Agar Keluarga Tak Terseret Fitnah & Kebodohan

iwan-yanuar

Muslimahzone.com – Pesan baginda Nabi SAW. selalu benar, tak pernah salah, selamanya. Termasuk saat Beliau mewanti-wanti kita agar berhati-hati saat hidup di zaman penuh fitnah. Beliau bersabda:

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

Bersegerah beramal sebelum datang fitnah seperti kepingan malam yang gulita, seseorang mukmin di pagi hari dan sore harinya kafir, atau sore hari mukmin dan pagi harinya kafir, menjual agamanya untuk mendapatkan dunia (HR. Bukhari).

Imam an-Nawawi dalam syarah hadits ini menyebutkan bahwa fitnah yang datang begitu banyak dan bertumpuk-tumpuk seperti bertumpuknya kegelapan tiada cahaya rembulan.

Zaman inilah fitnah itu datang bertumpuk-tumpuk dan demikian banyak sehingga menyibukkan dan menyulitkan setiap muslim untuk dapat mencari jalan kebenaran. Zaman seperti ini juga disebut oleh Baginda Rasulullah SAW. sebagai zaman penuh kebohongan. Sabdanya:

سَيَأْتِى عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِى أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Kelak akan datang pada manusia tahun-tahun kebohongan, pendusta dibenarkan, dan orang benar didustakan, pengkhianat diberi amanah, dan orang amanah dikhianati, dan yang berbicara di dalamnya adalah ruwaybidhah.” Ditanyakan, “Apa itu ruwaybidhah?” Beliau menjawab, “Orang bodoh yang mengatur urusan rakyat banyak.” (HR. Ibnu Majah).

Zaman ini sudah datang di tengah-tengah keluarga muslim. Kasus penistaan ayat al-Qur’an oleh Ahok, menjadi salah satu barometernya. Mulai dari status hukum orang kafir menjadi pejabat negara hingga penistaannya pada ayat al-Qur’an. Kita bisa melihat tidak sedikit muslim yang menjual agamanya untuk mendapatkan keuntungan dunia. Mati-matian mereka putarbalikkan dalil untuk menghalalkan apa yang sudah jelas keharamannya, bahwa orang kafir tidak boleh menjabat di posisi apapun dalam pemerintahan.

Dalam kasus pelecehan ayat al-Qur’an, (lagi-lagi) mereka cari legitimasi agama untuk menolak perbuatan tersebut sebagai bentuk pelecehan. Lalu mereka berlagak bijak dengan memaafkan sembari mengutip sunnah Rasulullah tentang keutamaan memaafkan orang lain. Tak lupa diangkat cerita sikap Rasulullah kepada Yahudi tua yang suka meludahi Beliau saat lewat depan rumahnya. Atau keputusan Rasulullah memberikan pengampunan massal pada kaum Quraisy saat Fath Mekkah.

Sungguh mereka telah memfitnah. Mencelakakan umat dengan pelintiran, putar balik dan manipulasi dalil. Mereka tidak pernah mengutip bahwa Rasulullah mengusir dan memerangi kaum Yahudi di Madinah. Bahkan menghukum mati bagi semua lelaki Yahudi dewasa dari Bani Quraidzah karena provokasi dan pengkhianatan mereka di Perang Khandaq.

Mereka juga seperti orang linglung (atau pembohong?) dengan tidak mengutip riwayat bahwa Rasulullah SAW. memerintahkan kaum muslimin untuk tetap mengeksekusi mati 10 orang Quraisy karena kejahatan mereka di masa lalu kepada Islam. Sebagian akhirnya memohon amnesti dan masuk Islam, tapi tiga orang lainnya tetap dieksekusi mati yaitu Abdullah bin Khaththal, Miqyas bin Shubabah dan Huwairits bin Nuqaiz.

Sikap sebagian tokoh muslim yang tak ada rasa takut memanipulasi dalil dan hukum, adalah perkara yang pernah dicemaskan Rasulullah SAW. akan merusak umat. Beliau bersabda:

أَهْلَكُ أُمَّتِي رَجُلَانِ : عَالِمٌ فَاجِرٌ وَجَاهِلٌ مُتَعَبِّدٌ .وَقِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ أَشَرُّ ؟ قَالَ : الْعُلَمَاءُ إذَا فَسَدُوا

“Hancurnya umatku oleh dua golongan; orang alim yang keji dan orang bodoh yang rajin ibadah.” Lalu ditanyakan, “Wahai Rasulullah manusia mana yang paling berbahaya?” Rasulullah menjawab, “Ulama jika mereka telah rusak.” (Al-Mawardi dalam Adab ad-Dunyâ wa ad-Dîn).

Sebagian lagi saudara-saudara kita terjebak dalam sikap bingung dan tidak peduli. Keduanya akhirnya sama-sama diam tidak melakukan apapun untuk menyelamatkan agama. Jangankan untuk membela kehormatan agama, untuk memikirkannya pun mereka tidak mau.

Sungguh, kita berlindung kepada Allah pada zaman yang penuh fitnah ini. Agar kita tidak termakan dengan opini palsu dan jahat yang disebarkan orang-orang fasik, atau menjadi orang yang terdiam kebingungan lalu malah sibuk dengan urusan dunia kita sendiri.

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan setiap keluarga muslim agar dapat selamat di zaman fitnah ini;

Pertama, tetaplah berpegang pada kebenaran al-Qur’an dan as-Sunnah. Ketika ada orang yang menyampaikan suatu pendapat yang kita rasa berbeda dengan dalil umum, maka kembalikan pada dalil. Kita patut curiga ada orang yang menyampaikan sebuah pendapat yang bertentangan dengan dalil yang sudah jelas dan pendapat ulama mu’tabar (ulama rujukan).

Dalam kejadian terakhir, dengan mudah semestinya kita paham bahwa tidak mungkin Islam membolehkan orang kafir menjadi pemimpin, apalagi sosok itu jelas kasar, mendukung kemungkaran, dsb.

Kedua, teruskanlah perjuangan Islam dan jangan pedulikan omongan yang ganjil dari kanan-kiri. Orang bisa menuduh kita fanatik, fundamentalis, bawa isu sara, dsb. Sampai ada yang mengharamkan aksi dakwah dengan alasan itu demonstrasi yang haram dalam agama.  Kuncinya menghadapi itu semua adalah terus mengkaji Islam dan berpegang pada tali agama Allah.

Kita patut heran ada orang yang ingin menghambat perjuangan Islam dan membela kemuliaan agama. Para penghambat dan penentang itu menyatakan berada di jalan yang benar tapi mereka justru tidak melakukan apapun kecuali mencela dan mencela. Sebenarnya merekalah yang nyaris putus ‘urat ghirahnya’ pada agama. Merekalah yang disebut oleh Imam Syafi’i sebagai keledai.

من استغضب فلم يغضب فهو حمار ومن استرضى فلم يرضى فهو شيطان

 “Siapa yang dibuat marah tapi dia tidak marah maka dia adalah keledai dan siapa yang diminta keridhoannya dan dia tidak mau ridha maka dia adalah syetan” (Imam Syafi’i sebagaimana dikutip dalam Ihya Ulumiddin Juz 2/34, Hilyatul Auliya Juz 4/112, Quutul Qulub 2/194, az-Zawajiru ‘An Iqtiroofil Kabaair 1/144, Bariiqotun Mahmudiyatun fiy syarhi thoriqotin 1/388, 1/409).

Ketiga, memohon perlindungan kepada Allah SWT. agar kita dan keluarga selalu mendapat hidayahNya. Pada zaman seperti ini hanya petunjuk Allah jua yang dapat mengantarkan kita ke jalan selamat. Di antara doa yang diajarkan Baginda Rasulullah SAW. adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعفافَ والْغِنَى

Ya Allah aku meminta kepadaMu petunjuk, ketakwaan, kehormatan diri dan kecukupan harta (HR. Muslim).

Terakhir, janganlah berdiam diri, harus ada upaya untuk menyelamatkan umat dari keterpurukan dan lisan orang-orang fasik yang rakus yang hendak merusak kemuliaan umat. Langkahkan kaki untuk menuju perjuangan menegakkan syariah Allah dalam naungan Khilafah.

Oleh : Iwan Januar

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

mendidik-anak
“Untuk Mendidik Seorang Anak, Butuh Orang Sekampung”
bahaya-smartphone
Waspadai Masalah Kesehatan Akibat Ketergantungan Smartphone!
aksi-bela-islam
Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 Resmi dari GNPF MUI
irena-handono
Terkait Penistaan Al-Qur’an, Umi Hj. Irena Handono Menulis Surat Terbuka Untuk Presiden dan Kapolri
israel-kebakaran
Kebakaran di Israel dan Tafsir Surat Al-Fajr
arisan
Hukum Arisan Dalam Islam
memukul
Kebolehan Memukul Istri dan Anak Sebagai Ta’dib
pasar-islam
Mal dan Fasilitas Dagang dalam Islam
kebakaran-israel
Hikmah Dibalik Kebakaran Dahsyat di Israel
memuji
Bolehkah Memuji Seseorang?
firaun
Azab Bagi Mereka yang Meniru Perilaku Fir’aun
sajada-arifin
Oase Hati
nasehat-pasutri
Nasehat Pasutri Agar Kokoh Perkawinan
bunga-layu
Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka
keluarga-islami-2
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan (Part 2)
keluarga-sakinah
Nasehat Rasulullah Agar Pernikahan Dipenuhi Keberkahan dan Kebahagiaan
anak-lucu
Kebutuhan Memahami Anak Usia Dini
mencium-bayi
Ini Alasan Sebaiknya Tidak Mencium Bibir Anak
kejujuran-anak
Mengokohkan Kejujuran Dalam Diri Anak
anak-laki-laki
Membangun Karakter Anak Laki-Laki
kamera
Jaga Aurat di Depan Kamera
selfie-muslimah
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
sosmedia
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
alay
Era Gadget Ciptakan Generasi Alay, Generasi Lalai
sepatu
Karena Ukuran Kita Tak Sama
muslim-ummah
Ilmu Sanad, Hanya Dimiliki Umat Islam
fetih1453_15
Shalat Jum’at di Jalanan Bid’ah ? Mari Tengok Sejarah !!
cosmos-chocolate
Wanita dengan Kataatan Seharum Parfum
profil-muhaimin-iqbal
The Age of Deception
obesitas
Apa yang Menjadi Penyebab Obesitas?
kentut
Sering Kentut, Ini Penyebab, Diagnosa dan Pencegahannya
perut-keroncongan
Perut Keroncongan Belum Tentu Karena Lapar
cara-menyapih-anak
7 Tips Menyapih Anak
daging-kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
menghafal
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
menghafal alquran
Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit
resep-kue-ketan-isi-mangga
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
resep-lumpia
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
wedang-bajigur
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin
klepon
Klepon Yummy