Berdusta Tanpa Sadar

rumput

Muslimahzone.com – Termangu merenungi sabda Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam:

“كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ”

“Cukuplah seseorang (dianggap) berbohong apabila dia menceritakan semua yang dia dengarkan.” (HR. Muslim).

Apa yang diucapkan oleh seseorang mungkin benar dan tidak ada kesalahan di dalamnya, tetapi ada kesalahan dalam menangkap pembicaraan. Bisa juga terjadi seseorang tidak tepat mengingat pembicaraan yang ia dengar: ingatannya bercampur aduk. Maka, keliru ia dalam menceritakan. Bercampur-aduknya ingatan dapat juga terjadi karena mendengar pembicaraan dua orang atau lebih. Ingat perkataan, tak ingat penuturnya secara tepat. Bisa juga terjadi seseorang mendengarkan informasi yang tak lengkap, tapi ia mencukupkan diri dengannya. Maka kelirulah ia jika menyebarkan.

Ada banyak sebab informasi tak lengkap. Bisa alasan yang benar, bisa juga tidak. Yang berbahaya adalah jika kita lengkapi dengan persangkaan. Lebih berbahaya lagi jika informasi yang ia dengar memang salah. Maka, ia dianggap berdusta karena menyebarkan informasi yang salah itu. Ia dihukumi berdusta karena ia tidak memeriksa kebenaran informasi tersebut. Di sini ada kewajiban untuk melakukan tatsabbut.

Nah. At-tatsabbut adalah berhati-hati dalam menukil berita dan ketika berbicara. Kita memastikan kebenarannya. Bukan sekedar tabayyun.

Teringat ketika saya masih menekuni dunia jurnalistik. Saya pernah mewawancarai psikiater H. Ahmad Salim Sungkar Sp.KJ (K) di rumahnya. Hasil wawancara berbentuk artikel, saya kirimkan dulu kepada beliau untuk diperiksa apakah sesuai yang dimaksud. Ternyata banyak koreksi. Ringkasnya, beliau kemudian menulis artikel cukup panjang. Tulisan itu jauh lebih berbobot daripada artikel hasil wawancara yang saya buat. Sebenarnya saya merasa memahami apa yang beliau sampaikan karena istilah-istilah yang digunakan banyak bermiripan dengan yang saya pelajari. Tetapi saya tetap perlu melakukan tatsabbut untuk menghindari kesalahan fatal. Dan ternyata ada perbedaan yang sangat signifikan.

Kekeliruan fatal dapat dihindarkan karena ada tatsabbut yang terjadi. Padahal saya wawancara langsung, mendengar secara pribadi serta merekamnya. Saya juga memiliki latar belakang pengetahuan yang saya rasa memadai untuk memahami dan menuliskan.

Ternyata itu pun tak cukup. Sebagai penutup, mari sejenak kita renungi nasehat Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam:

بِئْسَ مَطِيَّةُ الرَّجُلِ زَعَمُوا

Seburuk-buruk bekal seseorang (dalam berbicara) adalah ungkapan ‘menurut sangkaan mereka’.” (HR. Abu Dawud).

Ada yang perlu kita catat di sini. Niat baik saja ternyata tidak cukup. Kita dapat tergelincir ke dalam dusta dan bahkan dusta yang besar, meski niat kita sangat baik dan mulia, karena mengabaikan hal-hal penting dalam melaksanakan niat. Apalagi jika niat tak baik. Tetapi ini bukan pembicaraan kita saat ini.Khusus berkenaan dengan niat, ada wilayah yang bersifat sangat pribadi sehingga kita tak dapat memastikan niat seseorang. Tetapi ada hal-hal yang perlu kita benahi dan ilmui sehingga dengannya kita tidak terkelabui (ghurur) oleh ungkapan “niat orang siapa yang tahu, jangan menghakimi niat”.

Semoga catatan sederhana ini bermanfaat dan barakah.

Mohammad Fauzil Adhim

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

mendidik-anak
“Untuk Mendidik Seorang Anak, Butuh Orang Sekampung”
bahaya-smartphone
Waspadai Masalah Kesehatan Akibat Ketergantungan Smartphone!
aksi-bela-islam
Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 Resmi dari GNPF MUI
irena-handono
Terkait Penistaan Al-Qur’an, Umi Hj. Irena Handono Menulis Surat Terbuka Untuk Presiden dan Kapolri
israel-kebakaran
Kebakaran di Israel dan Tafsir Surat Al-Fajr
arisan
Hukum Arisan Dalam Islam
memukul
Kebolehan Memukul Istri dan Anak Sebagai Ta’dib
pasar-islam
Mal dan Fasilitas Dagang dalam Islam
mencintai-allah
Ya Allah Aku Mencintai-Mu, Walaupun Aku Bermaksiat Kepada-Mu…
kebakaran-israel
Hikmah Dibalik Kebakaran Dahsyat di Israel
memuji
Bolehkah Memuji Seseorang?
firaun
Azab Bagi Mereka yang Meniru Perilaku Fir’aun
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
bunga-layu
Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka
keluarga-islami-2
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan (Part 2)
keluarga-sakinah
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan
anak-lucu
Kebutuhan Memahami Anak Usia Dini
mencium-bayi
Ini Alasan Sebaiknya Tidak Mencium Bibir Anak
kejujuran-anak
Mengokohkan Kejujuran Dalam Diri Anak
anak-laki-laki
Membangun Karakter Anak Laki-Laki
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
sepatu
Karena Ukuran Kita Tak Sama
muslim-ummah
Ilmu Sanad, Hanya Dimiliki Umat Islam
fetih1453_15
Shalat Jum’at di Jalanan Bid’ah ? Mari Tengok Sejarah !!
cosmos-chocolate
Wanita dengan Kataatan Seharum Parfum
profil-muhaimin-iqbal
The Age of Deception
obesitas
Apa yang Menjadi Penyebab Obesitas?
kentut
Sering Kentut, Ini Penyebab, Diagnosa dan Pencegahannya
perut-keroncongan
Perut Keroncongan Belum Tentu Karena Lapar
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
menghafal alquran
Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin
klepon
Klepon Yummy