Buka Tutup Maksiat Saat Ramadhan

rambu-ramadhan1

Muslimahzone.com – Pembaca yang dirahmati Allah SWT, bulan Ramadhan yang mulia dan agung telah menghampiri kita. Saat di mana Allah melipatgandakan pahala, dan membuka pintu-pintu kebaikan bagi orang-orang yang menginginkannya.

Allah telah memilih bulan Ramadhan dengan keutamaan dan kekhususan dibanding bulan-bulan yang lainnya. Hal ini sebagai bentuk nikmat dan karunia Allah kepada para hamba-Nya agar mereka bersemangat mendekatkan diri kepada Allah dan meninggalkan perbuatan yang  dimurkai-Nya.

Keutamaan Bulan Ramadhan

Di antara  keutamaan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, setan-setan dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka ketika Ramadhan tiba. Terdapat malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan, dan Bulan Ramadhan adalah salah satu waktu dikabulkannya doa.

Allah SWT berfirman :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِفَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ. ﴿۸۵

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185)

Sebagaimana disebutkan di atas bahwa Bulan Ramadhan yang mulia ini adalah kesempatan kita untuk melakukan dan memperbanyak amalan kebaikan. Begitu banyak amalan kebaikan yang bisa kita lakukan di bulan Ramadhan ini, yang tentunya akan menambah pundi-pundi pahala terbuka lebar. Di siang hari kita melaksanakan kewajiban puasa, di malam hari kita melaksanakan Qiyamur Ramadhan. Bersedakah juga sangat danjurkan. Membaca Al-Qur’an untuk diperbanyak di bulan ini. Begitu juga dengan amalan-amalan Ibadah di sepuluh hari terakhir seperti I’tikaf dan menunaikan zakat. Dan masih banyak lagi amlan-amalan yang bias kita lakukan. Lihatlah saudaraku, begitu banyak terbuka pintu-pintu kebaikan. Seorang muslim tidaklah sepantasanya meninggalkan amalan-amalan tersebut, sebuah harapan untuk menggapai surga Allah ta’ala.

Katakan “tidak” pada maksiat

Di bulan Ramadhan, setan-setan dibelenggu sehingga manusia tidak tergoda untuk melakukan penyimpangan dan kemaksiatan. Namun ada juga yang mempertanyakan kalau dibelenggu mengapa kemaksiatan masih ada di bulan Ramadhan?

Keterangan tentang dibelenggunya syetan di bulan Ramadhan, sebenarnya dari sebuah hadits dari Abu Hurairah ra. Sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda, “Apabila bulan Ramadhan datang, maka pintu-pintu surga akan dibukakan dan pintu-pitu neraka akan ditutup serta syetan-syetan akan dibelenggu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Di antara faktor yang menyebabkan manusia terjerumus ke dalam perbuatan maksiat adalah godaan setan, godaan nafsu dan tabiat buruk manusia.

Di bulan Ramadhan banyak terlihat maraknya tayangan religi di TV, booming busana muslimah, menutup aurat hanya di bulan Ramadan, dll. Yang tak kalah maraknya adalah berita di media tentang penutupan tempat-tempat hiburan, tempat-tempat maksiat. Di antara sekian alasan yang pro terhadap penutupan itu, salah satunya adalah bahwa bulan suci Ramadhan dan umat Islam yang berpuasa di dalamnya harus dihormati dengan jalan menghentikan segala bentuk perilaku maksiat.

Menarik menelaah seberapa jauh alasan tersebut bisa diterima. Memang, pada saat umat Islam menunaikan ibadah di bulan Ramadhan, diperlukan suasana kondusif yang memungkinkan dijalankannya puasa dan ibadah lain secara khusyuk. Maka, segala gangguan, terutama yang berbau kemaksiatan, sebisanya dihindari dan ditinggalkan.

Namun, ada kelemahan mendasar pada argumentasi itu. Sebab, seolah-olah perilaku kemaksiatan di luar Ramadhan diperbolehkan, bahkan diberi ruang yang luas. Kita tentu setuju jika tempat-tempat kemaksiatan ditutup pada Ramadhan. Tetapi, penutupan tersebut jangan didasarkan pada Ramadhan­nya, melainkan bahwa segala bentuk kemaksiatan memang harus dihindari, tak peduli Ramadhan atau bulan-bulan lain. Jangan sampai pasca Ramadhan semua kembali seperti semula. Masyarakat dipaksa hidup dalam suasana sekuler.

Sebab, sekali lagi, jika Ramadhan dijadikan alasan penutupan hiburan malam, akan timbul kerancuan berpikir bahwa di luar Ramadhan, kemaksiatan menjadi halal (argumentasi seperti ini sama dengan pernyataan, “Jangan berbohong saat sedang berpuasa.” Jadi, logika terbaliknya: di luar Ramadhan boleh berbohong dong?).

Cara berpikir seperti itu sama saja dengan “memenjarakan” Allah, yaitu membatasi wilayah kekuasaan Allah SWT hanya di waktu atau tempat sakral (suci) sehingga logika terbaliknya “Allah tidak berhak mengatur kita di waktu atau tempat profan (duniawi)”.

Sementara itu, kalangan yang kontra atas penutupan tempat-tempat maksiat mengajukan berbagai argumentasi yang kelihatan logis dan manusiawi. Akan tetapi, jika kita tinjau lebih jauh, semuanya tidak logis dan (justru) tidak manusiawi.

Pertama, penutupan tempat maksiat dan sejenisnya bahwa sudah ada sepanjang sejarah manusia. Karena tempat maksiat dianggap ada sejak dulu, sia-sia saja usaha untuk memberantasnya. Karena itu, perlu dilokalisasi dan tidak perlu diusik-usik, meski Ramadhan tiba. Jika cara berpikir seperti ini diikuti, memang tidak perlu ada usaha-usaha pemberantasan.

Kedua, argumentasi bahwa (maaf) para pelaku maksiat atau pengusaha tempat-tempat maksiat itu akan kesulitan mencari nafkah (apalagi menjelang Lebaran) jika pada saat Ramadhan tempat “kerja” mereka ditutup.

Argumentasi itu kelihatannya manusiawi sekali. Tetapi, sesungguhnya justru menyingkirkan mereka dari sisi kemanusiaan. Sisi kemanusiaan mana yang membolehkan orang melakukan transaksi jual-beli untuk kemaksiatan diri ?

Dalam pandangan Islam sudah jelas berbuat maksiat dan pemberi fasilitas untuk berbuat kemaksiatan adalah dosa. Berbuat maksiat akan menjauhkan kita dari ketidakbaikan.

Meskipun pemerintah sudah membuat keputusan untuk menutup tempat-tempat maksiat saat Ramadhan, jangan terlalu berharap kebijakan itu mendapatkan simpati dari umat Islam yang mau berpikir jernih.

Sambutlah Ramadhan dengan amalan kebaikan

Bulan yang penuh keberkahan dan kebaikan ini akankah kita menyia-nyiakannya? bisa jadi Ramadhan kali ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita, tidak ada yang menjamin kita akan berjumpa dengan Ramadhan berikutnya. Oleh karena itu nikmat yang di berikan Allah SWT ini hendaknya kita syukuri. Bulan Ramadhan kita jadikan tonggak awal untuk perubahan kebaikan yang hakiki pada diri kita, tapi perubahan itu tidak hanya di bulan Ramadhan saja tapi di bulan-bulan yang lainnya tetap harus menjadi lebih baik. Perubahan hakiki tidak akan tercapai hanya dengan menghidupkan suasana Ramdhan yang nuansa serba islami, agamis, dll, Kebaikan Ramadhan hanya semu karena pola pikir dan sikap masyarakat tidak diubah secara fundamental, melalui pemahaman yang utuh tentang makna kehidupan Islami. Bahwa kehidupan penuh suasana ketakwaan adalah jika setiap hamba terikat pada aturan Allah SWT dalam seluruh aspek kehidupan. Bukan hanya masalah ibadah mahdhah saja seperti puasa, zakat, sholat, dan terlebih amalan sunah seperti tarawih bersama, dll. Tetapi Makan, minum, berpakaian, berpolitik, mengurus tatanan ekonomi, sosial, budaya, hukum, dan lainnya harus diatur dengan Aturan Allah SWT (Syariat Islam).

Kehidupan Islami yang hakiki hanya dapat terwujud jika masyarakat kembali pada Islam sebagai Ideologi kehidupannya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keistiqomahan kepada kita untuk melakukan amal shalih.

Wallâhu a’lam bish-shawâb.

Kontributor: Ummu Ghiyas Faris

(zafaran/muslimahzone.com)

Leave a Reply

musa hafidz cilik
Meski Menjadi Peserta Terkecil, Musa Berhasil Meraih Juara 3 di Hifzil Qur’an Internasional
rumah-siyono
Trauma Serangan Densus 88, Murid RA Amanah Umah Mengira Tiang Kamera Wartawan Adalah Senjata
2-kids
TK Baru di Inggris Ajarkan Baca Al-Qur’an dan Mempelajari Islam
diskusi publik MHTI
Maraknya LGBT di Kampus, Lajnah Mahasiswi MHTI Mengadakan Diskusi Publik
Rajab
Ini Adalah Rajab
puzzle
Bagaimana Seorang Muslimah Bergaul Dengan Rekan-Rekan yang Tidak Berjilbab?
bunga bagus
Apakah Mantan Mertua Adalah Mahram Bagi Anak Perempuan
sahabat-nabi
Kemuliaan Para Sahabat Rasulullah
rumput
Rasulullah Lebih Berharga Daripada Sejumput Sampah Keduniaan
muslimah
Surga Masih Terasa Jauh
bu fida
Begitu Luar Biasanya Istri Almarhum Siyono
11675958-asian-muslim-couple-man-and-woman-praying-at-home
Kesetiaan terhadap Suami
rumah tangga surga
Berusaha Menggapai Rumah Tangga Surga
taat suami
Ta’ati Suamimu, Surga Bagimu
backspace
Bosan Dengan Pasangan, Ini Solusinya
wedding-gown
Teguran bagi Yang Bermewah-mewah dalam Walimah
keluarga-islami-2
Rumahku Madrasahku
kejujuran anak
Jujurlah Nak, Walau Kau Salah
bayi lucu
Wariskanlah Hal ini Kepada Anak Kita
adab baik
Hak Anak Dalam Adab yang Baik
book_pages_flower_mood
Menjadi Perempuan Berharga
love
Kenapa Remaja Saling Jatuh Cinta?
alat-make-up
Berhias, Takut Tak Laku?
MINOLTA DIGITAL CAMERA
Apakah Kita Sudah Beriman?
langit
Senyuman Langit
tahun-gajah-burung-ababil
Menunggu Allah Menurunkan ‘Burung Ababil”
muhammad
Apa Yang Membuatmu Marah Wahai Rasulullah?
nusaibah
Meneladani Pengorbanan Seorang Wanita Perkasa, Nusaibah
sleeping-child
Posisi Tidur yang Tidak Diperbolehkan Rasulullah
Daun-Pepaya
Dibalik Pahitnya Daun Pepaya
es-batu
Cara Mudah Mengecilkan Pori-Pori Wajah
hidup
Menjaga Kesehatan Rahim Dengan Memilih Makanan
es-batu
Cara Mudah Mengecilkan Pori-Pori Wajah
bayi tidur nyenyak
Agar Bayi Bunda Tidur Nyenyak
Dapur-Bersih-dan-Sehat
Menjaga Dapur Agar Tetap Sehat
bening
Rahasia Kecantikan Alami Wanita Muslimah
roti nutela
Strawberry Nutella French Roll
Resep-bubur-jagung
Bubur Jagung Manis dan Gurih
Resep-bakwan-jamur-masakan-lezat
Bakwan Jamur Gurih Kriuuk
kue cubit
Resep Kue Cubit Enak dan Lembut