Derita Istri Seorang Pencandu Pornografi

Muslimahzone.com – Pertanyaan (E, 31 tahun, Amerika Serikat):

Saya telah mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya sebelumnya, yakni “Bagaimana Membantu Suami Terlepas dari Kecanduan Pornografi?” Dan saya sudah melakukan semua langkah-langkah yang disarankankan. Yang jadi masalah kemudian adalah, suami saya malah semakin larut dengan keadaannya dan menjadi seperti seorang musuh ketika saya menyinggung hal tersebut. Beliau selalu bilang, ini urusanku dan kemudian keadaan menjadi tegang, sehingga tips-tips tersebut tidak membantu menyelesaikan masalah saya.

Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan karena gambar-gambar tersebut sangat mengganggu saya dan membuat saya jijik. Beliau tidak mau diajak bekerja sama, beliau selalu berkata biarkan aku mengurus urusanku sendiri. Meskipun saya bilang bahwa hal itu melukai saya. Jadi, kini saya hanya berusaha tidak terlalu memikirkan hal itu karena hanya membuat hari-hari saya menjadi pilu, sementara saya tidak siap untuk berpisah dengannya. Beliau pun tidak mengizinkan saya memakai komputernya atau mencampuri urusan pribadinya lagi, beliau menjadi sangat tertutup dengan saya. Beliau menganggap saya tukang marah-marah atau tukang komplain karena telah mencampuri urusannya, meskipun saya tegaskan bahwa saya bukan berniat menjadi musuhnya atau membenci dirinya. Saya hanya keberatan dengan tindakannya; namun tetap beliau tak mau mendengar.

Jadi sekarang saya hanya berpikir untuk menguatkan diri saya dengan menjadi muslim yang baik dan menyibukkan diri dengan hal itu. Karena memang bukan ide yang bagus jika saya membahas lagi masalah tersebut denganya, hanya membuatnya emosi, yang kemudian hanya akan mengganggu ketenangan pikiran dan konsentrasi saya untuk memperbaiki diri. Jadi, pertanyaan saya sekarang adalah, bagaimana agar bisa mengontrol diri agar hanya fokus pada perbaikan diri sendiri, karena saya tidak ingin setiap hari mendapat perlakuan yang dingin dan permusuhan darinya.

Jawaban (Dr. Maryam Bachmeier):

Assalammu’alaikum, saudariku,

Saya sungguh dapat merasakan dalam hati saya bagaimana perjuangan Anda karena saya menyadari dahsyatnya akibat dari kecanduan perilaku destruktif terhadap hubungan pernikahan.

Itu adalah Bentuk Pelariannya

Suami Anda sedang masuk dalam dunianya sendiri dan di sana tidak ada komunikasi. Ia tak mampu hadir bersama Anda karena ia ditelan oleh mimpi buruk pelariannya dan terperangkap di dalamnya.

Memang, bagian dari kecanduan adalah ketakutan yang luar biasa untuk menjadi bagian dari kehidupan orang lain, untuk terlibat ruang dan waktu, untuk menghadapi gejolak emosi orang lain, kondisi psikis, spiritual, ataupun masalah-masalah praktis dan situasional. Orang yang menderita kecanduan sering kali tidak memiliki kemampuan mengatasi masalah-masalah yang melanda mereka.

Tentang Sikap Anda yang Mengontra Kecanduannya

Seseorang yang mencintai individu semisal pencandu, biasanya mendambakan keintiman dan jalinan perasaan dengan individu tersebut, namun ia tidak mendapatkannya. Inilah yang menyebabkan munculnya sikap mengontra kecanduan tersebut. Pada hubungan yang seperti ini, termasuk hubungan pernikahan, pihak yang tidak kecanduan perilaku rusak atau zat-zat adiktif akan menjadi pencandu dari pasangannya sendiri, pihak tersebut akan selalu meminta pasangannya untuk memberikan apa yang tidak dapat diberikan oleh seorang pencandu.

Sangat masuk akal hal tersebut bisa terjadi. Manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa persahabatan, pertemanan, perhatian, berhubungan, dan cinta. Dan kita menikah dengan harapan dan keyakinan bahwa kebutuhan-kebutuhan tersebut akan terpenuhi dengannya. Namun, ketika kita menikah dengan seorang pencandu, kebutuhan tersebut tak dapat terpenuhi. Ini terdengar menyedihkan, namun inilah kenyataannya.

Solusi: Geser Fokus Anda

Menggeser fokus Anda pada cara yang lebih sehat untuk mendapatkan kebutuhan-kebutuhan mental Anda, mulailah aktif dalam komunitas-komunitas Anda dan menjalin pertemanan yang sehat, langkah-langkah tadi merupakan permulaan yang baik untuk perbaikan jiwa Anda.

Hargai jiwa Anda dan akuilah bahwa Anda memang trauma dengan keadaan ini dan suami Anda telah melukai Anda jangan menutup kenyataan ini, bahkan jika suami Anda tak mengerti bahwa hal yang menimpa diri Anda saat ini adalah konsekuensi dari perbuatannya. Ingatlah, bahwa ia ‘tidak ada bersama Anda’, dan ia memang tak mampu melakukannya. Dan itu merupakan sebentuk penyakit yang ia derita.

Untuk Kebaikan Anda Berdua

Terkadang, seorang pencandu merasa tidak yakin dengan orang-orang yang mencintainya ketika ia memulai proses penyembuhannya. Dan ini menimbulkan kecemasan baginya. Kabar baiknya adalah hal ini dapat menjadi jalan baginya untuk menempuh tahapan kontemplasi (tahapan-tahapan penyembuhan dapat dilihat pada situs dengan alamat di bawah ini). Jadi, tak masalah tahapan berhasil suami Anda tempuh atau tidak, Anda setidaknya sudah menjadi penyelamat jiwanya.

Anda benar ketika memutuskan untuk mengeser fokus Anda pada kesehatan mental Anda, dan berjuang menjadi wanita yang lebih kuat dan melangkah ke depan dengan kemajuan personal Anda sendiri. Kecanduan pornografi,  sebagaimana kecanduan-kecanduan lainnya sangat berat untuk dilewati. Dan suami Anda belum siap untuk berubah. Dan Anda benar ketika menyadari betul bahwa Anda telah melakukan semua yang bisa Anda lakukan untuk menolongnya, dan kini, tak ada lagi yang dapat Anda lakukan.

Informasi Tambahan Tentang Kecanduan yang Dapat Anda Pelajari

Saya ingin Anda mempelajari informasi tentang tahapan-tahapan perubahan yang biasa dilalui oleh orang yang menderita kecanduan. Ada beberapa situs yang menjelaskan tentang teori Prochaska dan Clemente Tentang Tahapan Perubahan.

Situs ini memiliki tabel yang dapat Anda gunakan untuk mengukur tahap perubahan seorang pencandu dan pendekatan paling efektif yang dapat dilakukan terhadap mereka: https://www.stepupprogram.org/docs/handouts/STEPUP_Stages_of_Change.pdf           Hal ini sangat membantu Anda untuk dapat mendefinisikan langkah apa yang dapat Anda ambil karena Anda ingin melanjutkan kehidupan Anda bersamanya.

Mencandu adalah stase (tingkatan) akhir negatif dari sebuah gejala (baik disebabkan faktor neurobiologis maupun psikososial) yang menghasilkan keterlibatan diri yang berlanjut bahkan meningkat secara berulang, meskipun konsekuensi dan usaha sadar telah dilakukan untuk menghentikan perilaku tersebut. Kecanduan zat-zat tertentu atau perilaku negatif dipandang sebagai akibat dari kerentanan jiwa, paparan dan akses, dan kapasitas mental seseorang untuk mampu menggeser hasrat negatifnya. Definisi ini disebutkan oleh Howard J. Shaffer, Ph.D. dari C.A.S. Harvard Medical School, Division of Addictions, seperti dalam situsnya, 1/26/2012:https://www.addictioninfo.org/articles/11/1/Stages-of-Change-Model/Page1.html

Saya harap Anda ringan hati untuk melanjutkan pertanyaan Anda terkait tentang kecanduan ini. Semoga jawaban ini dapat dapat membantu. Ingatlah bahwa Allah mencintai Anda dan Anda berhak bahagia.

Profil Konselor: Dr. Maryam Bachmeier merupakan seorang psikologis klinis yang berpengalaman dalam bidang kesehatan mental selama 15 tahun. Beliau juga pernah menjabat sebagai profesor pada Universitas Argosy, penulis, dan konsultan kesehatan mental, kultural, dan masalah-masalah hubungan sosial.

Disklaimer: Jawaban dan rekomendasi yang diberikan di atas bersifat sangat umum dan hanya berdasarkan informasi yang tersedia dalam pertanyaan.

Sumber: Rubrik Konsultasi pada Situs OnIslam.net

(esqiel/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub
Peran besar muslimah dalam dakwah Islam
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Allah SWT ‘Menyadap’ Kita
Neraka Jahannam Sepanjang Hidup, Surga Sepanjang Hidup
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Kenapa Anakku Susah Banget Sih Disuruh Sholat?
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin