Ayah Romantis Tangkal Virus Valentine dan Korean Style

ayah dan putrinya

MuslimahZone.com – Sepintas gadis remaja itu nampak sibuk berhitung. Berkonsentrasi penuh hingga tak sadar didekati. Wow, ternyata bukan angka yang tengah dihitungnya, melainkan deretan huruf Korea. Gadis ABG (Anak Baru Gedhe, red) itupun tersipu-sipu menjelaskan bahwa ia sedang mengira nama-nama dalam bahasa Korea berdasarkan hitungan kelahiran. Sekejap, dengan semangat ia menyebutkan nama-nama artis Negeri Ginseng itu beserta arti dan karakter artis tersebut. Lancar di luar kepala.

Banyak orangtua yang melarang anak-anak remajanya menonton sinetron Indonesia. Dengan alasan cerita sinetron mengada-ada, tidak mendidik, dan hedonis. Namun, banyak orangtua yang membiarkan anak remajanya menonton bahkan mengoleksi film-film Korea. Bahkan tak jarang ikut menjadi penggemarnya. Tak dapat dipungkiri; sinetron dan film-film Korea menyajikan nuansa yang berbeda.

Romantis dan Hero                         

Menurut banyak penggemarnya, nuansa yang disajikan lebih romantis dan realis. Disini, kita memang tidak akan membedah konten film-film itu. Akan tetapi, ada yang menggelitik ketika letak perbedaannya pada masalah romantisme dan realita kehidupan.

Begitu keringkah kehidupan manusia-manusia di berbagai belahan bumi ini dari kasih sayang dan romantisme, sehingga Korean Style booming dan hari Valentine dirayakan membabi-buta di berbagai negara? Tentu, pertanyaan ini adalah gunung es sebenarnya. Yang tempatnya ada di dalam rumah. Tepatnya di keluarga.

Ada pernyataan yang sangat menarik, bahwa seorang ayah bagi anak perempuannya adalah my first love-nya dan bagi anak laki-lakinya, seorang ayah adalah my hero-nya. First love dan hero adalah kata-kata yang melambangkan romantisme. Bila dalam keluarga, seorang anak bisa menemukan ini pada sosok orangtuanya terutama sosok ayah, pasti ia tak akan susah-susah mencari makna romantisme, kebanggaan, dan kehidupan di luar sana.

Tak perlu ada tokoh sinetron Korea yang diimpikan karena perannya yang begitu romantis. Karena, ada sosok ayah yang secara realistis hadir memberikan perlindungan, kehangatan, dan kasih sayang. Oleh sebab itu, seorang ayah harus tampil sebagai pria dewasa yang memahami keluarganya dan disaat yang sama tampil keren sehingga anak-anak perempuannya tak perlu mencari definisi “cowok keren” pada artis.

Begitu pula dengan anak lelaki, tak perlu mencari sosok hero pada tokoh cerita yang gentle dalam film-film Korea atau tokoh manga. Cukuplah sosok Ayah yang gentle dan selalu ada ketika ia mengalami kesulitan, mewakili kebutuhannya akan pahlawan dalam hidup.

Sosok ayah seperti inilah yang akan membawa anak mudah memahami keagungan pribadi Rasulullah Shallallhu ‘Alaihi Wassallam dan kepahlawanan para sahabat. Lebih jauh, anak akan lebih tegar menjalani takdir Allah Subhanahu Wata’ala sekaligus selalu berharap pada kasih sayang-Nya saja.

Kiranya, firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Ali Imran ayat 31, “Katakanlah (Muhammad), jika engkau mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosamu,” adalah pengingat bagi kita semua sebagai orangtua.

Bahwa kasih sayang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan kepahlawanan Beliau tak akan pernah diikuti oleh anak, bila keteladanannya tak pernah “terlihat” dihadirkan oleh orangtua. Terutama oleh sosok ayah, sosok lelaki pemimpin yang mewarisi sosok Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai pengayom, pelindung, pahlawan, dan penabur cinta.

Oleh : Kartika Ummu Arina, penulis buku Jadilah Suami Istri Bijak

(hidayatullah/muslimahzone.com)

Leave a Reply

tito-karnavian
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
sosmed-dipantau
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
kin-4
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
jokowi-di-iran
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
cabut alis
Bertujuan Cantik Ternyata Aktifitas Ini Haram
berhutang
Adab Ketika Berhutang
tanda-tanya
Inilah Lelaki Paling Tampan Menurut Riwayat Hadits
delivery
Hukum Layanan Delivery Makanan dengan Ojek
sombong
Sombong, Biang Segala Penyakit Hati
akhir zaman
Banyaknya Pembunuhan di Akhir Zaman
amar-maruf
Bersabar Itu Atas Musibah, Bukan Atas Kedzaliman
pentingnya-dakwah
Ketika Dakwah Ditinggalkan
shaum
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
cinta_love
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
pernikahan-4
Tentang Sebuah Pernikahan
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
menghafal-alquran
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
gosok-gigi
Contoh Saja (Masih) Belum Cukup
anak-muslimah
Lima Poin Penting Dalam Pendidikan Anak
anak-alam
Belajar Bersama Alam
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
isteri taat
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
wahyu alquran
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Muslim
Ikhtiar Pertama Apabila Seorang Muslim Sakit
mencintai-nabi
Merekalah Orang-Orang yang Mencintai Nabi
popok-bayi
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
nangka
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
minum
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
kenari
Rahasia Dibalik Makanan Ini Untuk Wanita
membaca-buku
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
pangsit-kuah
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin