Ciri-ciri Ibu yang Baik

mendidik-anak-dalam-islam

MuslimahZone.com – Ibu yang baik itu seperti apa sih? Tentu saja agar adil, kita harus melihatnya dari banyak segi, termasuk dari kacamata anak juga.

Terkadang kita menganggap apa yang kita lakukan untuk anak semuanya baik, tapi ketika salah cara, maka bagi anak… Apa yang kita lakukan untuk mereka hanyalah pemaksaan kehendak dan keegoisan orangtua belaka.

Berikut ini beberapa ciri seorang ibu yang baik:

  1. Tidak mengeluh di depan anak, melainkan memberi pengertian

Beda sekali antara mengeluh dengan memberikan pengertian. Kalau mengeluh, bunyi kata-katanya seperti ini,

“Ibu tuh capek, sudah melahirkan kamu, menyusui, ngasih makan sampai kamu besar, tapi kamu tuh nggak bisa ngerti perasaan ibu!”

Ya iyalah… Mana mungkin anak bisa mengerti perasaan orangtua? Keluhan seperti ini hanya membuat anak merasa bersalah atau justru mencibir perkataan ibunya dengan berkata, “Siapa yang minta?”

Maka, lebih baik metode keluhan ini diganti dengan memberi pengertian, “Ibu sayang sama kamu, 9 bulan kamu di perut ibu, ibu bahagia, ibu susui, ibu beri makan, ajak jalan-jalan, ibu berharap kamu jadi anak yang shaleh, bisa Nak?”

Rasanya dengan metode memberi pengertian, apalagi jika diucapkan dari hati ke hati, anak kita akan jauh lebih respek terhadap apa yang kita katakan. Ibu yang baik tidak akan mengeluh di hadapan anaknya.

  1. Tidak memarahi atau mengatai anak di depan orang lain

Ibu yang baik akan menjaga aib anaknya dan menyadari bahwa anak akan tersinggung jika keburukannya diungkap di hadapan orang lain.

“Si Andi, wuuuih… Malu-maluin saya aja Bu, kemarin dia ngompol di sekolahan! Jangan kayak gitu lagi, Ndi, ngerti kamu???!!”

Memarahi anak di depan orang lain sama saja seperti memberi kesempatan pada semua orang untuk membully anak kita.

“Ah, ibunya aja mukulin dia di depan orang-orang, berarti yang lain juga boleh dong mukulin tuh anak!”

  1. Tidak menuruti setiap kemauan anak, melainkan membuatnya paham apa yang baik dan buruk baginya

Ada beberapa ibu yang menganggap menuruti setiap permintaan anak adalah pertanda dirinya adalah ibu yang baik, padahal tidak demikian.

Anak yang selalu dipenuhi setiap permintaannya akan kesulitan berempati, ia tidak paham bahwa segala yang ia dapatkan sebenarnya membutuhkan banyak pengorbanan dari orangtua, si anak hanya tau: Butuh apapun, tinggal menadahkan tangan di depan ibu dan bapak.

Seorang ibu yang baik akan mampu bersikap tegas, permintaan apa yang boleh dikabulkan, dan permintaan mana yang tidak boleh dituruti.

  1. Dipercaya, dirindukan dan dibanggakan oleh anak

Saat ini ada banyak anak yang membenci dan tidak percaya pada ibunya sendiri, ini menunjukkan kegagalan sang ibu untuk menjadi sosok yang dapat dipercaya oleh anak, atau… Memang karena anaknya yang keterlaluan!

Seorang ibu yang baik sudah pasti dipercaya, dirindukan, dan dibanggakan oleh buah hatinya. Hal ini memperlihatkan apresiasi sang anak pada ibundanya. Ia percaya ibunya selalu bermaksud baik untuk dirinya.

  1. Tidak membanding-bandingkan anak dengan orang lain

“Lihat itu tetangga kita, anaknya udah cakep, patuh, di sekolah jadi juara, nggak kayak kamu!”

Kalau anak kita mau membalas, bisa lebih menyakitkan loh.

“Tapi… Ibunya dia kan hebat, nggak kayak ibu!”

Hayyoo… Nggak enak kan kalau dibanding-bandingkan dengan orang lain? Maka, jangan sampai sebagai ibu kita membandingkan anak sendiri dengan anak lain yang lebih hebat, itu akan membuat anak down.

  1. Tidak matrealistis

Seorang ibu yang baik tidak akan menilai segala sesuatu dengan uang. Khususnya jika anak-anaknya sudah besar dan sudah bekerja.

“Anak sulung saya baik, dia selalu kasih uang bulanan besar. Kalau yang bungsu ini payah, pengangguran!”

Tentu saja menilai segala sesuatu dari sudut pandang uang atau materi akan menyakiti perasaan anak.

  1. Mengajarkan keterampilan hidup pada anak

Ada ibu yang hanya bisa memandikan, menyuapi anak, mencucikan bajunya, menyediakan makan dan kebutuhan sekolahnya, tapi tidak mengajarkan anak keterampilan hidup apapun.

Misalnya keterampilan bersosialisasi dengan orang lain, bisa berkenalan, bisa mengantri dengan sabar, bisa berbagi mainan, bahkan mengajar anak untuk mandiri seperti mencuci piring sendiri, membereskan kasur, dll.

Keterampilan-keterampilan ini tentu saja dibutuhkan saat anak dewasa kelak.

  1. Memberikan anak rasa percaya diri dan mendukung potensi anak

Ibu yang baik pasti mampu menularkan percaya diri dan mensupport potensi yang dimiliki anak, terutama jika hal tersebut bernilai positif.\

Ada ibu yang saking takutnya, anak tidak didukung untuk melakukan apapun. Tidak boleh naik angkot, naik kereta, naik motor, pokoknya harus serba hati-hati dan tidak boleh ke mana-mana. Hasilnya, anak bisa tidak berkembang wawasan dan kemampuannya.

  1. Mengajar anak mengenali Allah, Rasul, dan Alquran

Poin terakhir inilah yang terpenting, seorang ibu yang baik adalah ia yang mampu mengenalkan anaknya kecintaan pada Allah, Rasulullah dan juga Alquran. Caranya bisa dengan mencontohkan akhlak yang baik pada anak, memberikan pemahaman mengenai hakikat kehidupan, mengenalkan dengan nama-nama Allah, sejarah Rasul, dan tentu saja mengajarkan membaca Alquran.

Demikian beberapa ciri ibu yang baik. Semoga kita semua bisa menjadi ibu baik yang dimaksud, aamiin.

Sumber: web majalah ummi

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

mendidik-anak
“Untuk Mendidik Seorang Anak, Butuh Orang Sekampung”
bahaya-smartphone
Waspadai Masalah Kesehatan Akibat Ketergantungan Smartphone!
aksi-bela-islam
Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 Resmi dari GNPF MUI
irena-handono
Terkait Penistaan Al-Qur’an, Umi Hj. Irena Handono Menulis Surat Terbuka Untuk Presiden dan Kapolri
israel-kebakaran
Kebakaran di Israel dan Tafsir Surat Al-Fajr
arisan
Hukum Arisan Dalam Islam
memukul
Kebolehan Memukul Istri dan Anak Sebagai Ta’dib
pasar-islam
Mal dan Fasilitas Dagang dalam Islam
pertolongan-allah
Pertolongan Allah Kepada yang Menolong Agamanya
cairo
Suara Hati dari Cairo
lidi-umat
Ketika Lidi Umat Bersatu…
mencintai-allah
Ya Allah Aku Mencintai-Mu, Walaupun Aku Bermaksiat Kepada-Mu…
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
bunga-layu
Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka
keluarga-islami-2
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan (Part 2)
keluarga-sakinah
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan
anak-lucu
Kebutuhan Memahami Anak Usia Dini
mencium-bayi
Ini Alasan Sebaiknya Tidak Mencium Bibir Anak
kejujuran-anak
Mengokohkan Kejujuran Dalam Diri Anak
anak-laki-laki
Membangun Karakter Anak Laki-Laki
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
eropa
Tradisi Menjual Istri di Eropa
arrayah-212
Kisah Ar Rayah di Aksi Damai 212
salat-jumat-212-diguyur-hujan
Semerbak Harum Saat Hujan Turun Dalam Aksi 212
sepatu
Karena Ukuran Kita Tak Sama
mandi-malam
Manfaat dan Resiko Mandi di Malam Hari
profil-muhaimin-iqbal
The Age of Deception
obesitas
Apa yang Menjadi Penyebab Obesitas?
kentut
Sering Kentut, Ini Penyebab, Diagnosa dan Pencegahannya
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
menghafal alquran
Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin
klepon
Klepon Yummy