Jika Bumi Tidak Berputar

MuslimahZone.com – Kita semua dapat hidup di atas muka bumi ini karena bumi berputar di atas porosnya dalam waktu 24 jam sehari. Coba bayangkan sekiranya bumi ini tidak berputar, mustahil kita dapat hidup dengan aman dan sentosa di permukaan bumi.

Dari putaran inilah terjadinya siang dan malam. Permukaannya yang menghadap matahari akan mengalami siang dan permukaan yang membelakangi matahari akan menjadi malam. Seandainya bumi tidak berputar maka sudah tentu bagian yang menghadap matahari akan menjadi siang selama-lamanya hingga hari kiamat dan begitulah sebaliknya.

Apakah yang akan terjadi bila siang terjadi terus-menerus? Sudah pasti keadaan udara dan suhu dari waktu ke waktu, dari menit ke menit dan dari jam ke jam akan menjadi bertambah panas. Dalam jangka waktu 100 jam saja udara akan mencapai titik didih 100ºC sehingga lautan, danau, sungai dan sebagainya akan mendidih dan menggelegak. Coba kita bayangkan apa yang akan terjadi sekiranya seluruh sungai, danau dan samudera mendidih airnya? Begitu juga darah yang mengalir di dalam tubuh kita juga turut mendidih. Dalam keadaan sedemikian, tidak ada satu pun makhluk yang dapat hidup. Semuanya akan mati dan musnah menjadi debu-debu yang berterbangan.

Dan apa yang akan terjadi sesudah 100 jam atau 1000 jam berikutnya? Bukan saja semua ini akan mendidih, bahkan semua permukaan bumi ini dan seluruh benda-benda dan sebagainya, akan menjadi bara api yang sangat panas. Ketika itu, bukan hanya manusia saja yang akan mati terbakar bahkan bumi ini sendiri akan terbakar menjadi debu dalam sekejap mata.

Kemudian apakah yang akan terjadi jika waktu malam terjadi terus-menerus hingga hari kiamat? Hawa dan udara dari saat ke saat dan seterusnya, dari jam ke jam akan terus bertambah dingin sehingga dalam jangka waktu 100 jam saja akan mencapai titik 0ºC sehingga seluruh air dan benda yang cair akan membeku menjadi es yang beku dan keras. Mungkin di saat itu, manusia dan binatang-binatang masih dapat hidup seperti keadaan di Kutub Utara dan Selatan. Namun begitu, bagaimanakah keadaannya sesudah 100 jam atau 1000 jam berikutnya? Apabila udara dan suhu terus turun sampai di bawah batas 0ºC maka sudah pasti akan lenyaplah segala kehidupan di muka bumi ini.

Kedua kejadian ini harusnya kita pikirkan sedalam-dalamnya untuk melihat betapa hebatnya kekuasaan Allah dan juga perlindungan-Nya yang diberikan untuk kehidupan setiap makhluk khususnya kita sebagai manusia yang dikaruniakan akal pikiran yang sempurna. Firman Allah SWT. yang artinya:

“Katakanlah, bagaimana pendapat kamu sekiranya Allah menjadikan siang terus menerus sampai hari kiamat? Siapakah selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu dapat beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikannya? Dan karena rahmatnya-Nya, Dia jadikan untuk kamu malam dan siang supaya kamu beritirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (Qs. Al-Qasas: 72-73)

Dengan adanya perputaran bumi siang dan malam maka keadaan suhu di permukaan bumi ini menjadi seimbang yaitu tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Sehingga manusia, hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan dapat hidup dengan damai di permukaan bumi ini.

Ya… sudah seharusnya kita renungkan, siapakah lagi selain Allah yang dapat memutarkan bumi sebesar ini? Yaitu planet yang berukuran lingkar 40,003 km dan beratnya beribu-ibu juta ton itu. Perkara ini hendaklah kita pikirkan secara mendalam. Selanjutnya hendaklah kita selalu mengingat dan berterima kasih kepada Allah SWT, Janganlah kita sekali-kali menjadi orang-orang yang seolah tidak mendengar dan melihatnya sedangkan kita mempunyai telinga, mata dan akal untuk bersyukur memuji-Nya.

Sumber: scienceandislam.tripod.com

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Allah SWT ‘Menyadap’ Kita
Level Fardhu Kifayah
Hukum Menghina Ulama
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Republik Hoax
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Contoh Saja (Masih) Belum Cukup
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin