Introspeksi Keikhlasan

ikhlas

MuslimahZone.com – Gegap gempita datangnya Ramadhan nan berkah disambut kaum muslimin di segala penjuru dunia. Senyuman bermekaran menyambut datangnya bulan penuh pahala ini. Sudah menjadi rahasia umum manakala Ramadhan tiba maka kaum muslimin berduyun-duyun memenuhi masjid. Sebuah fenomena yang membanggakan jika hal ini terus terjadi bukan hanya di bulan Ramadhan saja.

Seolah menjadi kejadian tahunan yang mentradisi dan tidak bisa diubah lagi. Sebenarnya, apakah inti dari permasalahan ini, walaupun ada sebagian dari kaum muslimin yang tidak menganggap ini sebagai sebuah permasalahan?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjalani bulan Ramadhan dalam perjalanan sirah nabawiyah dituliskan hanya sekitar 9 kali. 9 kali menghadapi Ramadhan ini, Rasulullah menggunakannya dengan semaksimal mungkin. Bagaimana dengan kita yang telah melalui Ramadhan 10, 20,30 atau bahkan sebanyak 40 kali? Adakah satu Ramadhan saja yang kita lalui hanya untuk ibadah kepada Allah?

Pensyariatan Ramadhan terjadi di tahun ke-2 Hijriyah, di mana pada saat itu turun 4 perintah dari Allah sekaligus yaitu, syariat puasa bulan Ramadhan, syariat jihad, syariat jilbab bagi muslimah dan syariat pengharaman khamr.

Kita lihat setelah turunnya 4 perintah secara berturut-turut ini, tidak ada umat Islam generasi terbaik itu yang mengeluh, karena dakwah Rasulullah semasa di Makkah menuai keberhasilan. 13 tahun telah digunakan Rasulullah dalam dakwahnya hanya untuk membangun aqidah umatnya. Jadi, manakala kaum muslimin berhijrah ke Madinah, mereka telah siap menjadi umat yang mendapat perintah tanpa adanya penolakan bahkan keraguan. Kita lihat, manakala pensyariatan haramnya khamr, maka seluruh selokan di kota Madinah penuh dengan khamr. ketika pensyariatan jilbab bagi muslimah, maka pada saat itu korden-korden rumah langsung mereka tarik untuk dijadikan jilbab. Subhanallah, benar-benar ketaatan yang layak diacungi jempol.

Mungkin hal ini lah yang belum dipunyai umat Islam masa kini. Umat Islam yang hanya berbondong-bondong ke masjid ketika Ramadhan tiba. Mereka seperti itu karena belum mempunyai aqidah yang kuat dan rasa khauf, raja’ dan mahabbah kepada Allah. Seolah ibadah hanyalah aktivitas jasmani yang tak berarti bagi hati. Ibadah hanya digunakan sebagai tradisi dan ajang untuk memamerkan diri. Bentuk kesalahan seperti ini harus segera dihilangkan dan tidak boleh menjangkiti generasi muda Islam nanti.

Kita kuatkan niat kita dalam beribadah hanya untuk Rabb Sang Pencipta. Bukan hanya untuk pujian manusia dan tradisi tahunan saja. Sudah menjadi kemakluman bersama, bahwa ibadah akan diterima jika ada 2 perkara penting, yaitu

1. Ikhlas kepada Allah

2. Mutaba’ah Rasulullah

Jadi, jika salah satu dari dua perkara tidak ada, maka sudah dipastikan ibadahnya tidak akan diterima Allah. Jika semua ibadah di bulan Ramadhan ini tidak didasari dengan rasa ikhlas hanya untuk Allah dan semua aktivitas ibadah ini akan berhenti seusai Ramadhan, maka berkah Ramadhan sebagai bulan latihan dan ladang pahala tidak akan didapatkan serta sia-sia begitu saja. Dan telah jelas difirmankan Allah bahwa hidup, mati dan ibadah kita hanya untuk-Nya.

قُلۡ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحۡيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ * لَا شَرِيكَ لَهُ ۥ‌ۖ وَبِذَٲلِكَ أُمِرۡتُ وَأَنَا۟ أَوَّلُ ٱلۡمُسۡلِمِينَ

“Katakanlah ( Muhammad ), “ Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri ( muslim)” (QS. Al-An’am: 162 dan 163)

Wallahu a’lam bi showab

Penulis: Dhani El-Ashimi

(fauziya/kiblat.net/muslimahzone.com)

Leave a Reply

tito-karnavian
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
sosmed-dipantau
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
kin-4
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
jokowi-di-iran
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
cabut alis
Bertujuan Cantik Ternyata Aktifitas Ini Haram
berhutang
Adab Ketika Berhutang
tanda-tanya
Inilah Lelaki Paling Tampan Menurut Riwayat Hadits
delivery
Hukum Layanan Delivery Makanan dengan Ojek
akhir zaman
Banyaknya Pembunuhan di Akhir Zaman
amar-maruf
Bersabar Itu Atas Musibah, Bukan Atas Kedzaliman
pentingnya-dakwah
Ketika Dakwah Ditinggalkan
muslimah-bercadar
Wanita Itu Godaan Terbesar Bagi Pria
cinta_love
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
pernikahan-4
Tentang Sebuah Pernikahan
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
bunga-layu
Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka
menghafal-alquran
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
gosok-gigi
Contoh Saja (Masih) Belum Cukup
anak-muslimah
Lima Poin Penting Dalam Pendidikan Anak
anak-alam
Belajar Bersama Alam
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
wahyu alquran
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Muslim
Ikhtiar Pertama Apabila Seorang Muslim Sakit
mencintai-nabi
Merekalah Orang-Orang yang Mencintai Nabi
wafat-sujud
Sujud Terakhir Miftah, Sang Pemakmur Masjid
popok-bayi
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
nangka
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
minum
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
kenari
Rahasia Dibalik Makanan Ini Untuk Wanita
membaca-buku
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
pangsit-kuah
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin