. Dengan adanya kasus ini, negara juga dinilai lemah dalam menjaga institusi terkecil ini dari bahaya kekerasan, tontonan yang tidak mendidik juga dari peredaran miras serta narkoba.

Selamatkan Generasi dengan Khilafah

Apabila kita mau mengkaji secara mendalam, akan kita dapati bahwa akar masalah dari semua yang terjadi pada anak, apakah itu kekerasan, penelantaran, kerusakan moral anak, pergaulan bebas dan rusaknya lingkungan anak adalah karena diterapkannya sistem kapitalisme demokrasi dengan nilai-nilai bebasnya.

Sistem ini selain telah mengakibatkan kemiskinan, tetapi juga telah mengacaukan sistem sosial dan yang paling dirasakan dampaknya adalah rusaknya institusi terkecil dalam masyarakat yaitu keluarga.

Solusi parsial yang dilakukan pemerintah dan lembaga perlindungan anak kiranya tidak mampu menyelesaikan permasalahan secara tuntas karena akar masalahnya ada pada penerapan sistem yang rusak saat ini. Oleh karena itu, tidak ada jalan lain selain kembali kepada sistem yang mampu memuliakan generasi dan ummat, baik muslim maupun non muslim, yang memang telah terbukti mampu menghasilkan generasi yang bertakwa dan berkualitas, yaitu sistem Khilafah yang menerapkan Islam secara kaaffah.

Khilafah akan membina individu dan masyarakat yang merupakan pilar negara dengan Islam sehingga menjadikan individu (dalam hal ini orang tua) dan masyarakat yang bertakwa. Orang tua yang bertakwa pastinya akan mendidik, merawat, mengayomi dan membimbing anak-anak mereka dengan ketakwaan mereka sehingga menjadikan anak-anak mereka individu yang bertakwa juga bukan menelantarkan mereka.

Kemudian masyarakat yang bertakwa akan senantiasa mengawasi setiap individu agar tidak melakukan pelanggaran. Selain itu, penerapan sistem ekonomi Islam akan mampu memenuhi kebutuhan primer masyarakat per individu, mulai dari pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan dan keamanan.

Khilafah juga akan memberikan sanksi kepada orang tua atau pihak manapun yang melakukan kekerasan ataupun penelantaran terhadap anak mereka karena setiap anggota tubuh anak memiliki diyat yang sama dengan orang dewasa ( Abdurrahman Al Maliki, 1990).

Walhasil, hanya dengan Khilafahlah yang menerapkan Islam secara kaaffah yang mampu menyelesaikan semua permasalahan generasi bahkan mampu menghasilkan generasi yang terbaik sebagai calon pemimpin masa depan. Wallahua’lam bishshowwab.

Rina Yunita, SP

Pengamat Remaja (Produsen Majalah Anak Alif) Jatinangor Kab. Sumedang.

Sumber: suara-islam.com

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

tito-karnavian
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
sosmed-dipantau
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
kin-4
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
jokowi-di-iran
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
menyadap
Allah SWT ‘Menyadap’ Kita
fardhukifayah
Level Fardhu Kifayah
menghina ulama
Hukum Menghina Ulama
risalah-islam
Kewajiban Mempelajari Al Qur’an
Rizki-Semut
Rizki di Tangan Allah
Bandul-Kehidupan
Pada Suatu Titik
empty_long_road_at_sunset-wide
Mencari Jalan Pulang
hoax
Republik Hoax
sepatu jodoh
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
istri 2
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
shaum
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
cinta_love
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
tauhid anak
Aku Peduli Iman Anakku
The sleeping boy
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
menghafal-alquran
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
gosok-gigi
Contoh Saja (Masih) Belum Cukup
cyber army 2
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
bani umayyah
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
isteri taat
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
wahyu alquran
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Muslim
Ikhtiar Pertama Apabila Seorang Muslim Sakit
air-mentimun
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
popok-bayi
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
nangka
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
minum
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
membaca-buku
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
pangsit-kuah
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin