Bersabar, Jadikan Jodoh Kita Sebagai Cinta Pertama dan Terakhir

bersabar

MuslimahZone.com – Alangkah berwarnanya hidup ini, ketika seseorang menemukan separuh jiwanya, belahan hatinya, sosok yang sangat lama ia tunggu dalam penantian yang panjang, dan pada akhirnya keduanya menyatu dalam sebuah ikatan akad pernikahan.

Barangkali itu yang diimpikan oleh setiap kita sebelum kita memasuki dunia rumah tangga, menemukan sang pujaan hati, mengikatnya dengan ikatan suci, dan membawanya berlabuh dalam bahtera rumah tangga yang penuh sensasi, kemudian mendidik para generasi Rabbani, yang menjadi tonggak komando untuk kemajuan agama, bangsa dan negeri.

Namun semua itu akan terasa indah bila kita bersabar hingga datang waktu dimana penantian ini berujung, menjadikannya cinta pertama dan terakhir dalam hidup, serta menjadikannya orang pertama yang kita hapus air matanya ketika ia sedih, dan kita kokohkan jiwanya ketika ia rapuh.

Tidakkah mengikat cinta dengan akad pernikahan itu  jauh lebih tenteram dibandingkan membuang waktu memasuki dunia pacaran yang barangkali ia adalah pasangan orang lain yang kebetulan mampir dalam kehidupan cinta ini, kemudian ia pergi meninggalkan bekas luka.

Mari sejenak kita membuka hati ini, tundukkan keegoisan dalam diri, biarkan nurani ini  mencoba melihat fenomena yang terjadi, dimana seorang suami tidak berfikir panjang dengan menceraikan sang istri dan mengembalikannya ke pangkuan ayahanda dan Ibundanya setelah dulu ia berjanji akan menjaganya sepenuh hati. Dengan banyaknya kasus perceraian yang terpapar dalam kehidupan ini, tidakkah membuat kita sadar bahwa dulu mereka adalah dua insan yang saling mencintai, sama dengan apa yang kita rasakan saat ini, dan keduanya memutuskan untuk membina rumah tangga seindah syurga, namun yang terjadi adalah fakta pahit dimana cinta berujung pada perceraian.

Sebuah pernikahan akan menemukan kebahagiaan, keindahan, serta ketenangan yang didambakan oleh setiap orang, ketika pernikahan itu sendiri dipersiapkan dengan agama, dibangun berasaskan agama kemudian dijalankan dalam aturan dan titah agama.

Pilihlah seseorang yang kamu cintai bukan cuma karena ketampanan ataupun kecantikan, karena ketampanan dan kecantikan akan sirna seiring dengan bertambahnya usia. Dan kadar cinta akan menurun seiring dengan berjalannya waktu.

Akan tetapi yang lebih penting dari sekedar ketampanan dan kecantikan adalah dimana ia terampil mengaplikasikan ajaran  agama ini dalam hidup, memiliki jiwa tanggung jawab yang tinggi, sederhana dalam kehidupan, lembut dalam tutur kata, sopan dalam tingkah laku, dan bersahaja dalam keseharian serta taaat dan patuh kepada kedua orangtuanya, mereka lebih indah dari intan permata, lebih mahal dari mutiara, dan lebih berharga dari tahta dan mahkota.

Bila pernikahan hanya bermodalkan cinta belaka maka ia akan runtuh seiring dengan bergantinya detik, karena cinta kepada manusia akan pudar seiring dengan berputarnya zaman.

Seperti halnya cinta romantis yang kita rasakan detik ini hanya bertahan setelah beberapa bulan memasuki dunia pernikahan, dan setelah itu cinta akan terkikis sedikit demi sedikit oleh perputaran waktu.

Hanya Agama yang dapat mengawetkannya menjadi satu cinta yang utuh dan kebal dalam segala situasi dan kondisi, dan hanya agama sebagai smart solution untuk memperekat cinta dalam rumah tangga.

Pelajarilah agama ini lebih mendalam sebelum memasuki dunia rumah tangga, hingga kita terbekali dengan agama yang cukup, dan pemahaman problematika rumah tangga yang luas, karena rumah tangga yang kita lihat begitu menawan, pada hakikatnya menuai konflik yang begitu komplit setelah kita memasukinya.

Saat itulah dibutuhkan sang pilot yang ahli, sang sopir yang terampil serta sang nahkoda yang handal dalam mengendalikan kemudi, sehingga segala masalah menemukan solusi, karena pernikahan adalah menyatukan dua insan dari dua keluarga bahkan adat istiadat yang berbeda.

Pernikahan bukan mencari persamaan tapi saling menyamakan, pernikahan bukan mencari kesempurnaan tapi saling menyempurnakan.

Dan dua cinta tidak akan merekat kuat kecuali ditempel dengan lem perekat, dan lem perekat terbaik untuk menyatukan dua cinta hanyalah agama Islam. Dan agama Islam ini akan mengajarkan sang suami bagaimana menjadi pemimpin sehingga ia menjadi lebih dewasa dalam menyikapi apapun yang terjadi, dan agama ini akan mengajarkan seorang istri untuk menjadi lebih mengerti, dan pada akhirnya setiap kita akan mengatakan seperti perkataannya baginda rasul, ”baitii jannatii” (rumahku laksana syurga bagiku).

Maka, jika ingin mendapat jodoh terbaik, syarat utamanya adalah perbaikilah hidup sesuai ajaran Islam (Al-Quran) dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh dan jadilah wanita yang sholehah.

“Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya.” (HR. Ahmad, Nasaiy, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (QS: An Nuur: 26)

Tidak ada hal yang kita cari kecuali ketenangan dan kebahagian dalam hidup ini, namun terkadang kita terjebak dalam kebahagian yang semu. Tidak ada ketenangan dan kebahagiaan akan abadi kecuali dijembatani dengan agama ini. So, pilihan hidup Anda ada di tangan Anda.

Oleh : Muhammad Arrisyadi Mursal, sedang belajar di  Republik Yamen

(hidayatullah/muslimahzone.com)

Leave a Reply

mendidik-anak
“Untuk Mendidik Seorang Anak, Butuh Orang Sekampung”
bahaya-smartphone
Waspadai Masalah Kesehatan Akibat Ketergantungan Smartphone!
aksi-bela-islam
Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 Resmi dari GNPF MUI
irena-handono
Terkait Penistaan Al-Qur’an, Umi Hj. Irena Handono Menulis Surat Terbuka Untuk Presiden dan Kapolri
israel-kebakaran
Kebakaran di Israel dan Tafsir Surat Al-Fajr
arisan
Hukum Arisan Dalam Islam
memukul
Kebolehan Memukul Istri dan Anak Sebagai Ta’dib
pasar-islam
Mal dan Fasilitas Dagang dalam Islam
pertolongan-allah
Pertolongan Allah Kepada yang Menolong Agamanya
cairo
Suara Hati dari Cairo
lidi-umat
Ketika Lidi Umat Bersatu…
mencintai-allah
Ya Allah Aku Mencintai-Mu, Walaupun Aku Bermaksiat Kepada-Mu…
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
bunga-layu
Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka
keluarga-islami-2
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan (Part 2)
keluarga-sakinah
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan
anak-lucu
Kebutuhan Memahami Anak Usia Dini
mencium-bayi
Ini Alasan Sebaiknya Tidak Mencium Bibir Anak
kejujuran-anak
Mengokohkan Kejujuran Dalam Diri Anak
anak-laki-laki
Membangun Karakter Anak Laki-Laki
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
eropa
Tradisi Menjual Istri di Eropa
arrayah-212
Kisah Ar Rayah di Aksi Damai 212
salat-jumat-212-diguyur-hujan
Semerbak Harum Saat Hujan Turun Dalam Aksi 212
sepatu
Karena Ukuran Kita Tak Sama
mandi-malam
Manfaat dan Resiko Mandi di Malam Hari
profil-muhaimin-iqbal
The Age of Deception
obesitas
Apa yang Menjadi Penyebab Obesitas?
kentut
Sering Kentut, Ini Penyebab, Diagnosa dan Pencegahannya
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
menghafal alquran
Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin
klepon
Klepon Yummy