Budaya Seks yang Mengakar di Mesir

alastair-sloan-new

MuslimahZone.com – “Jangan khawatir, wanita memiliki otak yang lebih kecil dibandingkan laki-laki.”

“Ada dalam Al-Qur’an, kebenaran dari Allah yang diberikan pada laki-laki untuk memerintah wanita.”

“Perempuan melebih-lebihkan masalah, mereka tidak harus seserius itu.”

Ini hanya beberapa komentar yang aku dengar saat duduk dengan berbagai kelompok laki-laki muda dan tua baru-baru ini di Tahrir Square, Kairo, Mesir. Aku telah mendekati kelompok laki-laki sepanjang hari, berharap untuk mendengar mereka bersiul dan berteriak saat perempuan lewat, dalam upaya untuk memahami mengapa mereka melakukannya; ‘siulan’ dimulai sesuai prediksi tapi dengan kecepatan menyedihkan.

Setelah setiap contoh pelecehan, aku melangkah perlahan untuk bertanya mengapa mereka pikir ‘OK’ untuk melakukannya. Terlepas dari apakah mereka adalah pedagang jajanan di jalan, sopir taksi, lulusan universitas, pekerja call center atau bahkan profesor universitas, budaya seks yang mengakar pada laki-laki yang merasuki masyarakat Mesir terlihat jelas.

Demikian juga, hampir semua perempuan Mesir ketika saya berbicara dengannya di Kairo, Fayoum dan Sinai selatan,melaporkan bahwa pelecehan seksual memang begitu biasa. Salah satunya bahkan melaporkan dipanggil dengan siulan oleh bajingan-bola saat dia hamil. Pada 2013, Badan PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan menerbitkan penelitian yang menunjukkan bahwa 99,3 persen perempuan Mesir telah mengalami beberapa bentuk pelecehan seksual.

Beberapa wanita yang saya berbicara dengannya mengatakan bahwa dengan kembalinya militer dan kehadiran polisi di jalanan sejak Al-Sisi terpilih, situasi telah sedikit lebih baik, tapi tetap saja jenis kelamin Anda sangat menentukan saat Anda berjalan di jalan-jalan Mesir. Sayangnya, bahkan polisi dan tentara yang terlihat juga melakukan‘siulan-siulan’ kecil kepada masyarakat mereka sendiri.

Dampak dari perilaku ini bukan hanya perasaan tidak nyaman berjalan-jalan, meskipun itu cukup buruk. Dua puluh delapan persen perempuan Mesir dilaporkan menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Pada tahun depan, UNESCO memperkirakan bahwa sepertiga dari perempuan Mesir akan tetap buta huruf. Gadis-gadis, menikah pada usia dua belas atau tiga belas, sering dikeluarkan dari sekolah. Di daerah pedesaan, sekolah baru dapat ditempuh dengan berjalan jauh dan orang tua tidak merasa aman mengirim gadis-gadis mereka sendiri. Pada akhir 2013, Thomson Reuters melakukan jajak pendapat dimana Mesir berada pada peringkat sebagai negara terburuk bagi hak-hak perempuan di antara dua puluh dua negara Liga Arab.

Pada bulan Juni, mantan presiden sementara Adly Mansour menyetujui undang-undang pelecehan seksual baru dan menuntut lima tahun dan denda yang besar bagi pelaku, yang mungkin terdengar seperti sebuah langkah positif; kecuali bahwa wanita diminta untuk melaporkan kejadian ke kantor polisi lokal mereka, membawa si penyerang bersama mereka. Kelompok hak asasi perempuan, termasuk kelompok kampanye Mesir Dignity without Borders, telah menggambarkan hukum sebagai “lemah dan tidak jelas.”

Pada kenyataannya, melaporkan kekerasan seksual dan pelecehan adalah masalah lama. Polisi yang menerima keluhan dari istri yang menderita kekerasan oleh suaminya terlalu sering kecewa ketika perwira senior mereka hanya memanggil sang suami, dan suaminya membawa istrinya pulang ke rumah.

Dalam jangka pendek, hukum pelecehan seksual perlu didefinisikan lebih baik. Pengamat HAM internasional mengusulkan anonimitas bagi perempuan, meskipun mengingat bahwa ini belum menjadi norma di dunia Barat dan tampaknya tidak realistis untuk mengharapkan itu di Mesir. Namun, tidak perlu menghadirkan penyerang ketika melaporkan kejahatan tampaknya seperti langkah dasar yang bisa diambil.

Karya kelompok masyarakat sipil seperti Tahrir Bodyguard, yang membentuk regu perlindungan bagi perempuan selama pemberontakan 2011; ‘I Saw Harassment’, yang mencegah tiga puluh lima kasus pelecehan seksual selama Idul Fitri; dan Harass Map, yang merupakan kumpulan sumber informasi tentang penyerangan dan pelecehan, tidak bisa disepelekan. Departemen kepolisian harus memiliki departemen khusus untuk menangani keluhan, dengan pelatihan kembali dimana hakim juga harus hadir.

Dewan Nasional untuk Perempuan secara keseluruhan tampaknya seperti organisasi ompong yang kontribusi utamanyahanya sebagai filter untuk menghilangkan LSM hak perempuan yang terlalu anti-pemerintah (termasuk dari Ikhwanul Muslimin) dan yang tujuan utamanya adalah untuk meniru garis negara terhadap perempuan. Begitulah, di mana resolusi jangka panjang untuk masalah pelecehan seksual hanyalah kebohongan.

Presiden Al-Sisi terpilih pada gagasan merendahkan gender. Arah pilihannya termasuk mengungkapkan keyakinan bahwa perempuan akan mendukungnya karena mereka “suara lembut dan rasional yang tenang” di rumah. “Saya berbicara tentang wanita Mesir yang mempertahankan rumah tangganya, mematikan pemanas dan kompor,” tambahnya. Al-Sisi melihat peran seorang ibu rumah tangga yang baik di Mesir sebagai “pendorong laki-laki dan anak-anak untuk bekerja.” Di negara di mana hanya tiga belas persen dari wanita berusia 15-29 tahun bekerja, atau mencari pekerjaan; Mesir di mana hanya satu dari lima pekerjaan bagi perempuan, Al-Sisi tidak tahu tentang pembakaran bra lalu menyiramnya dengan air cucian. Popularitasnya di antara aktivis hak-hak perempuan tidak membantu mengingat bahwa ia juga menampilkan dirinya sebagai seorang pria maskulin stereotip, sebuah suara dimana media alot Mesir menari antusias.

Hingga retorika dari laki-laki elit mulai mencerminkan perubahan yang mereka klaim ingin mereka lihat di Mesir, perempuan akan terus ditekan dan dilecehkan. Al-Sisi memimpin acara; sekarang saat baginya untuk melangkah pada urusan hak-hak perempuan.

By: Alastair Sloan

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

tito-karnavian
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
sosmed-dipantau
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
kin-4
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
jokowi-di-iran
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
cabut alis
Bertujuan Cantik Ternyata Aktifitas Ini Haram
berhutang
Adab Ketika Berhutang
tanda-tanya
Inilah Lelaki Paling Tampan Menurut Riwayat Hadits
delivery
Hukum Layanan Delivery Makanan dengan Ojek
sombong
Sombong, Biang Segala Penyakit Hati
akhir zaman
Banyaknya Pembunuhan di Akhir Zaman
amar-maruf
Bersabar Itu Atas Musibah, Bukan Atas Kedzaliman
pentingnya-dakwah
Ketika Dakwah Ditinggalkan
shaum
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
cinta_love
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
pernikahan-4
Tentang Sebuah Pernikahan
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
menghafal-alquran
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
gosok-gigi
Contoh Saja (Masih) Belum Cukup
anak-muslimah
Lima Poin Penting Dalam Pendidikan Anak
anak-alam
Belajar Bersama Alam
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
isteri taat
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
wahyu alquran
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Muslim
Ikhtiar Pertama Apabila Seorang Muslim Sakit
mencintai-nabi
Merekalah Orang-Orang yang Mencintai Nabi
popok-bayi
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
nangka
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
minum
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
kenari
Rahasia Dibalik Makanan Ini Untuk Wanita
membaca-buku
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
pangsit-kuah
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin