Bendera yang Tertinggal

Granada

Muslimahzone.com – Umat Islam adalah umat yang mulia. Mulia karena berpegang pada agamanya. Semakin jauh mereka dari agama, sekadar itu pula kemuliaan hilang dari mereka. Berikut ini kisah tentang wibawa dan mulianya umat Islam di mata para musuh. Kisah ini bukan untuk membuat kita berbangga tanpa makna. Kisah ini adalah introspeksi bagi kita, sejauh mana kita meninggalkan agama ini, hingga kita menjadi begitu rendah diri.

Sepenggal Kisah Kejayaan Andalusia

Setiap kali perang meletus, pasukan Muslim membawa dan mengangkat panji-panjinya. Ketika berhasil menang dan menguasai satu kota, mereka akan menancapkan panji-panji itu di tempat-tempat tertinggi, lalu mengambilnya lagi ketika hendak pulang. Suatu ketika, pasukan al-Hajib al-Manshur (penguasa Andalusia) lupa mencabut dan mengambil panji yang telah ditancapkan di atas bukit di sejumlah benteng kota. Kota tersebut sudah berhasil mereka kuasai. Penduduknya dan pasukan musuh sudah kabur ke pegunungan terdekat. Akhirnya, mereka pergi meninggalkan kota dengan panji yang masih tertancap.

Pasukan musuh yang sudah kabur terus mengamati panji yang tertancap itu, yang menunjukkan bahwa sebagian pasukan muslim masih ada di sana untuk menyerang mereka jika keluar dari tempat-tempat persembunyian. Keadaan ini terus berlangsung selama beberapa hari. Akhirnya, mereka yakin bahwa seluruh pasukan muslim telah pergi dari kota, dan panji di atas bukit itu lupa dicabut. Oleh sebab itu, kalangan sejarawan menyebut perang ini sebagai Perang Panji/Bendera (Ghazwah al-Rayah).

Panji yang terlupakan tertancap kuat dan berdiri tegak. Itulah hari saat umat kita menjadi umat mulia dan penuh wibawa.

Pelajaran

Zaman Hajib al-Manshur memerintah Andalusia adalah sekitar tahun 368 H/979 M sampai 392 H/1002 M, kira-kira 4 abad setelah masa Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya. Selama 4 abad itu pula wibawa dan kemuliaan umat Islam menurun, berangsur pudar.

Rasulullah ﷺ bersabda tentang wibawa yang ia dan para sahabatnya miliki. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

Allah memberikan kepadaku lima perkara yang tidak diberikan-Nya kepada seorang nabi pun sebelumku: aku ditolong (oleh Allah dalam menghadapi musuh-musuhku) dengan rasa gentar (yang Allah masukkan ke dalam hati mereka) sebelum berhadapan denganku (sejauh jarak) sebulan perjalanan…” (HR. al-Bukhari (no. 328) dan Muslim (no. 521).

Allah ﷻ berfirman menggambarkan wibawa dan kehebatan kaum muslimin di zaman Rasulullah ﷺ,

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.” (QS:Al-Anfaal | Ayat: 65).

Awalnya Allah ﷻ menetapkan satu berbanding sepuluh. Ketika jumlah kaum muslimin 1:10, maka Allah ﷻ berikan kabar gembira mereka mampu mengalahkan jumlah besar tersebut. Karena kesabaran dan keimanan yang mereka miliki. Kemudian keadaan pun berubah. Dan Allah ﷻ merubah ketetapan-Nya pula,

Sekarang Allah telah meringankan kepada kalian dan dia telah mengetahui bahwa pada kalian ada kelemahan. Maka jika ada diantara kalian seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantara kalian ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS:Al-Anfaal | Ayat: 66).

Allah ﷻ menggantinya dengan satu berbanding dua.

Ini yang terjadi di zaman Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya. Kemudian keadaan tersebut terus menurun hingga sampai pada zaman Hajib al-Manshur.

Bagaimana dengan zaman kita? Di zaman kita, musuh-musuh kaum muslimin sama sekali tidak takut dengan kaum muslimin. hal ini menunjukkan betapa jauhnya kita dari agama. Betapa rapuhnya kualitas iman dan Islam kita. Rasulullah ﷺ bersabda,

Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ‘Wahn’. Kemudian seseorang bertanya, “Apa itu ‘wahn’?” Rasulullah berkata, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278).

Dari Ibnu Umar beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,

Apabila kalian telah berjual beli ‘inah, mengambil ekor sapi dan ridha dengan pertanian, serta meninggalkan jihad, maka Allah akan menimpakan kalian kerendahan (kehinaan). Allah tidak mencabutnya dari kalian sampai kalian kembali kepada agama kalian.” (HR. Abu Daud).

Rasulullah ﷺ memberikan solusi dari kehinaan dan kerendahan ini dengan kembali kepada agama.

Mari kita kembali kepada agama kita, baik secara individu maupun masyarakat. Kembali mengkaji dan menelaah ajaran agama kita kemudian mengamalkannya dalam kehidupan.

Sumber:

– Suwaidan, Tariq. 2015. al-Andalus: al-Tarikh al-Mushawwar, Terj: Dari Puncak Andalusia. Jakarta: Zaman.

(kisahmuslim/muslimahzone.com)

Leave a Reply

mendidik-anak
“Untuk Mendidik Seorang Anak, Butuh Orang Sekampung”
bahaya-smartphone
Waspadai Masalah Kesehatan Akibat Ketergantungan Smartphone!
aksi-bela-islam
Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 Resmi dari GNPF MUI
irena-handono
Terkait Penistaan Al-Qur’an, Umi Hj. Irena Handono Menulis Surat Terbuka Untuk Presiden dan Kapolri
israel-kebakaran
Kebakaran di Israel dan Tafsir Surat Al-Fajr
arisan
Hukum Arisan Dalam Islam
memukul
Kebolehan Memukul Istri dan Anak Sebagai Ta’dib
pasar-islam
Mal dan Fasilitas Dagang dalam Islam
mencintai-allah
Ya Allah Aku Mencintai-Mu, Walaupun Aku Bermaksiat Kepada-Mu…
kebakaran-israel
Hikmah Dibalik Kebakaran Dahsyat di Israel
memuji
Bolehkah Memuji Seseorang?
firaun
Azab Bagi Mereka yang Meniru Perilaku Fir’aun
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
bunga-layu
Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka
keluarga-islami-2
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan (Part 2)
keluarga-sakinah
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan
anak-lucu
Kebutuhan Memahami Anak Usia Dini
mencium-bayi
Ini Alasan Sebaiknya Tidak Mencium Bibir Anak
kejujuran-anak
Mengokohkan Kejujuran Dalam Diri Anak
anak-laki-laki
Membangun Karakter Anak Laki-Laki
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
sepatu
Karena Ukuran Kita Tak Sama
muslim-ummah
Ilmu Sanad, Hanya Dimiliki Umat Islam
fetih1453_15
Shalat Jum’at di Jalanan Bid’ah ? Mari Tengok Sejarah !!
cosmos-chocolate
Wanita dengan Kataatan Seharum Parfum
profil-muhaimin-iqbal
The Age of Deception
obesitas
Apa yang Menjadi Penyebab Obesitas?
kentut
Sering Kentut, Ini Penyebab, Diagnosa dan Pencegahannya
perut-keroncongan
Perut Keroncongan Belum Tentu Karena Lapar
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
menghafal alquran
Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin
klepon
Klepon Yummy