Istriku Sarjana, & Jadi Ibu Rumah Tangga. Ada Yang Salah?

sarjana ibu rumah tangga

Muslimahzone.com –  Saya sering ditanya oleh beberapa teman mengenai pekerjaan istri. Alhamdulillah saya selalu bangga menyebut pekerjaannya sebagai seorang Ibu rumah tangga. Ya, istri saya memanglah seorang sarjana, tapi atas kemauannya sendiri dan berbagai pertimbangan yang InsyaAllah lebih banyak manfaatnya akhirnya kami berdua putuskan supaya dia tetap berada di rumah dan sepenuhnya menjadi Ibu rumah tangga.

Beberapa orang memang terkadang menyayangkan. Namun ini sudah jadi keputusan bersama yang insyaAllah lebih bermanfaat bagi keluarga kecil kami. Waktu berlalu, tahun berjalan ternyata menurut saya menjadi Ibu rumah tangga tak semudah yang kita “para lelaki” bayangkan.

Apakah ada yang masih berpikir bahwa menjadi Ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang sepele? adakah yang masih meremehkan bahwa menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan mudah, dan tak lebih sulit ketimbang wanita yang bisa bekerja dan mencari uang?

Tolong sekali lagi jika kita masih punya pikiran seperti itu segera buang jauh-jauh. Bekerja itu hanyalah sebuah istilah. Bekerja bukan hanya berkaitan dengan upaya mencari nafkah. Jika bekerja dikonotasikan dengan mencari nafkah, bukankah mencari nafkah itu sendiri dalam rumah tangga adalah tugas seorang pria atau suami?

Jika dibandingkan menjadi seorang Ibu Rumah Tangga, justru memiliki banyak kesulitan dan tantangan tersendiri. Ibu rumah tangga mempunyai daftar pekerjaan yang tak kunjung habis. Kalau boleh meminjam istilah mulai dari pekerjaan Di Dapur (memasak), di Sumur (mencuci, setrika), di Kasur (melayani suami) itu semua dilakukan sendiri tanpa pernah mengeluh atau mengharap imbalan. Ibu rumah tangga juga harus bisa jadi Guru bagi anak mereka, menjadi manager untuk mengatur keuangan keluarga, jadi Chef untuk makan keluarga, dan berbagai profesi yang sekaligus bisa dikerjakan seorang Ibu rumah tangga.

Namun sejatinya tak cuma itu saja pekerjaan ibu rumah tangga. Bahkan kalau anda mau merinci pekerjaan Ibu rumah tangga tak akan pernah habis dan selesai. Ga cukup 24 jam bahkan lebih dari 36 jam. Dari mulai bangun pagi hingga tidur malam seorang Ibu rumah tangga disibukkan dengan urusan-urusan rumah tangga. Bahkan tak jarang untuk urusan mereka sendiri malah terabaikan.

Sudah waktunya kita berhenti berpikir bahwa ibu rumah tangga itu bukan sebuah pekerjaan. Ibu rumah tangga itu adalah pilihan sebuah Profesi dalam kehidupan. Bahkan Di KTP pun Ibu rumah tangga dimasukkan ke dalam kriteria pekerjaan.

Sebagai profesi, pekerjaan Ibu rumah tangga itu berkantornya justru di banyak tempat, dari rumah, pasar, sekolah anak dan tempat-tempat yang terkait profesi Ibu rumah tangga. Tantangan menjadi Ibu rumah tangga sangat berat, bagaimana ia mampu melayani anak-anak dan suami, bagaimana ia harus bisa ikhlas dan bersyukur akan kondisi mereka, karena hal demikianlah yang dapat menciptakan kebahagiaan hakiki dalam berumah tangga.

Balasan dari pekerjaan sebagai Ibu rumah tangga bukanlah Uang cash seperti yang didapatkan wanita pekerja kantoran. Namun sebagai Ibu Rumah Tangga penghasilannya berupa hasil dari darma baktinya bagi keluarga. Kebahagian keluarga, kedamaian, kenyamanan, dapat melihat suami betah dirumah dan menyaksikan pertumbuhan anak mereka dari waktu ke waktu. Saya kira itu adalah penghasilan yang tak akan bisa dinilai dengan uang.

Jadi mau jadi wanita yang bekerja ataupun Ibu rumah tangga. Semuanya adalah sama derajatnya. Keduanya adalah sosok wanita hebat yang memiliki pilihan hidupnya masing-masing. Jadi jangan pernah meremehkan wanita ataupun sarjana yang lebih memilih menjadi Ibu rumah tangga. Karena sekali lagi pekerjaan ini tidaklah mudah dan butuh banyak rasa syukur, sabar dan ikhlas supaya mendapatkan kebahagiaan suami istri yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Ingat dan jangan pernah menyesal anda bersekolah tinggi (D3, S1, S2 bahkan S3) namun pada akhirnya menjadi Ibu rumah tangga. Menjadi Ibu tidaklah mudah, sehingga pendidikan sangatlah penting. Tahu kenapa Jepang menjadi negara sangat maju? karena wanita disana rata-rata berpendidikan tinggi dan bangga menjadi Ibu rumah tangga.

Beruntunglah anda para Pria (suami) yang memiliki istri seorang sarjana dan memilih mereka untuk melayani anda sepenuhnya menjadi Ibu rumah tangga. Karena banyak wanita harus “terpaksa” bekerja karena ingin membantu suami mencari nafkah demi keberlangsungan kehidupan keluarga mereka.

Sekali lagi Salut bagi wanita yang memilih bekerja di kantoran namun tak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai Ibu rumah tangga. Respek bagi para wanita yang tulus ikhlas mengabdikan hidup mereka untuk menjadi Ibu rumah tangga. Percayalah anak dan suami anda akan sangat bangga dilayani dan dibesarkan oleh seorang Ibu Sarjana.

salam,
dr. Wahyu Triasmara

(fauziya/muslimahzone.com)

One Response

  1. drs zaenal arifin

Leave a Reply

mendidik-anak
“Untuk Mendidik Seorang Anak, Butuh Orang Sekampung”
bahaya-smartphone
Waspadai Masalah Kesehatan Akibat Ketergantungan Smartphone!
aksi-bela-islam
Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 Resmi dari GNPF MUI
irena-handono
Terkait Penistaan Al-Qur’an, Umi Hj. Irena Handono Menulis Surat Terbuka Untuk Presiden dan Kapolri
israel-kebakaran
Kebakaran di Israel dan Tafsir Surat Al-Fajr
arisan
Hukum Arisan Dalam Islam
memukul
Kebolehan Memukul Istri dan Anak Sebagai Ta’dib
pasar-islam
Mal dan Fasilitas Dagang dalam Islam
kebakaran-israel
Hikmah Dibalik Kebakaran Dahsyat di Israel
memuji
Bolehkah Memuji Seseorang?
firaun
Azab Bagi Mereka yang Meniru Perilaku Fir’aun
sajada-arifin
Oase Hati
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
bunga-layu
Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka
keluarga-islami-2
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan (Part 2)
keluarga-sakinah
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan
anak-lucu
Kebutuhan Memahami Anak Usia Dini
mencium-bayi
Ini Alasan Sebaiknya Tidak Mencium Bibir Anak
kejujuran-anak
Mengokohkan Kejujuran Dalam Diri Anak
anak-laki-laki
Membangun Karakter Anak Laki-Laki
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
sepatu
Karena Ukuran Kita Tak Sama
muslim-ummah
Ilmu Sanad, Hanya Dimiliki Umat Islam
fetih1453_15
Shalat Jum’at di Jalanan Bid’ah ? Mari Tengok Sejarah !!
cosmos-chocolate
Wanita dengan Kataatan Seharum Parfum
profil-muhaimin-iqbal
The Age of Deception
obesitas
Apa yang Menjadi Penyebab Obesitas?
kentut
Sering Kentut, Ini Penyebab, Diagnosa dan Pencegahannya
perut-keroncongan
Perut Keroncongan Belum Tentu Karena Lapar
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
menghafal alquran
Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin
klepon
Klepon Yummy