Karena Surga Belum Benar-benar Kita Jejaki

MuslimahZone.com – Suatu ketika Nabi saw bersabda, “Abu Bakar di surga. ‘Umar di surga. ‘Utsman di surga. ‘Ali di surga. Thalhah di surga. Zubair di surga. ‘Abdurrahman bin ‘Auf di surga. Sa’ad bin Abi Waqqas di surga. Sa’id bin Zaid di surga. Abu ‘Ubaidah al-Jarrah di surga.” (Hr. at-Tirmidzi dari Abdurrahman bin ‘Auf).

Mereka inilah yang disebut al-Asyrah al-Mubasysyirina bi al-jannah (sepuluh sahabat yang mendapatkan kabar gembira masuk surga).

Ketika mereka mendapatkan kabar gembira masuk surga, apakah mereka mengendurkan amal shalih mereka? Atau justru mereka mengencangkan amal shalihnya, demi meraih apa yang telah dijanjikan? Ternyata, pilihan mereka adalah yang kedua. Mereka mengencangkan amal shalih, demi meraih apa yang telah dijanjikan kepada mereka.

Lihatlah, bagaimana keimanan Abu Bakar as-Shiddiq kepada Nabi dan risalah yang diembannya, sebagaimana yang dia tunjukkan saat peristiwa Isra’ dan Mi’raj, sehingga dia diberi gelar as-Shiddiq.

Lihatlah, ketika dia menyatakan syahadat di hadapan Nabi, sebagai pria yang pertama kali masuk Islam, sehingga mendapatkan as-Sabiquna al-Awwalun (generasi awal yang masuk Islam).

Lihatlah, bagaimana pengorbanannya, setelah masuk Islam. Tidak saja harta, waktu, bahkan jiwa dan raganya pun diberikan untuk Islam, Allah dan Rasul-Nya.

Dengan hartanya, dia bantu Bilal, memerdekakan dirinya dari budak. Bilal pun memeluk Islam, dan menjadi orang merdeka. Hartanya pun dia korbankan hingga tak tersisa, sampai suatu saat malaikat Jibril bertanya kepada Nabi, “Mengapa Abu Bakar memakai pakaian seperti itu?” Selembar kain, yang dipotong secukupnya untuk masuk lubang kepalanya, lalu dilipat menjadi dua untuk menutupi badannya.

Nabi pun menjawab pertanyaan Jibril, “Dia telah membelanjakan semua hartanya hingga sebelum Penaklukan Kota Makkah.” Jibril berkata, “Tanyakan kepadanya, apakah dia ridha dengan apa yang dia dapatkan?” pertanyaan itu diserukan Nabi kepada Abu Bakar, sambil menangis, Abu Bakar menjawab, “Bagaimana mungkin hamba tidak ridha, ya Rasulullah, terhadap apa yang Allah ridha.”

Ketika jawaban itu sampai kepada Jibril, Jibril berkata kepada Nabi, “Sampaikanlah kepadanya salamku dan salam Allah, dan Allah membangunkan rumah untuknya di surga.”

Ketika malam hijrah, Nabi saw. mengetuk pintu rumah Abu Bakar. Ketika tahu, yang datang adalah Nabi, Abu Bakar pun langsung bertanya, “Apakah ada titah untuk menemani-Mu, ya Rasulullah?” Nabi saw. menjawab, “Iya.”

Maka, tangis Abu Bakar pun meledak, karena begitu gembira ditetapkan oleh Allah untuk menemani Nabi-Nya hijrah ke Madinah. Sampai kata ‘Aisyah, “Belum pernah, aku melihat Abu Bakar menangis seperti itu, saking senangnya.” Abu Bakar pun telah menyiapkan seluruh kebutuhan Nabi, mulai logistik, kendaraan hingga berbagai sarana dan prasarana untuk mendukung misinya.

Saat tiba di mulut Gua Tsur Abu Bakar berkata kepada Nabi “Ya Rasul, tunggu saja di sini, biarlah saya yang masuk terlebih dahulu, memastikan di dalamnya.”

Semua lubang di gua itu pun disisir dengan tangannya. Tiap lubang disumbat dengan merobek pakaiannya, hingga tak tersisa. Semua lubang sudah tersumbat, demikian juga pakaian Abu Bakar, habis tak tersisa. Tinggal satu, itu pun dia duduki, agar tak satu pun lubang ada yang tersisa.

Abu Bakar pun mempersilahkan Nabi memasuki gua, saat dipastikan, bahwa di dalamnya aman dari hewan melata, atau serangga berbisa. Saat mengetahui baju Abu Bakar tak tersisa, Nabi bertanya, “Kemana bajumu? Engkau masuk mengenakan baju, kini baju itu tidak ada.”

Begitulah pengorbanan Abu Bakar. Bersama Nabi dan para sahabat lainnya, Abu Bakar, selama 10 tahun di Madinah tak kurang berperang puluhan kali. Belum lagi, kezuhudan dan pilihan hidupnya yang sederhana, sampai saat wafat tak sepeser pun uang dia wariskan kepada keluarganya. Belum lagi, ibadah, mujahadah dan munajat kepada Rabb-nya. Semuanya itu utk memastikan,bahwa surga yang dijanjikan kepadanya itu benar-benar dalam genggamannya.

Apa saja yang selama ini digunakannya, ketika menjadi Khalifah, diminta untuk dikembalikan kepada Baitul Mal kaum Muslim.

Abu Bakar, dan para sahabat yang mendapatkan janji surga, itu justru terus melakukan amal shalih untuk memastikan, bahwa surga yang memang dijanjikan untuk mereka benar-benar dalam genggamannya. Maka, mereka pun mendapat gelar “Ruhban al-lail wa Farsanan an-nahar” (Para rahib di malam hari, dan kesatria di siang hari). Janji surga tidak membuat mereka terlena, apalagi mengurangi dan mengendurkan amal shalih mereka. Sekali kali tidak.

Karena surga yang dijanjikan itu belum benar-benar mereka jejaki dengan kaki mereka.

Hingga kita menjejakkan kaki kita di surga. Maka, “Teruslah berbuat (melakukan amal shalih), Allah pasti melihat amal perbuatan kalian.” (Q.s. at-Taubah [09]: 105). Saat itu, kita baru bisa memastikan, bahwa kitalah penghuni surga. Begitulah, para sahabat.

Begitulah, Nabi mendidik mereka. Maka, mereka pun bersungguh-sungguh dalam melakukan amal shalih, hingga surga yang dijanjikan itu pun dalam genggaman. Begitulah kita seharusnya. Semoga kita bisa seperti mereka.

Sumber: kultwit KH. Hafidz Abdurrahman

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Allah SWT ‘Menyadap’ Kita
Level Fardhu Kifayah
Hukum Menghina Ulama
Neraka Jahannam Sepanjang Hidup, Surga Sepanjang Hidup
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Kenapa Anakku Susah Banget Sih Disuruh Sholat?
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin