Bogor Islamic Book Fair: Bedah Buku ‘Menggenggam Bara Islam’

12053180_991718154231393_1168731716_n (1)

BOGOR, (Muslimahzone.com) – Rangkaian Bogor Islamic Book Fair telah memasuki hari ke-3. Pengunjung yang menghadiri pameran buku di kota hujan sore ini cukup padat.

Acara yang digelar sejak jum’at, (9/10/2015) ini menghadirkan beberapa acara di panggung utama.Di antara acara yang digelar di hari ini, ahad (11/10) adalah bedah buku karya Abay Abu Hamzah yang berjudul “Menggenggam Bara Islam”.

Acara yang dimulai pukul 16.00-17.30 WIB ini menghadirkan Ustadz Abay selaku penulis  buku secara langsung bersama Penerbit Mabda untuk mengupas isi buku yang beliau tulis.

Dari pemaparan penulis, motif yang mendasari penulisan buku ini adalah ketika beliau membaca sebuah kalimat dalam sebuah buku yang inspiratif sekali bagi beliau berjudul ‘Peraturan Hidup dalam Islam’.

“Adapun akal ia tidak mampu menolak kebenaran meskipun ia berpura pura,” katanya mengutip salah satu kalimat dari buku karya Syaikh Taqiyuddin an Nabhani itu. Beranjak dari sanalah buku ini lahir.

Selanjutnya beliau menjelaskan pula alasan mengapa menggunakan kata ‘menggenggam’ sebagai judul bukunya, bukan kata ‘memeluk’ Islam.

“Memeluk itu identik dengan enak, hangat, padahal dalam Islam tidak selalu seperti itu,” ungkapnya.

Menurut pendapatnya, menjadi seorang muslim justru sering menghadapi sesuatu yang tidak enak seperti yang dialami sahabat Bilal bin Rabbah atau Sumayyah yang mendapatkan siksaan yang keras dari kaum kafir. 

Maka benarlah apa yang disampaikan Rasulullah bahwa orang yang hidup di masa seperti sekarang ini adalah seperti menggenggam bara api. Maka kata ‘memeluk’ akhirnya menjadi padanan kata yang bagi penulis tidak pas untuk digunakan.

Contoh kasus yang menggambarkan sulitnya menggenggam Islam menurut Ustadz Abay, misalnya terjadi pada akhwat yang baru berhijrah maka ia akan  sangat sulit melewati ujiannya, diantaranya dengan jilbab yang dia kenakan.

Beberapa pertanyaan diajukan oleh peserta acara, pertama dari M. Ardiansyah terkait ketakutan-ketakutan yang dihadapi remaja yang masih berjiwa labil. Ia ingin berdakwah namun ketakutan itu menghalangi dan menyebabkan dakwah terbengkalai. Bagaimana agar dakwah bisa sejalan dengan aktifitas lain?

Adapun pertanyaan kedua yaitu dari peserta akhwat yaitu Dwiza, ia menanyakan bagaimana kiat memulai menulis agar mudah karena suka kehilangan ide.

Penulis memberikan jawaban singkat untuk keduanya. Pertama bahwa resiko akan selalu ada dalam kehidupan namun banyak yang menggunakan dakwah sebagai ‘kambing hitam’ ketika menemui kegagalan. Padahal faktor kegagalan bisa jadi adalah hal lain misalnya malas dan sebagainya. Maka solusinya adalah dengan menata ulang jadwal dan fokuskan hidup untuk lebih memikirkan umat.

Adapun tips menulis bagi penanya kedua adalah :

  1. Jadikan menulis itu tidak istimewa. Biasa aja. Seperti bersin atau menguap yang tidak perlu menunggu mood datang 
  2. Kemudian setelahnya jadikanlah menulis sebagai kebiasaan. Menulis dimanapun. Kalaupun hasilnya jelek tidak apa-apa karena tidak ada sebenarnya yang menuntut kita harus menulis bagus.
  3. Permasalahan utama bagi yang baru mulai menulis adalah keinginan untuk langsung menghasilkan karya bagus.

Penulis juga berbagi pengalamannya saat menulis beberapa karyanya yang sudah banyak beredar.

“Mari kita merancang akhir kehidupan yang indah dengan menggenggam bara Islam,” demikian ungkapan Ustadz Abay mengakhiri acara bedah buku hari ini.

(fauziya/muslimahzone.com)

 

Leave a Reply

mendidik-anak
“Untuk Mendidik Seorang Anak, Butuh Orang Sekampung”
bahaya-smartphone
Waspadai Masalah Kesehatan Akibat Ketergantungan Smartphone!
aksi-bela-islam
Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 Resmi dari GNPF MUI
irena-handono
Terkait Penistaan Al-Qur’an, Umi Hj. Irena Handono Menulis Surat Terbuka Untuk Presiden dan Kapolri
israel-kebakaran
Kebakaran di Israel dan Tafsir Surat Al-Fajr
arisan
Hukum Arisan Dalam Islam
memukul
Kebolehan Memukul Istri dan Anak Sebagai Ta’dib
pasar-islam
Mal dan Fasilitas Dagang dalam Islam
mencintai-allah
Ya Allah Aku Mencintai-Mu, Walaupun Aku Bermaksiat Kepada-Mu…
kebakaran-israel
Hikmah Dibalik Kebakaran Dahsyat di Israel
memuji
Bolehkah Memuji Seseorang?
firaun
Azab Bagi Mereka yang Meniru Perilaku Fir’aun
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
bunga-layu
Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka
keluarga-islami-2
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan (Part 2)
keluarga-sakinah
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan
anak-lucu
Kebutuhan Memahami Anak Usia Dini
mencium-bayi
Ini Alasan Sebaiknya Tidak Mencium Bibir Anak
kejujuran-anak
Mengokohkan Kejujuran Dalam Diri Anak
anak-laki-laki
Membangun Karakter Anak Laki-Laki
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
sepatu
Karena Ukuran Kita Tak Sama
muslim-ummah
Ilmu Sanad, Hanya Dimiliki Umat Islam
fetih1453_15
Shalat Jum’at di Jalanan Bid’ah ? Mari Tengok Sejarah !!
cosmos-chocolate
Wanita dengan Kataatan Seharum Parfum
profil-muhaimin-iqbal
The Age of Deception
obesitas
Apa yang Menjadi Penyebab Obesitas?
kentut
Sering Kentut, Ini Penyebab, Diagnosa dan Pencegahannya
perut-keroncongan
Perut Keroncongan Belum Tentu Karena Lapar
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
menghafal alquran
Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin
klepon
Klepon Yummy