Bolehkah Kita Bersukacita pada Hari Raya, Sedangkan Suriah dan Gaza Teraniaya?

anak syiria

MuslimahZone.com – Bagaimana kita bergembira pada Idul Fitri ini, sedangkan saudara-saudara kita di Burma dan Suriah dibunuhi? Bagaimana kita bersukacita sedangkan kaum muslimah kita diperkosa oleh orang-orang kafir dan durjana? Bagaimana Anda bisa merasa senang dengan hari raya ini, sedangkan saudara-saudara kita di Gaza dizalimi?

Pertanyaan senada itu adakalanya kita dengar dari saudara-saudara kita yang baik. Hati mereka selalu diliputi duka dan sedih oleh realitas umat saat menyambut kegembiraan hari saya umat Islam. Atau ada hari raya lain, yang dalam waktu yang sama umat Islam tidak lepas dari luka! Apakah ucapan seperti ini keliru?

Tidak diragukan lagi bahwa ungkapan-ungkapan seperti itu berasal dari hati yang hidup. Ungkapan yang timbul dari kepedulian itu berpahala, isya Allah. Tetapi, orang beriman harus tahu bahwa dalam semua situasi, ia harus menghidupkan ibadah kepada Allah. Dalam suasana gembira ia beribadah, dalam suasana sedih pun ia beribadah; dalam suasana lapang maupun sempit; marah maupun ridha. Tidak semestinya satu keadaan saja bisa beribadah, sedangkan dalam keadaan kebalikannya ibadah dilupakan.

Bila kita memperhatikan sejarah hidup Nabi saw, kita akan mudah menggambarkan makna tersebut. Beliau adalah seorang ahli ibadah. Seorang ayah penyayang. Air matanya menetes bila anak-anak dan cucu-cucunya tertimpa musibah. Beliau juga sosok yang bergembira, suka menciumi anak-anak dan cucu beliau. Beliau adalah suami yang menghidupkan rumah tangganya sebagai seorang suami yang memiliki hak dan kewajiban-kewajiban. Beliaulah yang menghidupkan ibadah jihad di medan-medan peperangan. Beliau pula yang menghidupkan ibadah menyampaikan wahyu dari Allah dalam maqam fatwa, peradilan, dan sebagainya.

Berkenaan dengan hari raya Islam, Rasulullah saw menghidupkan ibadah sukacita. Sukacita yang diiringi dengan syukur atas disempurnakannya ibadah bulan Puasa. Syukur atas hidayah kepada Islam. Hanya Allah yang tahu berapa banyak orang tidak mendapatkannya.

Pada Hari Raya, Rasulullah membuat istri-istri beliau bersukacita, untuk mendengarkan hiburan yang sifatnya mubah. Aisyah ra. berkata:

“Abu Bakar pernah datang kepada saya, sedangkan waktu itu ada dua wanita di antara wanita-wanita Anshar yang bernyanyi dengan syair-syair yang diucapkan orang-orang Anshar pada hari perang Bu’ats. Aisyah mengatakan bahwa kedua wanita tersebut pekerjaannya bukan sebagai penyanyi. Lalu Abu Bakar berkata, ‘Mengapa ada seruling setan di rumah Nabi saw?’. Dan kejadian itu pada hari raya Idul Fitri. Maka Nabi saw bersabda, “Hai Abu Bakar, sesungguhnya setiap kaum mempunyai hari raya, dan pada hari ini adalah hari raya kita.’” (HR Al-Bukhari).

Al-Bukhari memasukkan hadits tersebut dalam bab Sunnah pada dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) bagi umat Islam. An-Nawawi memasukkannya dalam bab: Keringanan (rukhshah) dalam permainan yang tidak termasuk maksiat pada hari raya.

Rasulullah saw membolehkan hal itu, padahal beliau masih musibah dan luka masih terasa baru sejak syariat Id turun di Madinah. Beliau menerima musibah pada perang Uhud dan membekas sepanjang hidup beliau. Belum lagi musibah terbunuhnya sejumlah sahabat beliau. Beliau juga kehilangan orang-orang tercinta terutama Hamzah, Ja’far dan putranya; Ibrahim. Semoga Allah meridhai mereka semua.

Orang beriman harus mampu menggabungkan dua peribadahan dalam hari raya; ibadah sedih karena musibah yang menimpa saudara-saudaranya seiman dan ibadah bersukacita karena hari raya. Sukacita pada hari raya adalah merasa gembira atas disempurnakannya ibadah puasa, kenikmatan hidayah Islam. Namun ia juga tidak lupa diri terhadap saudara-saudaranya yang sedang tertimpa musibah, dengan menunjukkan kepedulian. Jadi tidak seharusnya bersedih pada hari raya, sebab ibadah dasar pada hari raya adalah menampakkan kegembiraan.

Makna tersebut menjelaskan ketidakbenaran sebagian ungkapan ahli ibadah yang menasihati agar kita tidak bergembira pada hari raya. Sebagian ahli ibadah memahami bahwa hidup itu harus bersedih! Ini berlebihan! Ketika ada orang tertawa pada hari raya, mereka mengatakan, “Seandainya puasa mereka diterima, bukan seperti itu cara mensyukurinya. Apakah mereka tidak takut bila puasanya tidak diterima? …

Allah berfirman, ” Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Al-Ahzab: 21).
Cara meneladani beliau adalah dengan mengetahui sunnah-sunnah beliau dalam semua keadaan, baik yang manis maupun yang pahit.

Sikap dan kata-kata yang diriwayatkan dari orang bijak dan saleh, harus ditimbang dengan tolok ukur tersebut, yaitu sunnah Nabi saw. Bila sesuai diterima, sedangkan bila bertentangan ditolak. (Agus Abdullah)

(fauziya/kiblatnet/muslimahzone.com)

Leave a Reply

mendidik-anak
“Untuk Mendidik Seorang Anak, Butuh Orang Sekampung”
bahaya-smartphone
Waspadai Masalah Kesehatan Akibat Ketergantungan Smartphone!
aksi-bela-islam
Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 Resmi dari GNPF MUI
irena-handono
Terkait Penistaan Al-Qur’an, Umi Hj. Irena Handono Menulis Surat Terbuka Untuk Presiden dan Kapolri
israel-kebakaran
Kebakaran di Israel dan Tafsir Surat Al-Fajr
arisan
Hukum Arisan Dalam Islam
memukul
Kebolehan Memukul Istri dan Anak Sebagai Ta’dib
pasar-islam
Mal dan Fasilitas Dagang dalam Islam
pertolongan-allah
Pertolongan Allah Kepada yang Menolong Agamanya
cairo
Suara Hati dari Cairo
lidi-umat
Ketika Lidi Umat Bersatu…
mencintai-allah
Ya Allah Aku Mencintai-Mu, Walaupun Aku Bermaksiat Kepada-Mu…
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
bunga-layu
Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka
keluarga-islami-2
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan (Part 2)
keluarga-sakinah
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan
anak-lucu
Kebutuhan Memahami Anak Usia Dini
mencium-bayi
Ini Alasan Sebaiknya Tidak Mencium Bibir Anak
kejujuran-anak
Mengokohkan Kejujuran Dalam Diri Anak
anak-laki-laki
Membangun Karakter Anak Laki-Laki
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
eropa
Tradisi Menjual Istri di Eropa
arrayah-212
Kisah Ar Rayah di Aksi Damai 212
salat-jumat-212-diguyur-hujan
Semerbak Harum Saat Hujan Turun Dalam Aksi 212
sepatu
Karena Ukuran Kita Tak Sama
mandi-malam
Manfaat dan Resiko Mandi di Malam Hari
profil-muhaimin-iqbal
The Age of Deception
obesitas
Apa yang Menjadi Penyebab Obesitas?
kentut
Sering Kentut, Ini Penyebab, Diagnosa dan Pencegahannya
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
menghafal alquran
Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin
klepon
Klepon Yummy