500 Muslimah Menghadiri Kongres Mahasiswi Islam Untuk Peradaban

BOGOR, (Muslimahzone.com) – Aula Gedung Prof. Abdullah Siddiq Universitas Ibn Khaldun Bogor kembali dipenuhi oleh peserta acara. Kali ini, peserta yang hadir adalah para Muslimah dari berbagai kampus di Bogor. Tidak kurang dari 500 Muslimah memadati aula untuk mengikuti acara khusus Mahasiswi yang digelar oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia bertajuk Kongres Mahasiswi Islam untuk Peradaban (KMIP).

Acara yang digelar pada ahad, (25/10/2015) ini menghadirkan dua pemateri dari kalangan intelektual yaitu Ibu Evi Afifah selaku dosen di Universitas Nusa Bangsa serta Ibu Emilda.

“Tujuan diadakannya acara ini adalah, kami ingin membangun kesadaran dari para intelektual muda bahwa saat ini ada narasi yang sedang digelorakan oleh kaum neo-kolonialis feminis untuk pembajakan potensi mahasiswa, padahal mahasiswa adalah agen perubahan. Neo-kolonialis mencoba mendisfungsikan peran mahasiswa yang sebenarnya, termasuk peran wanita yang seharusnya adalah wanita itu sebagai konstruktor peradaban dan pencetak generasi cemerlang,” papar Nenden Mirawati selaku koordinator acara kongres mahasiswi ini kepada muslimahzone.

Nenden juga menyatakan bahwa saat ini wanita seolah diaruskan untuk merasa lebih bangga menjadi wanita karir seperti yang diinginkan kaum feminis. Maka dia berharap setelah mengikuti acara tersebut mahasiswi akan terbangun kesadarannya bahwa neo-kolonialis dan feminis adalah musuh yang nyata yang harus dilawan bersama.

Kongres Mahasiswi Islam untuk Peradaban ini merupakan rangkaian acara yang diadakan di 26 kota dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Dengan menghadirkan mahasiswi dari berbagai kampus besar di Indonesia.

Adapun di Bogor sendiri, mahasiswi yang hadir mengikuti acara ini diantaranya dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Pakuan, Sekolah Tinggi Kesatuan, STIE Bina Niaga, El Rahma, AMIK dan beberapa kampus lainnya termasuk Universitas Ibn Khaldun selaku tuan rumah acara.

Dari pemaparan materi yang disampaikan kedua pembicara, dapat disimpulkan pesan diselenggarakannya acara ini yaitu sebagai medium mengoreksi kesalahan arah pemberdayaan intelektual dalam penyelesaian persoalan bangsa. Acara juga bermaksud untuk mengokohkan kesadaran kalangan mahasiswi akan tanggung jawabnya sebagai intelektual muda. Pemberdayaan potensi intelektual muda yang didominasi program pemberdayaan ekonomi perempuan mutlak harus dikoreksi. Begitu pula arus global pemikiran feminisme yang gencar dipromosikan perlu disadari pertentangannya dengan syari’at Islam. Meskipun menjadi bagian integral dari sistem pendidikan yang berorientasi pasar, mahasiswi sebagai intelektual muda harus mampu bersikap kritis.

“Mari kita sama-sama untuk mencampakkan neo-kolonialis feminis dan sama-sama mengkaji Islam karena dengan mengkaji kita bisa menjadi Muslimah atau intelektual muda yang visioner, yang kritis, dan mampu berpolitik Islam. Jadilah mahasiswi konstruktor peradaban dan pencetak generasi dengan Islam,” demikian pesan Nenden kepada mahasiswi muslimah sebagai penutup.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub
Peran besar muslimah dalam dakwah Islam
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Allah SWT ‘Menyadap’ Kita
Neraka Jahannam Sepanjang Hidup, Surga Sepanjang Hidup
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Kenapa Anakku Susah Banget Sih Disuruh Sholat?
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Cara Sederhana Membersihkan Tubuh Dari Racun
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Agar Menghafal Al-Qur’an Terasa Nikmat
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga
Lumpia Crispy Isi Bengkuang
Wedang Bajigur, Minuman Hangat Saat Cuaca Dingin