Ibu dan Anak Perempuan

ibu-ajar-anak-perempuan

Muslimahzone.com – Seorang ibu terbangun dari tidurnya. Nafasnya terengah-engah. Betapa tidak, ia bermimpi melihat lantai apartemen di ruang keluarganya yang terletak di gedung tinggi, retak hingga ke dasarnya. Berhari-hari ibu tersebut memikirkan apa makna mimpi itu.

Beberapa hari berselang, wanita karier tersebut benar-benar kaget. Jantungnya seakan berhenti. Anak gadisnya yang semata wayang menyatakan akan menikah dengan seorang yang berbeda agama. Ibu yang berasal dari keluarga besar yang taat beribadah tersebut tentu tidak bisa menerima kenyataan ini.

Ingin sekali menahan amarah, namun akhirnya emosinya meledak. Sementara si anak tetap bersikukuh dengan pendiriannya.

Ibu tersebut merasakan pedih luar biasa. Ia baru menyadari ada yang salah dalam hubungannya selama ini dengan si anak. Ternyata telah terbangun sekat tembok yang tinggi dan tebal di antara mereka.

Merasa tidak ada manfaatnya marah, si ibu mengubah strategi. Ia mengajak anaknya untuk “gencatan senjata” dan melakukan kesepakatan. Selama satu bulan si ibu cuti dari pekerjaan. Keduanya juga menyimpan perangkat komunikasinya.

Mereka sepakat menjalani waktu yang berkualitas bersama, melakukan kegiatan bersama, agar bisa berdialog intens dari hati ke hati. Si ibu berusaha fokus dan melakukan yang terbaik, berharap si gadis menyadari kekeliruan dan mengubah pendiriannya.

Di hari akhir masa kesepakatan itu, si ibu kembali bertanya. Apa jawaban anak gadisnya? Ternyata, rencana pernikahan beda agama itu tetap akan dilanjutkan!

Si ibu kembali terhenyak. Tidak menyangka keputusan anaknya tak bisa digoyahkan. Dicoba lagi melakukan dialog, memberi pandangan, namun keputusan itu sudah bulat.

Si ibu tiba-tiba merasa tidak mengenal anaknya, yang 20 tahun lebih hidup bersama. Seolah ada jarak terbentang antara dirinya dengan sang anak yang sudah sulit dijembatani.

***

Kisah di atas menunjukkan kadang antara ibu dan anak perempuan tidak terjalin hubungan yang harmonis. Padahal sesungguhnya keduanya memiliki banyak kesamaan. Yang terjadi kemudian adalah persaingan bahkan permusuhan.

Seorang ibu kadang menuntut anak perempuannya seperti zamannya, padahal anak dilahirkan dalam zaman dan suasana yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan banyak dialog daripada menyuruh atau memerintah.

Berdasarkan hadits dari ‘Aisyah RA, beliau berkata:

Ada seorang wanita yang datang menemuiku dengan membawa dua anak perempuannya. Dia meminta-minta kepadaku, namun aku tidak mempunyai apapun kecuali satu buah kurma. Lalu akau berikan sebuah kurma tersebut untuknya. Wanita itu menerima kurma tersebut dan membaginya menjadi dua untuk kedua anaknya, sementara dia sendiri tidak ikut memakannya. Kemudian wanita itu bangkit dan keluar bersama anaknya. Setelah itu Nabi SAW datang dan aku ceritakan peristiwa tadi kepada beliau, maka Nabi SAW, “Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, kemudian dia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut akan menjadi penghalang dari siksa api neraka.” (Riwayat Muslim: 2629)

Ida S Widayanti, dipublish dalam majalah Suara Hidayatullah edisi Agustus 2016

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

mendidik-anak
“Untuk Mendidik Seorang Anak, Butuh Orang Sekampung”
bahaya-smartphone
Waspadai Masalah Kesehatan Akibat Ketergantungan Smartphone!
aksi-bela-islam
Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 Resmi dari GNPF MUI
irena-handono
Terkait Penistaan Al-Qur’an, Umi Hj. Irena Handono Menulis Surat Terbuka Untuk Presiden dan Kapolri
israel-kebakaran
Kebakaran di Israel dan Tafsir Surat Al-Fajr
arisan
Hukum Arisan Dalam Islam
memukul
Kebolehan Memukul Istri dan Anak Sebagai Ta’dib
pasar-islam
Mal dan Fasilitas Dagang dalam Islam
kebakaran-israel
Hikmah Dibalik Kebakaran Dahsyat di Israel
memuji
Bolehkah Memuji Seseorang?
firaun
Azab Bagi Mereka yang Meniru Perilaku Fir’aun
sajada-arifin
Oase Hati
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
bunga-layu
Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka
keluarga-islami-2
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan (Part 2)
keluarga-sakinah
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan
anak-lucu
Kebutuhan Memahami Anak Usia Dini
mencium-bayi
Ini Alasan Sebaiknya Tidak Mencium Bibir Anak
kejujuran-anak
Mengokohkan Kejujuran Dalam Diri Anak
anak-laki-laki
Membangun Karakter Anak Laki-Laki
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
sepatu
Karena Ukuran Kita Tak Sama
muslim-ummah
Ilmu Sanad, Hanya Dimiliki Umat Islam
fetih1453_15
Shalat Jum’at di Jalanan Bid’ah ? Mari Tengok Sejarah !!
cosmos-chocolate
Wanita dengan Kataatan Seharum Parfum
profil-muhaimin-iqbal
The Age of Deception
obesitas
Apa yang Menjadi Penyebab Obesitas?
kentut
Sering Kentut, Ini Penyebab, Diagnosa dan Pencegahannya
perut-keroncongan
Perut Keroncongan Belum Tentu Karena Lapar
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
menghafal alquran
Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin
klepon
Klepon Yummy