Cinta yang Tak Egois

unnamed (39)

MuslimahZone.com – Suatu ketika seorang pemuda lajang yang sedang menyiram kebun meminta kepada Nabi Isa alaihi salaam yang kebetulan melintas di depannya, “Wahai Isa, mintalah kepada Tuhanmu agar Dia menanamkan cinta-Nya kepadaku meski seberat zarah.” Nabi Isa alaihi salaam  menjawab, “Engkau tak akan sanggup menerima cinta-Nya seberat zarah pun.”

Si pemuda menyahut, “Kalau begitu, setengah zarah saja.” Nabi Isa AS kemudian berdoa, “Ya Tuhanku, berilah dia anugerah cinta-Mu seberat setengah zarah.”Nabi Isa alaihi salam pergi dan beberapa waktu kemudian beliau kembali serta menanyakan kabar pemuda tersebut. Penduduk setempat menjawab, “Sekarang dia menjadi gila dan pergi ke gunung.” Isa pun berdoa kepada Allah agar diperlihatkan kondisi pemuda itu.

Beliau melihat pemuda itu berada di antara bebatuan gunung, berdiri di atas batu yang paling besar sembari membelalakkan matanya ke langit. Nabi Isa mengucap salam, tapi ia tidak menjawab. “Aku adalah Isa,” seru Nabi Isa. Akhirnya, Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Isa alaihi salaam, “Bagaimana mungkin ia mendengar pembicaraan manusia sementara dalam hatinya ada rasa cinta-Ku meski hanya seberat setengah zarah! Demi Keagungan-Ku, andai engkau memenggal kepalanya dengan gergaji, niscaya dia tidak akan merasakannya.”

Begitulah cinta Allah SWT, cinta yang tidak egois dan tidak akan pernah hancur. Cinta yang manakala sudah kadung memenuhi hati seorang hamba maka akan melahirkan gelora rindu yang mampu mengoyak berbagai macam tabir, mengeliminasi semua hal selain-Nya dari hati, dan mendapati bahwa Dia tak akan pernah sedetik pun jauh dari kita.

Muncul pertanyaan, mengapa pemuda itu lebih memilih cinta-Nya ketimbang cinta seorang perempuan yang kelak bisa menjadi pendamping hidupnya?

Jawabannya karena cinta Allah abadi dan tidak egois. Bukankah Allah sama sekali tidak membutuhkan apa pun dari kita? Hal ini tentu berbeda dengan cinta nafsu dan cinta egois yang selama ini bersemayam di hati kita.

Kita mungkin mencintai keluarga, hewan peliharaan, gelar, status politik, atau harta benda, tapi bukankah kita mencintai semua itu karena alasan kepentingan pribadi?

Kita memelihara seekor sapi dan mencintainya, tapi setiap hari selalu memerah susunya; kita menanam sebuah pohon dan mencintainya, tapi kita menguras buahnya; cinta macam apa yang seperti ini?

Itulah cinta nafsu yang selalu berorientasi pada egoisme dan cinta jenis ini akan hilang manakala kita tidak lagi membutuhkan sesuatu yang kita cintai itu. Karena itu, bersyukurlah kita bisa menjadi bagian dari umat Islam yang melalui wasilah diutusnya Muhammad shallallahu alaihi wasallam berkesempatan untuk mendapatkan cinta dan ampunan dari Allah ta’ala.

Hal ini sebagaimana firman-Nya, “Katakanlah jika kamu (benar-benar) mencintai Allah maka ikutilah aku niscaya Allah akan mencintai dan mengampuni dosa-dosamu. Sesungguhnya, Allah adalah Zat yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.” (QS Ali Imran: 31).

Di dalam ayat yang lain, Allah menyebutkan golongan yang akan meraih cinta-Nya,

“… maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela ….” (QS al-Maidah: 54).

Semoga, hati kita senantiasa dipenuhi cinta-Nya, amin. Wallahu a’lam bishawab.

Sumber: Republika-Online

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

tito-karnavian
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
sosmed-dipantau
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
kin-4
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
jokowi-di-iran
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
risalah-islam
Kewajiban Mempelajari Al Qur’an
cabut alis
Bertujuan Cantik Ternyata Aktifitas Ini Haram
berhutang
Adab Ketika Berhutang
tanda-tanya
Inilah Lelaki Paling Tampan Menurut Riwayat Hadits
pedang 2
Pedang dan Keadilan
sombong
Sombong, Biang Segala Penyakit Hati
akhir zaman
Banyaknya Pembunuhan di Akhir Zaman
amar-maruf
Bersabar Itu Atas Musibah, Bukan Atas Kedzaliman
shaum
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
cinta_love
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
pernikahan-4
Tentang Sebuah Pernikahan
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
The sleeping boy
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
menghafal-alquran
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
gosok-gigi
Contoh Saja (Masih) Belum Cukup
anak-muslimah
Lima Poin Penting Dalam Pendidikan Anak
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
isteri taat
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
wahyu alquran
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Muslim
Ikhtiar Pertama Apabila Seorang Muslim Sakit
mencintai-nabi
Merekalah Orang-Orang yang Mencintai Nabi
popok-bayi
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
nangka
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
minum
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
kenari
Rahasia Dibalik Makanan Ini Untuk Wanita
membaca-buku
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
pangsit-kuah
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin