Interaksi Pasca Khitbah, Yang Boleh dan Yang Tidak Boleh

pasca khitbah

MuslimahZone.com – Ikatan khitbah sering disebut sebagai ikatan pertunangan. Sebagian orang menganggap pertunangan atau khitbah sebagai “setengah resmi menikah”. Laki-laki dan perempuan yang sudah terjalin ikatan khitbah di antara keduanya dianggap sudah setengah resmi sebagai suami isteri. Dengan anggapan seperti ini akhirnya keduanya pun boleh berinteraksi “mendekati” interaksi suami isteri. Misalnya, boleh pergi berdua, duduk berduaan, ke mall berdua, saling berpegangan tangan dan sebagainya.

Anggapan seperti ini tidak tepat dan tidak sesuai dengan syari’at. Ikatan khitbah tidak lain adalah janji untuk menikah, tidak lebih. khitbah hanyalah pendahuluan ke arah pernikahan. Dalam ikatan khitbah itulah kedua pihak bisa berta’aruf, saling mengenal, untuk menuju ke arah pernikahan. Secara syar’i mereka bukanlah setengah resmi sebagai suami isteri. Akan tetapi, hanyalah dua pihak yang saling berjanji untuk menikah. Secara syar’i masih terbuka peluang bagi keduanya untuk memutuskan tidak melanjutkan ke pernikahan.

Laki-laki dan perempuan yang sudah terikat ikatan khitbah, dalam pandangan hukum syara adalah orang asing (ajnabi) satu terhadap yang lain. Maka hukum syara yang berlaku dalam interaksi keduanya tetap hukum-hukum interaksi yang berlaku atas orang asing. Yang membedakan dengan orang yang lain adalah bahwa ikatan khitbah yang terjalin antara keduanya, secara syar’i memberikan hak kepada mereka untuk berta’aruf (saling mengenal) dalam rangka menuju pernikahan.

Di antara hukum yang berlaku atas keduanya adalah bahwa keduanya tidak boleh berkhalwat. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ :

Janganlah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita kecuali bersama wanita itu ada mahramnya.” (HR. Bukhari Muslim)

Qarinah yang ada menunjukkan larangan tersebut bersifat tegas. Larangan tersebut juga bersifat umum mencakup mereka yang terjalin ikatan khitbah. Karena ikatan khitbah tidak mengecualikan mereka dari keharaman berkhalwat.

Laki-laki dan perempuan yang terjalin ikatan khitbah secara syar’i dibolehkan untuk bertemu. Si laki-laki boleh berkunjung kepada si perempuan dalam rangka berta’aruf. Tetapi tetap tidak boleh berkhalwat. Maka pertemuan di antara keduanya harus disertai kehadiran orang ketiga, bisa salah satu mahram si perempuan dan bisa juga orang lain.

Untuk berta’aruf, hampir pasti harus ada interaksi. Interaksi sendiri bisa dengan pertemuan dan bisa juga tanpa pertemuan. Jika terjadi pertemuan, karena keduanya secara syar’i adalah ajnabi satu sama lain, maka hal berikut yang harus dilakukan:

  1. Tidak boleh khalwat.
  2. Keduanya harus tetap menutup aurat masing-masing terhadap orang asing.
  3. Sang wanita tidak boleh bertabarruj.
  4. Keduanya tidak boleh memandang yang lain dengan disertai syahwat.

Dalam berta’aruf, keduanya tidak boleh melakukan interaksi sebagaimana layaknya suami isteri. Maka interaksi keduanya tidak boleh dalam bentuk rayuan atau yang mendekati itu. Islam telah membatasi interaksi seperti itu hanya bagi suami isteri dan tidak boleh dilakukan di luar ikatan tersebut.

Demikian juga ketika interaksi dilakukan tanpa adanya pertemuan semisal via telepon, sms, surat, email dan sebagainya. Interaksi demikian boleh asalkan materi yang diinteraksikan adalah materi yang boleh. Karena keduanya bukanlah suami isteri, tidak boleh satu sama lain saling merayu, bermanja-manja, atau bentuk pembicaraan sejenis lainnya. Hal itu karena keduanya masih berstatus sama-sama orang asing. Wallahu’alam.

Sumber: Buku ‘Risalah Khitbah’, Penulis: Yahya Abdurrahman, Penerbit: Al Azhar Press

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

mendidik-anak
“Untuk Mendidik Seorang Anak, Butuh Orang Sekampung”
bahaya-smartphone
Waspadai Masalah Kesehatan Akibat Ketergantungan Smartphone!
aksi-bela-islam
Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 Resmi dari GNPF MUI
irena-handono
Terkait Penistaan Al-Qur’an, Umi Hj. Irena Handono Menulis Surat Terbuka Untuk Presiden dan Kapolri
israel-kebakaran
Kebakaran di Israel dan Tafsir Surat Al-Fajr
arisan
Hukum Arisan Dalam Islam
memukul
Kebolehan Memukul Istri dan Anak Sebagai Ta’dib
pasar-islam
Mal dan Fasilitas Dagang dalam Islam
pertolongan-allah
Pertolongan Allah Kepada yang Menolong Agamanya
cairo
Suara Hati dari Cairo
lidi-umat
Ketika Lidi Umat Bersatu…
mencintai-allah
Ya Allah Aku Mencintai-Mu, Walaupun Aku Bermaksiat Kepada-Mu…
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
bunga-layu
Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka
keluarga-islami-2
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan (Part 2)
keluarga-sakinah
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan
anak-lucu
Kebutuhan Memahami Anak Usia Dini
mencium-bayi
Ini Alasan Sebaiknya Tidak Mencium Bibir Anak
kejujuran-anak
Mengokohkan Kejujuran Dalam Diri Anak
anak-laki-laki
Membangun Karakter Anak Laki-Laki
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
arrayah-212
Kisah Ar Rayah di Aksi Damai 212
salat-jumat-212-diguyur-hujan
Semerbak Harum Saat Hujan Turun Dalam Aksi 212
sepatu
Karena Ukuran Kita Tak Sama
muslim-ummah
Ilmu Sanad, Hanya Dimiliki Umat Islam
mandi-malam
Manfaat dan Resiko Mandi di Malam Hari
profil-muhaimin-iqbal
The Age of Deception
obesitas
Apa yang Menjadi Penyebab Obesitas?
kentut
Sering Kentut, Ini Penyebab, Diagnosa dan Pencegahannya
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
menghafal alquran
Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin
klepon
Klepon Yummy