Bolehkah Muslimah I’tikaf Di Masjid?

Itikaf-Ramadhan-640x418

Muslimahzone.com – Ramadhan sebentar lagi akan pergi, sekarang telah berada pada sepuluh hari terakhir Ramadhan,  kaum Muslim tak ingin melewatkan Ramadhan kali ini begitu saja. Siapa yang tak ingin mendapatkan malam lailatul qadar? mendapatkan lailatul qodar sangat diidam-idamkan, baik itu bagi kaum Adam ataupun Hawa. Banyak cara bisa dilakukan, termasuk menjalankan sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, I’tikaf.

Bagi laki-laki, tentunya sangat diperbolehkan untuk beri’tikaf di masjid, sedangkan untuk perempuan? Apakah diperbolehkan I’tikaf di masjid? Atau cukup beribadah di rumah saja?

Secara harfiah, i’tikaf adalah lazima (terikat) dan habasa an-nafsa ‘alayh (menahan diri pada), sebagaimana dinyatakan dalam al-Quran,

“Merekalah orang-orang kafir yang menghalangi kamu dari (masuk) Masjidil Haram dan menghalangi hewan korban sampai ke tempat (penyembelihan)-nya.” (QS. al-Fath: 25).

Adapun secara syar’ii’tikaf adalah berdiam diri di masjid dalam waktu tertentu dengan ciri-ciri tertentu disertai dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kata i’tikaf, jiwar (diam) atau mujawarah (mendiami) masjid mempunyai konotasi yang sama. Dalam sebuah hadis dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. berkata:

“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan bersabda, “Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad).

Hukum i’tikaf adalah sunnah berdasarkan sunnah fi’liyyah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, yang dituturkan oleh ‘Aisyah ra.:

Sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah melakukan i’tikaf di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan hingga Allah SWT mewafatkan beliau, kemudian istri-istri beliau pun melakukan i’tikaf sepeninggal beliau.” (HR al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i dan Ahmad)

Ini membuktikan, bahwa wanita boleh i’tikaf, tentu dengan tempat yang terpisah dari kaum pria; jika perempuan tersebut melakukan i’tikaf  bersama-sama suaminya. Jika tidak, maka dia harus meminta izin suaminya. Suami juga boleh mengizinkan, boleh juga tidak. Karena i’tikaf  ini hukumnya sunnah. Kalau saja hukumnya wajib bagi wanita tersebut, maka suaminya tidak boleh melarang dia.

Jumhur ulama dari kalangan Madzhab Hanafi, Maliki, syafi’i, Hambali, dan lainnya  berpandangan bahwa kaum perempuan seperti laki-laki, tidak sah i’tikafnya kecuali di masjid. Maka tidak sah i’tikaf yang dilaksanakannya di masjid rumahnya.

Pendapat ini berbeda dengan yang dipahami madzhab Hambali, mereka berkata, “Sah i’tikaf seorang wanita yang dilaksanakan di masjid rumahnya.” Sedangkan pendapat jumhur jelas lebih benar, karena pada dasarnya laki-laki dan wanita sama dalam hukum kecuali ada dalil yang menghususkannya.

Karena itu disyariatkan bagi wanita yang akan beri’tikaf untuk melaksanakannya di masjid-masjid. Namun perlu diketahui, bagi wanita yang memiliki suami tidak boleh beri’tikaf kecuali dengan izin suaminya menurut pendapat jumhur ulama. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

“Dari Abu Hurairah ra., Janganlah seorang wanita berpuasa sementara suaminya ada bersamanya, kecuali dengan seizinnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026). -dalam hal ini puasa sunnah-.

Apabila dalam urusan puasa saja seperti ini maka dalam i’tikaf jauh lebih (ditekankan untuk mendapat izin dari suaminya), karena hak-hak suaminya yang akan terabaikan jauh lebih banyak.

Begitu juga perlu diingatkan, bahwa apabila kondisi diamnya seorang wanita di masjid tidak terjamin keamanannya, seperti keberadaannya di situ membahayakan bagi dirinya atau akan menjadi tontonan, maka ia tidak boleh beri’tikaf.

Karena itulah para fuqaha’ menganjurkan bagi wanita apabila beri’tikaf supaya menutup diri dengan kemah dan semisalnya berdasarkan perbuatan Aisyah, Hafshah, Zainab pada masa Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam. Diterangkan dalam Shahih Al-Bukhari (2033) dan Muslim (1173) dari jalur Yahya bin Sa’id bin Amrah, dari Aisyah,

Bahwasanya Nabi saw., hendak beri’tikaf. Maka ketika beliau beranjak ke tempat yang hendak dijadikan beri’tikaf di sana sudah ada beberapa kemah, yaitu kemah Aisyah, kemah Hafshah, dan kemah Zainab.

Semua itu menunjukkan bahwa disyariatkan mengadakan penutup (satir) bagi wanita yang beri’tikaf dengan tenda (kemah) dan semisalnya. Wallahu Ta’ala a’lam.

(zafaran/muslimahzone.com/islampos)

Leave a Reply

musa hafidz cilik
Meski Menjadi Peserta Terkecil, Musa Berhasil Meraih Juara 3 di Hifzil Qur’an Internasional
rumah-siyono
Trauma Serangan Densus 88, Murid RA Amanah Umah Mengira Tiang Kamera Wartawan Adalah Senjata
2-kids
TK Baru di Inggris Ajarkan Baca Al-Qur’an dan Mempelajari Islam
diskusi publik MHTI
Maraknya LGBT di Kampus, Lajnah Mahasiswi MHTI Mengadakan Diskusi Publik
Rajab
Ini Adalah Rajab
puzzle
Bagaimana Seorang Muslimah Bergaul Dengan Rekan-Rekan yang Tidak Berjilbab?
bunga bagus
Apakah Mantan Mertua Adalah Mahram Bagi Anak Perempuan
sahabat-nabi
Kemuliaan Para Sahabat Rasulullah
rumput
Rasulullah Lebih Berharga Daripada Sejumput Sampah Keduniaan
muslimah
Surga Masih Terasa Jauh
bu fida
Begitu Luar Biasanya Istri Almarhum Siyono
11675958-asian-muslim-couple-man-and-woman-praying-at-home
Kesetiaan terhadap Suami
rumah tangga surga
Berusaha Menggapai Rumah Tangga Surga
taat suami
Ta’ati Suamimu, Surga Bagimu
backspace
Bosan Dengan Pasangan, Ini Solusinya
wedding-gown
Teguran bagi Yang Bermewah-mewah dalam Walimah
kejujuran anak
Jujurlah Nak, Walau Kau Salah
bayi lucu
Wariskanlah Hal ini Kepada Anak Kita
adab baik
Hak Anak Dalam Adab yang Baik
anak shalat
Mengenalkan Anak pada Allah
book_pages_flower_mood
Menjadi Perempuan Berharga
love
Kenapa Remaja Saling Jatuh Cinta?
alat-make-up
Berhias, Takut Tak Laku?
MINOLTA DIGITAL CAMERA
Apakah Kita Sudah Beriman?
langit
Senyuman Langit
tahun-gajah-burung-ababil
Menunggu Allah Menurunkan ‘Burung Ababil”
muhammad
Apa Yang Membuatmu Marah Wahai Rasulullah?
nusaibah
Meneladani Pengorbanan Seorang Wanita Perkasa, Nusaibah
sleeping-child
Posisi Tidur yang Tidak Diperbolehkan Rasulullah
Daun-Pepaya
Dibalik Pahitnya Daun Pepaya
es-batu
Cara Mudah Mengecilkan Pori-Pori Wajah
hidup
Menjaga Kesehatan Rahim Dengan Memilih Makanan
es-batu
Cara Mudah Mengecilkan Pori-Pori Wajah
bayi tidur nyenyak
Agar Bayi Bunda Tidur Nyenyak
Dapur-Bersih-dan-Sehat
Menjaga Dapur Agar Tetap Sehat
bening
Rahasia Kecantikan Alami Wanita Muslimah
Resep-bubur-jagung
Bubur Jagung Manis dan Gurih
Resep-bakwan-jamur-masakan-lezat
Bakwan Jamur Gurih Kriuuk
kue cubit
Resep Kue Cubit Enak dan Lembut
resep-pisang-goreng-kriuk-mungil
Resep Pisang Goreng Kriukk Mungil